J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Begini Rasanya Menikmati Konten Porno Pakai Virtual Reality

              Begini Rasanya Menikmati Konten Porno Pakai Virtual Reality

              00
              Kamis, 21 Apr 2016, 19:30 WIB
              Apa rasanya menonton film porno dengan menggunakan headset VR? Dalam artikel ini, kamu dapat melihat proses pembuatannya dan film porno berbasis virtual reality di masa depan seperti apa.

              Perkembangan teknologi sudah berkembang pesat. Dulu, konten dengan menyajikan sebuah video tampaknya cukup sulit dilakukan, dan hanya beberapa kalangan profesional saja yang bisa melakukannya. Sekarang, kita sudah bisa melihat beragam konten video bertebaran dimana-mana, bahkan hampir setiap perusahaan memiliki minimal satu buah konten video untuk dinikmati.

              Format penyajian dengan video, kini sudah menjadi hal mainstream. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi, sekarang sudah ada lagi format video terbaru yaitu Virtual Reality.

              Pada dasarnya, Virtual Reality adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru, atau lingkungan yang hanya ada di dalam imajinasi, yang disimulasikan oleh komputer. Nah, dengan adanya teknologi ini, maka banyak produsen video yang mengaplikasikan VR ke dalam hasilnya, termasuk film porno.

              BACA JUGA
              • [UPDATE] 7 Negara Pengakses Situs Porno Terbanyak Di Dunia
              • Video Porno Gratis dalam Bentuk Virtual Reality Kini Bukan Impian Lagi
              • Fallout 4 Dirilis, Industri Porno Meringis

              Pernah Membayangkan Sensasi Virtual Reality 'Porn'?

              Dalam beberapa hal, pengalaman audio visual memang lebih menarik dinikmati daripada sebuah konten tulisan. Begitu juga dengan konten porno. Para penggila porno lebih banyak menyukai film porno atau video porno dibandingkan cerita porno. Disinilah, para pembuat film porno mulai bersaing dengan konten berbasis Virtual Reality.

              Film Porno 1

              BaDoink mengklaim bahwa website tersebut merupakan situs pertama yang menyajikan konten porno berbasis Virtual Reality. Mereka menggunakan Google Cardboard pada bulan Januari 2015. Setelah mereka menyelam ke dalam penelitian dan pengembangan akan realitas maya, mereka memberikan ribuan pasang Google Cardboard untuk mempromosikan peluncuran BaDoink.com.

              Kini, BaDoinkVR memiliki empat pesaing di luar, yang juga menyajikan konten dengan realitas maya, antara lain VirtualRealPorn, Naughty America, Czech VR, dan KinkVR. Pada umumnya, situs-situs porno ini mengenakan biaya berlangganan per bulannya, dan setelah itu kamu bisa menyimpannya dalam HardDrive agar bisa ditonton secara berulang kali. Terakhir, terdapat kabar bahwa PornHub baru saja meluncurkan video VR mereka, dan memberikan sekitar 30 video secara cuma-cuma untuk dinikmati.

              Film Porno 3

              Memang seperti apa sih cara pembuatan video porno VR? Ya, syuting untuk virtual reality berbeda dengan syuting menggunakan single-cam atau multi-cam pada umumnya. Syuting VR masih dirasa sangat melelahkan, sebab belum banyak pilihan kamera VR yang siap digunakan seperti Jaunt One.

              Akibatnya, proses syuting harus direkam di banyak sudut yang berbeda secara bersamaan untuk mengakomodasi para penonton VR ketika mereka menggerakkan kepalanya ke setiap arah. Video yang diambil juga harus dengan frame rate 60 fps, sehingga menonton konten VR terasa nyaman. Sebab, frame rate yang tinggi lebih memungkinkan pengguna untuk merasa semakin tenggelam dalam adegan.

              Film Porno 2

              Akhirnya, film porno yang diciptakan BaDoink menggunakan sebuah rig custom untuk meletakkan kamera GoPro. Teknik ini merupakan teknik yang cukup umum untuk membuat VR. Video yang terekam, seakan menempatkan kamu sebagai pemeran laki-lakinya yang menggunakan headset VR.

              Nah, video 180 atau 360 derajat yang dihasilkan akan memungkinkan kamu untuk menggerakkan kepala kamu saat menggunakan perangkat VR seperti Oculus Rift, HTC Vive, AntVR, atau Google Cardboard sekalipun. Ceritanya pun dibatasi, biasanya cerita yang diangkat ialah ketika seorang pria tengah dipijat, atau tiba-tiba terbangun di atas tempat tidur rumah sakit setelah kecelakaan.

              Tingkat Kenikmatan dari Menonton VR Porn

              Saat ini, baru hanya pengembang dan penggemar berat yang bisa memiliki sarana untuk membuat atau menikmati konten VR. Banyak orang-orang yang terpikat karena konten VR karena ini merupakan teknologi baru. Terlebih untuk konten porno berbasis VR, selain berbicara soal model, mereka juga tetap memperbincangkan soal rasa terbaru dari teknologi.

              Film Porno 4

              Belum banyak pilihan bagi para penggemar film porno untuk benar-benar tenggelam menikmati konten tersebut. Fitur pengendali seperti Oculus Touch atau HTC Vive controller masih baru tersedia untuk para pengembang. Tentu saja kamu berharap ketika menonton konten VR yang jauh lebih nyata, maka kamu akan merasakan seperti kamu adalah aktor pada film porno tersebut, bukan?

              Kiiroo, sebuah perusahaan asal Belanda yang membuat sesuatu imitasi yang berasal dari tubuh kita untuk digunakan sebagai sex toys. Kiiroo sendiri menggunakan teknologi teledildonics, yaitu teknologi yang bisa melakukan masturbasi tanpa kamu harus gerakkan secara manual. Sistem masturbasi akan merespon sinyal yang datang dari perangkat lain atau perangkat yang mengodekan sebuah gerakan dalam video porno.

              Film Porno Ok

              Kiiroo memang sudah memiliki konten video 2D sendiri, tetapi saat ini perusahaan Belanda itu sudah bermitra dengan BaDoink untuk melengkapi dukungannya akan VR. Ada satu produk untuk laki-laki yang dinamakan Onyx buatan Kiiroo, untuk melakukan masturbasi. Onyx mampu bersinkronisasi dengan konten porno saat terjadi gerakan yang harus membuat alat tersebut bergoyang. Selain itu, juga ada alat yang sama dari Kiiroo yang bernama Pearl, namun alat ini ditujukan untuk perempuan.

              Jika konten film porno berbasis Virtual Reality dipadukan dengan alat-alat karya Kiiroo, tentu kamu akan merasakan sesuatu yang sangat mendalam bukan? Dalam video porno biasa, kamu hanya menatap layar saja. Tetapi di sini, kamu bisa berbaring dan biarkan teknologi mengurus kesenangan seksual kamu.

              Film Porno 9

              Menciptakan Seks Dengan Hologram?

              Semua VR porn saat ini sudah tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa semua industri hiburan dewasa ingin melakukan hal yang sama. Tetapi, ternyata tidak semua pelaku industri porno meyakini hal semacam ini adalah inovasi yang menarik, salah satunya Brian Shuster, CEO dari Red Light District. Beliau mengatakan bahwa semua orang akan terpesona oleh VR porn, tetapi itu hanya untuk dua menit pertama saja, selebihnya mereka akan kembali ke konten porno biasa.

              Film Porno 10

              Perusahaan milik Shuster juga memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang bisa dan harus tersaji dari konten VR porno, berdasarkan teknologi futuristik yang terdengar oleh mereka. Akhirnya, mereka lebih memilih untuk menunggu evolusi dari video 360 derajat yang dijuluki _ Sythnolograms _. Evolusi ini harus menggunakan beberapa kamera array, sehingga nantinya pengguna akan dapat bergerak di sekitar ruangan dan menontonnya dari setiap sudut.

              Mimpi dari Shuster juga luar biasa, dia ingin membuat konten film porno berubah menjadi pemain hologram. Dia mengibaratkan, bahwa jika kamu ingin merasakan sebuah hidung manusia berada tepat di alat kelamin kamu, maka kamu juga dapat melakukannya. Wow, sesuatu yang sampai saat ini masih belum terbayang seperti apa jadinya.

              Melakukan teknik hologram ini, nantinya akan membuat aktor direkam terlebih dahulu dengan latar belakang green screen. Pembuat holo-porn juga akan menggunakan dua bentuk motion capture, salah satu dari itu yang nantinya secara khusus merekam secara khusus bagaimana tubuh berguncang dan bergerak saat beraktivitas melakukan hubungan seks.

              Nah, produk ini akan menjadi sedikit lebih ke fiksi ilmiah. Itu akan membuat pemain favorit kamu muncul secara hologram, dan bersinkronisasi layaknya Onyx dan Pearl milik Kiiroo. Sudah bisa membayangkannya?

              Konten Porno Berbasis VR di Masa Depan

              Saat ini, hanya sejumlah kecil orang yang berlangganan untuk menikmati film porno berbasis VR. Sebab, headset VR sekarang lebih condong ke arah industri game, sebab ketika bermain game dengan perangkat realitas maya, kamu bisa merasakan pengalaman yang luar biasa dibandingkan dengan konten porno virtual reality.

              Tetapi, game mungkin akan menjadi kekuatan besar untuk mendukung konten porno VR dalam industri hiburan dewasa. Sebuah survei mengatakan bahwa pada bulan Februari lalu, 53% dari responden berpikir kalau game akan meningkatkan produksi VR ke depannya. Sedangkan, 38% lainnya mengatakan bahwa konten dewasa juga akan meningkatkan produksi headset VR juga.

              Film Porno 11

              Mungkin film porno tidak akan menjadi hal mainstream, bahkan di konten VR sekalipun. Mungkin, setelah semuanya sudah menjadi terbiasa dengan VR, video porno berbasis virtual reality hanya akan terus tersedia di ruang yang sama. Setidaknya, teknologi bisa membuat penikmat film porno merasakan pengalaman yang berbeda bukan?

              Setelah semua penjelasan yang dijabarkan, apakah kamu mengerti tentang hal tersebut? Share pendapat kamu di bawah ya.

              APPS TERKAIT
              Sexy Academy Icon
              Sexy Academy 1.1.0
              Games Xiao Junyun
              Nontonlagi_logo
              Nonton Film Online 3.0.0
              Apps nonton.com
              Cinema21
              Cinema 21 1.2.11
              Apps Cinema21
              Telkomsel Moovigo Icon Icon
              Telkomsel Moovigo 1.2.2
              Apps Telkomsel

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal