5 Kontroversi Dunia Metaverse Paling Menghebohkan, Ada Pemerkosaan hingga Munculnya Kabah!

Default

Metaverse mengusung cara baru berinteraksi dengan orang-orang di dunia maya. Di dalamnya, kamu bisa bereksplorasi dalam dunia virtual tanpa batas, melakukan pertemuan dengan orang-orang secara online, bahkan melakukan transaksi di dunia virtual tersebut.

Metaverse kian mendapatkan pamor sejak Facebook berubah nama menjadi Meta. Perubahan nama tersebut sebagai cara perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu untuk memperluas kesadaran masyarakat dunia terhadap dunia metaverse.

Kendati mengangkat terobosan yang berguna bagi warganet di seluruh dunia, tetap saja ada kontroversi yang menghiasi perjalanan metaverse ini. Salah satunya yang paling baru ialah kemunculan Ka'bah yang dapat dikunjungi oleh pengguna di dunia metaverse.

Selain munculnya Ka'bah di jagat metaverse, ada sejumlah kontroversi lainnya yang perlu kamu ketahui, geng. Simak yuk, beberapa kontroversi yang muncul berkaitan dengan metaverse!

1. Munculnya Ka'bah Virtual

TRT World 4572e
Sumber foto: TRT World

Ka'bah versi metaverse menjadi kontroversi di kalangan Muslim di seluruh dunia usai acara "Virtual Black Stone Initiative" Arab Saudi pada Desember 2021. Tujuan dimunculkannya Ka'bah ke dalam metaverse memungkinkan pengguna melihat secara virtual batu yang disebut Hajr Aswad, atau Batu Hitam di kota Mekah.

Inisiatif ini memungkinkan umat Islam untuk merasakan Hajr Aswad secara virtual sebelum ziarah ke Mekah, kata pejabat Saudi dalam sebuah pernyataan saat mengumumkan inisiatif tersebut.

Kalau Ka'bah sudah ada di metaverse, lalu muncul pertanyaan bagaimana kalau ibadah Haji juga dilakukan di metaverse? Topik ini cukup ramai di Timur Tengah, sampai ulama Turki angkat bicara.

Diwartakan Hurriyet Daily News Turki, Departemen Urusan Agama Turki (Diyanet) melakukan pengkajian dan mengeluarkan keputusan bahwa mendatangi Ka'bah di dunia metaverse tidaklah dianggap sebagai menjalani ibadah haji.

2. Perempuan Ngaku Diperkosa di Metaverse

Criptoides F7359
Sumber foto: Criptoides

Perempuan bernama Nina Jane Patel asal Inggris mengaku bahwa dirinya mengalami pelecehan di dunia metaverse.

Ia bahkan telah menuliskan pengalaman tak menyenangkan tersebut dalam sebuah posting Medium. Nina berbicara tentang "dilecehkan secara verbal dan seksual" oleh tiga atau empat avatar pria di Horizon Venues of Meta.

"Dalam waktu 60 detik setelah bergabung, aku mengalami pelecehan verbal dan seksual yang dilakukan oleh tiga hingga empat avatar pria dengan suara pria. Tak hanya itu, mereka memperkosa avatarku secara virtual dan mengambil beberapa foto. Saat aku berusaha untuk menghindar, mereka berseru, 'tak usah pura-pura tak menyukainya'," terang perempuan berusia 43 tahun itu.

Nina merupakan seorang psikoterapis yang melangsungkan penelitian di Metaverse. Ia mengaku syok dengan kejadian ini, geng. Ngeri banget, ya?

3. Bisa Beli Tanah Virtual

BizIn 59e5e
Sumber foto: BizIn

Metaverse memungkinkan terjadinya transaksi di antara para pengguna, geng. Benda perniagaan yang dijual bisa terkait aset digital, salah satunya lahan virtual. Nilai investasi di sektor lahan virtual pada dunia Metaverse kabarnya mengalami kenaikan secara signifikan.

Akan tetapi, kritikus menyampaikan alasan mereka bahwa "ledakan real estat metaverse saat ini adalah pasar spekulasi". Dengan demikian, hal ini dianggap terlalu berisiko dan nilai jangka panjang masih dipertanyakan.

Sebagai contoh, sebidang tanah di Snoopverse, yang belum lama ini telah terjual seharga 450 ribu dolar AS atau setara Rp6,4 miliar. Snoopverse merupakan lahan virtual milik rapper Snoop Dogg yang ada dalam platform The Sandbox.

Tidak hanya itu, perusahaan real estate yang berfokus pada pengembangan dunia virtual, Metaverse Group juga dilaporkan membeli sebidang tanah di Decentraland seharga 2,43 juta dolar AS atau setara dengan Rp34,7 miliar. Harga yang sangat fantastis ya geng!

4. Metaverse Dituding Sebagai Penipuan

Plugavel 1 A680a
Sumber foto: Plugavel

Metaverse sejatinya bukanlah hal baru karena konsep dunia virtual semacam ini sudah diungkap pada 1992, ketika penulis sci-fi Neal Stephenson menciptakan istilah 'metaverse' untuk menggambarkan 3D ruang maya.

Istilah metaverse pada hari ini kemudian meledak di tengah munculnya perangkat penunjang seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), cryptocurrency dan internet, seperti dikutip dari Cnbctv18.

Metaverse diprediksi hanya sekedar hiburan dan kepopulerannya akan memudar seiring berjalannya waktu. Sehingga, nilai aset virtual yang terjadi di dalamnya juga akan terpengaruh berdasarkan hype.

Bahkan Elon Musk, orang terkaya di dunia mengejek gagasan metaverse. Dia menambahkan bahwa dia tidak berpikir orang ingin tinggal di dunia maya terlalu lama, setidaknya, tidak dalam keadaan saat ini di mana kita harus memasang layar di wajah kita.

Keadaan metaverse saat ini telah bergeser ke arah pengambilan keuntungan yang cepat dan kurang pada utilitas teknologi. Metaverse masih berada di ranah spekulasi tinggi dan seiring waktu, hanya beberapa teknologi dan perkembangan yang dapat bertahan, dikutip Medium.

5. Jadi Sarang Bullying

Expat Guide Turkey C8089
Sumber foto: Expat Guide Turkey

Perilaku buruk di metaverse bisa menjadi lebih parah dibandingkan pelecehan dan bullying secara daring saat ini.

Ini dikarenakan realitas virtual membawa orang ke dalam lingkungan digital, di mana sentuhan yang tidak diinginkan di dunia digital dapat dibuat terasa nyata serta pengalaman sensorik yang ditingkatkan.

"Ketika sesuatu yang buruk terjadi, ketika seseorang datang dan meraba-raba Anda, pikiran Anda menipu Anda untuk berpikir bahwa itu terjadi di dunia nyata," ujar Chanelle Siggens, salah satu pengguna metaverse yang menceritakan kejadian tidak menyenangkan kepada New York Times.

Perilaku buruk dalam game dan dalam realitas virtual bukanlah hal baru. Meta dan perusahaan besar lainnya menjadikan metaverse sebagai platform masa depan mereka, masalah terkait dengan bullying atau intimidasi kemungkinan akan semakin besar.

Akhir Kata

Itulah sederet kontroversi metaverse yang perlu kamu ketahui ya, geng. Setidaknya dengan mengetahui kontroversi ini, kamu bisa berhati-hati apabila ingin terjun langsung bermain di metaverse.

Ketahui juga hal-hal terkait pandangan pengamat atau ahli maupun kritikus agar kamu tidak menyesal sebelum membeli lahan virtual ya, geng.

Baca juga artikel seputar News, atau artikel menarik lainnya dari Ahmad Luthfi.

BACA JUGA

Orang Kepercayaan Mark Zuckerberg Mundur dari Proyek Metaverse, Ada Apa?

Perempuan Ini Ngaku Diperkosa di Dunia Metaverse, Sampai Trauma!

Gara-gara Saham Meta Anjlok, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp417 Triliun

Serangan DDoS Hacker AS Bikin Lumpuh Internet di Korea Utara, dalam Rangka Balas Dendam?.

Apa Itu The Picture NASA Took on My Birthday yang Viral di Media Sosial? Begini Cara Membuatnya

Apa Itu Nationality Challenge? Tren Filter Terbaru yang Seru, Viral di Instagram dan TikTok

ARTIKEL TERKAIT
Anang Ashanty Bisnis Nft Dan Metaverse 7c68d
Anang-Ashanty Serius Geluti Bisnis NFT dan Metaverse, Kini Punya Token Sendiri!
Toko Virtual Samsung 71948
Buka Toko Virtual di Decentraland, Samsung Kini Ikut Bergabung Ke Metaverse!
Msi Seri Laptop Gaming Dan Creator Baru 2022 1e385
Daftar dan Spesifikasi Laptop MSI Terbaru 2022 Indonesia, Siap Akomodasi Gamer dan Kreator Metaverse!
Google Siapkan Kacamata Pintar 07c39
Google Akuisisi Perusahaan Kacamata Pintar North, Tanda Gabung Metaverse?
Hurriyetdailynews Istanbul 1 Fca7b
Heboh Muncul Kakbah di Metaverse, Bisa Naik Haji Virtual?
Jenis Profesi Paling Dibutuhkan Di Era Metaverse 08877
Jangan Ketinggalan Zaman, Inilah 6 Profesi yang Paling Dibutuhkan di Era Metaverse!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal