Indonesia Jual Samurai Bond Rp13,21 Triliun di Jepang | Dubes RI: Pencapaian Positif!

Default

Kabar baik datang dari perekonomian tanah air. Seperti yang telah diketahui, Indonesia berhasil menerbitkan 5 seri Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi Yen Jepang (Samurai Bonds) pada Juli 2020.

Nah, baru-baru ini, untuk kedua kalinya (sejak dilanda pandemi Covid-19), pemerintah Republik Indonesia kembali sukses menerbitkan Samurai Bonds.

Penerbitan Samurai Bonds kali ini berhasil mencetak benchmark size sebesar 100 miliar Yen Jepang atau senilai dengan Rp13,21 triliun yang ke-7 kali sejak tahun 2015.

Penerbitan Samurai Bonds 8d144

Sumber foto: Wikipedia

Hal tersebut tentu saja membuktikan kepercayaan para investor atas kredibilitas ekonomi Indonesia.

Meskipun Jepang tengah mengalami state of emergency ke-3, tetapi kehadiran Indonesia untuk menerbitkan Samurai Bonds di pasar Jepang adalah momentum yang tepat.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang, Heri Akhmadi menganggap hal itu sebagai suatu pencapaian positif yang pasti akan didukung olehnya.

Ia memastikan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo akan senantiasa mengkomunikasikan perkembangan positif perekonomian Indonesia kepada Pemerintah Jepang.

Terlebih hal-hal mengenai pengelolaan investasi yang masuk untuk pembiayaan pembangunan di seluruh Indonesia.

"KBRI turut aktif mengomunikasikan perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia kepada Pemerintah dan Swasta Jepang," ucap Dubes Heri Akhmadi.

"Termasuk mengampanyekan good governance pengelolaan investasi yang prudent oleh Pemerintah kepada investor dan prospektus investor Jepang," sambungnya.

"Komitmen diplomasi ekonomi Indonesia ini terus kami jalankan untuk suksesnya pemulihan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19," tegasnya.

Penerbitan Samurai Bonds yang kali ini bertujuan untuk membiayai defisit APBN 2021, termasuk untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu Joint Lead Manager dari Samurai Bonds mengatakan bahwa para investor di Jepang menunjukkan minat yang kuat terhadap Samurai Bonds terbitan Indonesia.

"Ini terlihat dari peningkatan kenyamanan dari komitmen konsistensi Indonesia di pasar Samurai Jepang. Termasuk prospek ekonomi yang membaik di tengah pandemi," tuturnya.

Adapun sejumlah Joint Lead Arrangers di dalam transaksi ini adalah Daiwa Securities Co Ltd, Mizuho Securities Co Ltd, Nomura Securities Co Ltd, and SMBC Nikko Securities Inc.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia Luky Alfirman menjelaskan bahwa penerbitan Samurai Bonds tahun ini memang cukup menantang.

Pasalnya, penerbitan itu dilakukan di tengah kondisi global yang masih mengalami fluktuasi perkembangan ekonomi akibat pandemi Covid-19, termasuk status state of emergency di Jepang.

Luky Alfirman juga mengapresiasi peran aktif dari Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi di dalam menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah maupun pihak swasta di Jepang.

"Alhamdulillah, Indonesia berhasil menerbitkan Samurai Bond disertai berbagai rekor pencapaian," ucap Luky Alfirman.

"Pencapaian itu tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang solid, credit story yang bagus, serta keberhasilan kita dalam menjaga komunikasi yang baik dengan investor," lanjutnya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Dubes RI Heri Akhmadi, yang aktif menjaga kepercayaan investor Jepang selama ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, nominal penerbitan selama tenor 3 tahun terakhir merupakan yang terkecil di dalam sejarah penerbitan Samurai Bonds Pemerintah Indonesia.

Sekitar 70% dari total nominal penerbitan kali ini, berada di tenor 5 tahun ke atas.

Berkurangnya dominasi tenor pendek ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Tercapai pula spread terhadap Yen Swap dan kupon terendah untuk seluruh tenor di dalam sejarah penerbitan Samurai Bonds oleh Indonesia tanpa adanya JBIC guarantee.

Kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan Samurai Bonds untuk tenor 10 tahun adalah 0,89%.

Kupon ini masih lebih rendah jika dibandingkan penerbitan Samurai Bonds 10 tahun dengan JBIC guarantee pada tahun 2015 yang berada di level 0,91%.

Di sisi lain, terdapat jumlah permintaan investor yang signifikan, bahkan sampai terjadi oversubscribe sebesar 1,6 kali pada transaksi kali ini.

Pemerintah mulai memasarkan penerbitan Samurai Bonds secara resmi pada Selasa (18/05/2021) lalu.

Pelaksanaannya dilakukan selama 3 hari dengan mempertimbangkan permintaan solid dari investor asal Jepang maupun yang berasal dari luar Jepang.

Pemerintah Indonesia juga memutuskan untuk mempersempit final guidance ke level terendah dari hampir semua seri.

Meskipun harga akhir yang ditawarkan pemerintah teramat ketat, tetapi minat investor masih cukup tinggi. Hal itu terbukti dari bid-to-cover ratio yang mencapai 1,6 kali.

Sebelum transaksi dilakukan, pemerintah Indonesia melakukan non-deal roadshow dengan 2 format, yaitu: online group meeting atau one-on-one meeting dengan para investor Jepang secara virtual.

Keberhasilan penyelenggaraan roadshow tersebut berdampak positif terhadap keragaman jenis investor yang berpartisipasi di dalam penerbitan Samurai Bonds ini.

Berdasarkan jenisnya, investor di transaksi kali ini terdiri dari:

  • City banks (22.2%)
  • Asuransi (7.0%)
  • Asset managers (31.1%)
  • Central cooperatives (7.0%)
  • Central banks (4.0%)
  • Public funds (0.2%)
  • Shinkin banks/regional banks (8.9%)
  • Lain-lain (19.6%)

Dari total investor yang ada, pemerintah mencatatkan 17,7% di antaranya berasal dari luar Jepang.

Baca juga artikel News atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

ARTIKEL TERKAIT
Surat Utang Negara 2e125
Surat Utang Negara: Pengertian, Untung Rugi, & Cara Beli | Minim Risiko!
Obligasi Ritel Indonesia 35bb8
Obligasi Ritel Indonesia (ORI): Pengertian, Keuntungan, Risiko, dan Cara Membelinya
Perbedaan Saham Dan Obligasi 8dcb6
Perbedaan Saham dan Obligasi Terlengkap 2021 | Mana yang Menguntungkan?
Cara Investasi Saham Luar Negeri 0c8ee
Cara Beli Saham Luar Negeri dengan Mudah dan Aman
Cara Beli Saham IPO 0e32e
Cara Beli Saham IPO di Indo Premier Demi Masa Depan Cerah
Pasar Modal Syariah D8ff6
Pengertian Pasar Modal Syariah & Jenis Produknya | Solusi Investasi Bebas Riba!
Tags Terkait: beritaberita update
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal