J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Usai Seabad Menghilang, Burung Hantu Langka Ini Kembali!

Selasa, 18 Mei 2021, 12:45 WIB
Usai satu abad menghilang tanpa kabar, burung hantu ini kembali ke kawasan pertama dirinya ditemukan.

Setelah lebih dari 1 abad menghilang, burung hantu subspesies Borneo dari jenis Rajah Scops (Otus brookii) yang pertama kali diidentifikasi di pegunungan Sabah, Malaysia kembali menampakkan diri.

Penemuan tersebut dilaporkan para ilmuwan dan dibagikan melalui jurnal penelitian The Wilson Journal of Ornithology.

Laporan itu mengungkapkan dokumentasi dari burung hantu yang eksistensinya pertama kali terlacak pada tahun 1892 dan kemudian lama menjadi misteri.

Ketika ditemukan pada 129 tahun lalu, para ilmuwan belum berhasil menangkap penampakan Rajah scops di alam liar menggunakan lensa kamera.

Pada tahun 2016, barulah sekelompok ilmuwan berhasil mendokumentasikan kemunculan Otus brookii.

Lebih dari 100 tahun silam, subspesies Borneo dari Rajah scops-owl (Otus brookii) itu berhasil diidentifikasi di pegunungan Sabah, Malaysia pada ketinggian 1.650 meter.

Pada Rabu (04/06/2016) silam, penemuan kembali burung hantu Rajah Scops itu menjadi bagian dari studi 10 tahun evolusi sejarah kehidupan burung di Gunung Kinabalu di Malaysia.

Proyek penelitian pimpinan Thomas E. Martin, ahli biologi satwa liar University of Montana itu membutuhkan pengumpulan informasi ekologi tentang burung dan pencarian sarangnya secara intensif.

Setelah bertahun-tahun meneliti, tim ilmuwan tidak sengaja menemukan Otus brookii.

Seorang ahli ekologi burung di Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI), Andy Boyce kala itu tengah bekerja di laboratorium Taman Nasional Kinabalu.

Saat itu juga ia mendapatkan informasi dari teknisinya bahwa ada burung hantu yang penampilannya jauh berbeda dari burung hantu gunung pada umumnya.

"Saat saya mendapat telepon tentang 'burung hantu aneh', saya berada di laboratorium di taman yang mengukur tingkat metabolisme dan toleransi dingin untuk beberapa spesies umum," ujar Boyce.

Ketika sampai di lokasi penemuan, Boyce menemukan hal yang super istimewa.

"Saya terpesona oleh hal-hal kecil ornitologi dan hal-hal kecil dari burung hantu yang hilang ini," ungkap dia.

Boyce menuturkan bahwa dirinya menyimpan informasi terkait spesies burung hantu Rajah scops itu di dalam otaknya selama bertahun-tahun.

Jadi, ia mengaku sangat senang bukan kepalang karena bisa berada di lokasi ketika spesies langka itu muncul.

Penemuan itu akhirnya menghasilkan foto pertama dari burung hantu Rajah Kalimantan. Boyce menyatakan bahwa temuan itu mengembangkan kondisi emosionalnya dengan cepat.

"Saya terkejut dan gembira luar biasa karena kami menemukan burung mitos ini, kemudian saya harus mendokumentasikannya secepat yang saya bisa," ujar Boyce seperti dikutip News Mongabay.

Pertemuan dengan burung hantu yang sulit ditangkap itu hanya berlangsung selama 2 jam sebelum akhirnya ia kembali terbang ke bagian hutan yang lain.

Sejak itu, spesies burung hantu Rajah scops tidak ditemukan lagi.

Burung hantu Rajah scops sendiri merupakan burung kecil dengan berat 100 gram dan panjang sampai 24 sentimeter.

Burung imut ini tampil mencolok dengan bulu rufous, jambul telinga yang khas dengan sisi dalam berwarna putih, guratan hitam di dada, dan mata kuning yang tajam.

Ekologi dari burung hantu Rajah scops ini ternyata berasal dari subspesies Sumatra (O. b. Solokensis).

Berdasarkan Red List IUCN, status perlindungan burung hantu Rajah scops sendiri saat ini terdaftar di dalam kategori yang paling tidak diperhatikan.

Meskipun telah kembali menampakkan dirinya, sayangnya hutan yang menjadi tempatnya bernaung justru tengah berada di bawah tekanan deforestasi dan perubahan iklim.

Hal tersebut tentu saja berpotensi untuk mengancam penyusutan habitat burung hantu langka itu.

Baca juga artikel News atau artikel menarik lainnya dari Brenda Prima.

BACA JUGA

7 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Diklaim Barat | Fakta Sejarah Membuktikan!

Download WhatsApp GB (GB WA) v15.1.3 Anti Banned | Banyak Fitur Rahasia!

5 Artis Indonesia yang Pernah Jadi Kru TV | Memang Bakat Terkenal!

13 Game Penghasil Uang Tercepat Tanpa Modal di 2021, Cuan Ngalir!

10 Fakta Unik Antarktika | Jangan Sampai Typo!

ARTIKEL TERKAIT
Orangutan Tapanuli 60c61
Cuma Hidup di Sumatra, Orangutan Tapanuli Terancam Punah!
Untitled Design 2021 03 03t081125 621 28fa5
Dikira Punah, Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan Lagi Setelah 172 Tahun!
Macan Tutul Jawa Terekam Kamera Banner 5265e
Macan Tutul Jawa yang Terancam Punah Tertangkap Kamera, Penampakan Langka!
Orangutan Jawa 07e4b
Orangutan Sumatera yang Terancam Punah, Dikabarkan Melahirkan di AS!
Katak Berukuran Bayi Manusia Af570
Habitat Terancam, Katak Seukuran Bayi Manusia Masuk Pemukiman?!
Apple Maps Victim Skull Desert 13554439834
Konon Gadget Ini Bisa Cegah Kepunahan Manusia, Secanggih Apa?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal