Dikira Punah, Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan Lagi Setelah 172 Tahun!

Penemuan burung pelanduk Kalimantan yang tak disengaja oleh dua warga Kalimantan telah dikonfirmasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), seperti dilaporkan Tribun pada Selasa (02/03/2021).

Hal tersebut disampaikan oleh Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Pertama, Balai Taman Nasional Sebangau, Teguh Willy Nugroho dalam sebuah konferensi pers yang dilakukan secara daring.

Pasca ditemukannya burung endemik Kalimantan yang telah hilang selama 172 tahun itu pada Oktober 2020, KLHK akhirnya berhasil mengidentifikasi laporan tersebut.

Adapun laporan penemuan dibuat oleh Muhammad Suranto dan Muhammad Rizky Fauzan yang tak sengaja menemukan burung pelanduk Kalimantan.

Mereka berdua melihat burung tersebut ketika sedang mengumpulkan hasil hutan di sekitar tempat tinggal mereka dan menangkapnya untuk mengambil beberapa foto sebelum dilepaskan kembali.

Keduanya lantas menghubungi kelompok pengamat burung setempat, yaitu BW Galeatus dan Birdpacker yang memperkirakan itu adalah Pelanduk Kalimantan yang sudah dianggap punah.

Suranto dan Rizky Fauzan tak menyangka bahwa yang mereka temukan adalah spesies yang sangat istimewa.

Burung Pelanduk Kalimantan Ditemukan D1572
Sumber foto: Ayobandung

Burung yang memiliki nama latin Malacocincla perspicillata tersebut termasuk ke dalam jenis burung kicau yang telah digambarkan karakteristiknya oleh ahli ornitologi, Charles Lucien Bonaparte pada tahun 2050.

Melansir Kompas, deskripsi tersebut dilakukan sesuai dengan spesimen yang dikumpulkan pada tahun 1840-an oleh seorang ahli geologi dan naturalis Jerman bernama Carl A.L.M. Schwaner selama ekspedisinya ke Hindia Timur.

Sejak saat itulah tidak ada lagi spesimen atau kemunculan burung pelanduk Kalimantan hingga asal-usulnya bahkan tak diketahui.

Awalnya diduga di Jawa, tapi seorang ahli ornitologi Swiss, Johan Buttikofer pada 1895 menunjukkan bahwa Schwaner tengah berada di Kalimantan saat menemukan spesies burung itu dalam ekspedisinya.

Literatur yang ada menggambarkan burung pelanduk berukuran kecil dengan panjang sekitar 16 centimeter dan memiliki sayap serta ekor pelanduk pendek.

Tubuhnya berwarna coklat dengan burik abu-abu di perut, iris mata berwarna kuning, paruh hitam, dan kaki merah muda dengan mahkota berwarna coklat di atas kepala - sesuai yang dijelaskan Kumparan.

Burung Pelanduk Kalimantan 172 Tahun Hilang 8a117

Seorang perwakilan kelompok konservasi burung Indonesia, Birdpacker Panji Gusti Akbar menyebut penemuan ini menegaskan asal burung pelanduk yang sebenarnya, yaitu di Kalimantan bagian tenggara.

"Kami sekarang juga tahu seperti apa rupa Pelanduk Kalimantan. Burung yang difoto itu menunjukkan beberapa perbedaan dari satu-satunya spesimen yang diketahui, khususnya warna iris, paruh dan kaki. Ketiga bagian tubuh burung ini diketahui telah kehilangan warnanya dan sering kali diwarnai secara buatan selama proses taksidermi," tambah Panji.

Tokoh lainnya yakni Mohammad Irham selaku peneliti bidang ornitologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan hal ini adalah pertanda baik lantaran spesies burung yang sudah sangat langka - bahkan dikira hilang - itu masih dapat ditemukan.

Selain itu, Irham mengatakan adanya potensi yang sangat besar bagi konservasi burung-burung di Indonesia karena masih ada habitat-habitat di Kalimantan yang cocok dengan berbagai jenis burung.

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal