Perusahaan Gadget Huawei Siap Kembangkan Sayap ke Industri Mobil Listrik

Default

Perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei dilaporkan berencana meluncurkan beberapa model mobil listrik dengan mereknya sendiri yang akan dirilis sebelum akhir tahun ini.

Diberitakan oleh Business Insider, Huawei tengah terlibat dalam sebuah pembicaraan dengan Chang'an Automobiles, perusahaan otomotif yang merupakan BUMN milik China dan perusahaan otomotif Tiongkok lainnya, BAIC BluePark New Energy Technology.

Diskusi tersebut membahas mengenai penggunaan pabrik milik dua perusahaan tersebut untuk memproduksi electric xehicle (EV) atau kendaraan listrik.

Richard Yu, kepala grup bisnis konsumen Huawei yang memimpin perusahaan itu menjadi salah satu produsen smartphone terbesar di dunia dilaporkan mengalihkan fokusnya ke EV.

EV yang diproduksi akan menargetkan segmen pasar massal yang mengisyaratkan mobil listrik produksi Huawei akan dijual dengan harga terjangkau.

Berita tersebut diperoleh dari sumber lainnya yang menolak disebut namanya karena diskusi ini bersifat pribadi.

Mobil Listrik Huawei 26a47

Rencana ini tampaknya merupakan salah satu strategi Huawei untuk mengeksplorasi perubahan strategis pasca Amerika memblokirnya hampir dua tahun lamanya.

Saat itu, ponsel keluaran Huawei dilarang peredarannya di AS dan negara-negara sekutunya lantaran dicurigai dapat digunakan pemerintah China untuk memata-matai mereka melalui jaringan 5G-nya.

Namun, seorang juru bicara dari pihak Huawei justru membantah rencana perusahaan untuk merancang EV ataupun memproduksi kendaraan bermerek Huawei.

Menurut sumber tersebut, Huawei hanya akan menjadi penyedia komponen yang berorientasi pada mobil digital.

Di sisi lain, Chang'an dan BAIC BluePark hingga saat ini menolak untuk memberikan tanggapannya terkait isu ini.

Teknologi Terkait Mobil Listrik yang Dikembangkan Huawei

Huawei Rilis Mobil Listrik B3ce2

Jika pemberitaan di atas adalah benar, maka ambisi Huawei ini selaras dengan visi Beijing untuk mempromosikan kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara di China.

Penjualan new energy vehicles (NEV) atau kendaraan energi baru termasuk baterai dan sel bahan bakarnya ditargetkan China akan mencapai 20% pada tahun 2025.

Huawei sendiri telah mengembangkan sejumlah teknologi untuk EV selama bertahun-tahun termasuk sistem perangkat lunak dalam mobil, sensor untuk mobil, serta perangkat keras komunikasi 5G.

Selain itu, Huawei juga terlah menjalin kemitraan dengan para produsen mobil seperti Daimler AG, General Motors Co, dan SAIC Motor untuk mengembangkan teknologi mobil pintar.

Electric Vehicle Huawei 54708

Bahkan, menurut Reuters Huawei juga telah mempercepat perekrutan insinyur untuk teknologi terkait mobil sejak tahun 2018.

Metode pengisian antar kendaraan listrik, mekanisme pengecekan baterai, dan dua penemuan lain yang dibuat Huawei telah membuatnya dianugerahi empat paten pada akhir Februari 2021.

Dengan seluruh teknologi yang pernah dikembangkan Huawei dalam sektor EV ditambah lagi dengan peluang dibukanya gerbang izin Amerika untuknya, bukanlah hal yang aneh jika akhirnya Huawei ingin mengembangkan mobil EV-nya sendiri.

Jadi, apakah Huawei akan benar-benar banting setir ke ranah mobil listrik dan mengembalikan kepercayaan AS terhadapnya? Kita tunggu saja, geng!

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal