J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Tesla Pilih India, Batal Bikin Pabrik di Indonesia? | Gagal Pendekatan?

Kamis, 18 Feb 2021, 14:00 WIB
Tesla pilih India sebagai lokasi untuk produksi pabrik kendaraan listrik, apakah artinya mereka batal bikin pabrik di Indonesia? Simak faktanya di sini.

Tampaknya usaha pemerintah Indonesia untuk menggaet perusahaan Tesla Inc, produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, harus lebih gencar dan serius.

Pasalnya, berdasarkan dokumen pemerintah India yang diterima oleh Reuters, dikabarkan kalau Tesla akan membuka pabrik mobil listriknya di Karnataka, India.

Bahkan Tesla Motors India dan Energy Private Limited diketahui pada bulan lalu telah mendaftarkan kantornya di Kota Bengaluru, Karnataka, India.

Dalam cuitannya yang telah dihapus, Ketua Menteri Karnataka, Bookanakere Siddalingappa Yeddyurappa menyatakan Tesla akan memulai operasinya di India dengan unit penelitian dan pengembangan (R&D) di Bengaluru.

CEO Tesla, Elon Musk, sempat mengirimkan tweet beberapa waktu lalu mengenai perusahaan itu yang akan segera mendarat di India.

Bahkan Desember lalu, Elon Musk juga mengonfirmasi melalui Twitter kalau Tesla akan meluncur di negara India pada tahun 2021.

Sebagai informasi, India memang diketahui berusaha mengurangi polusi dan ketergantungan minyak, sehingga mereka berupaya mempromosikan kendaraan listrik.

Sayangnya, upaya tersebut harus terkendala investasi di bidang infrastruktur dan manufaktur seperti stasiun pengisian daya ulang.

Untuk mengakali hal tersebut, India tahun lalu disebut berencana menawarkan insentif senilai 4,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp64,6 triliun untuk perusahaan yang mendirikan fasilitas manufaktur baterai canggih.

Pemerintah Indonesia Lakukan Pendekatan

Tesla Batal Bikin Pabrik 7884c

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto dan Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, Agus Tjahajana Wirakusumah menjelaskan perkembangan pemerintah Indonesia dalam melakukan pendekatan pada Tesla untuk ikut berinvestasi di Tanah Air.

Berbeda dengan India, di Indonesia Tesla disebut lebih tertarik untuk investasi di bidang sistem penyimpanan energi (Energi Storage System/ ESS).

ESS ini mirip seperti 'power bank' dengan giga baterai berukuran besar yang dapat menyimpan tenaga listrik yang mencapai ratusan mega watt (MW).

Selain itu ESS dapat dijadikan sebagai stabilisator untuk pengganti pembangkit peaker atau penopang beban puncak.

"Dengan Tesla, kita juga sedang dalam tahap negosiasi. Tesla baru belakangan masuk (menyatakan minat). Kita lagi pelajari dia mau masuknya ke mana. Dari pembicaraan kemarin, mereka sepertinya mau masuk ke ESS," terang Agus Tjahajana dalam diskusi dengan media di webinar "EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia" seperti yang dikutip dalam CNBC Indonesia.

Apakah akan ada kabar baik kalau Tesla tetap akan lanjut untuk berinvestasi di Indonesia? Kita nantikan saja kabar terbarunya.

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal