J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Benarkah Situs KPU Diretas Hacker Untuk Memenangkan Jokowi? Ini Buktinya!

              Benarkah Situs KPU Diretas Hacker Untuk Memenangkan Jokowi? Ini Buktinya!

              00
              Selasa, 23 Apr 2019, 10:00 WIB
              Isu yang beredar mengenai peretasan yang dilakukan oleh hacker terhadap situs resmi KPU ramai dibicarakan oleh publik. Sebenarnya apa, sih, usaha yang dilakukan oleh hacker untuk meretas situs ini? Yuk, disimak penjelasannya, geng!

              Setelah pemilu 2019 sukses dilaksanakan pada tanggal 17 April lalu, rupanya eforia masyarakat akan momen yang terjadi lima tahun sekali itu masih terasa hingga saat ini.

              Masyarakat berbondong-bondong memantau hasil penghitungan suara cepat yang dirilis oleh beberapa lembaga survei, juga hasil real count yang dirilis di situs resmi milik KPU.

              Data hasil hitung suara yang ditampilkan pada situs resmi KPU tersebut menampilkan info bahwa pasangan capres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf memiliki jumlah suara yang lebih unggul.

              hasil_real_count_kpu

              Menanggapi hal tersebut, banyak kabar beredar bahwa server KPU telah diretas dan di-setting agar memenangkan pasangan capres nomor urut 01 itu.

              Tuduhan tersebut diperkuat lagi oleh kondisi situs KPU yang sempat beberapa kali mengalami down hingga sulit untuk diakses.

              Sebenarnya bagaimana cara hacker dalam mereats situs KPU? Dan seberapa aman situs tersebut dalam mengantisipasi hal ini?

              Usaha Hacker Meretas Situs KPU

              Isu mengenai situs KPU yang diretas merupakan permasalahan umum yang sering terjadi di masa-masa pemilu, termasuk yang terjadi pada pemilu 2019 ini.

              Bahkan kabarnya, serangan yang mengarah pada situs KPU ini ada saja setiap harinya lho, geng.

              Lalu, seperti apa usaha yang dilakukan oleh hacker untuk meretas situs KPU kali ini?

              Serangan DDoS

              serangan_ddos_di_situs_kpu

              Pada dasarnya, meskipun serangan hacker ini menyerang situs KPU hampir setiap hari, namun bentuk serangan yang dilakukan selalu sama.

              Para hacker tersebut menyerang dengan membuat situs KPU down sehingga sulit diakses oleh publik.

              Usaha hacker dengan cara ini disebut dengan istilah serangan DDoS (Distributed Denial of Service).

              Serangan ini memiliki cara kerja berupa percobaan penyerangan dari beberapa sistem komputer yang menargetkan sebuah server tertentu agar jumlah traffic-nya menjadi terlalu tinggi.

              Dengan begitu, server tidak dapat meng-handle request dan situs sulit untuk diakses oleh publik.

              Serangan DDoS ini dilakukan dengan menggunakan beberapa sistem komputer yang digunakan sebagai sumber serangan.

              Jika diibaratkan, serangan ini layaknya kemacetan lalu lintas yang menghambat pegemudi untuk tiba di lokasi tujuan yang diinginkan dengan tepat waktu.

              Selain serangan itu, tidak ada lagi bentuk usaha lain dari para hacker untuk meretas situs resmi KPU.

              Seberapa Aman Situs KPU?

              Mengingat percobaan peretasan situs KPU sering terjadi di masa-masa pemilu, oleh karena itu tim IT KPU telah mengantisipasi kondisi ini dengan menerapkan sistem keamanan untuk situsnya.

              Lalu, sebenarnya seberapa aman, sih, situs KPU dalam menyajikan hasil perhitungan real count dalam situsnya?

              1. Formulir C1 dalam format foto

              format_foto

              Bagi kamu yang mengira bahwa server KPU telah diretas dan disetting agar mememangkan pasangan capres tertentu, jawabannya adalah tidak.

              Hal itu dikarenakan hasil final perhitungan suara formulir C1 yang diunggah ke server atau situs KPU yaitu dalam format foto, sehingga tidak mungkin dapat bisa diubah begitu saja oleh hacker.

              2. Perhitungan suara berbasis manual

              perhitungan_manual

              Situs KPU yang sering mengalami down dicurigai akan mempengaruhi ke hasil perhitungan real count yang ditampilkan di situs KPU.

              Faktanya, sistem perhitungan suara di KPU masih berbasis manual atau berbasis rekapitulasi dari dokumen formulir yang dilakukan secara berkala.

              Sementara, untuk sistem IT sendiri hanya membantu untuk mempublikasikan saja sehingga tidak ada kaitannya antara proses perhitungan dengan sistem IT.

              Oleh karena itu, kalaupun situs atau server KPU diretas tetapi hal itu tidak akan berpengaruh ke hasil pemilu karena situs KPU sifatnya hanya menampilkan saja, sementara prosesnya sendiri tetap manual.

              3. Memiliki sistem kemanan anti DDoS

              anti_ddos

              Antisipasi lain yang dilakukan oleh tim IT KPU adalah dengan menerapkan sistem keamanan anti DDoS untuk situs KPU.

              Meskipun demikian, nyatanya sistem keamanan ini belum benar-benar ampuh dalam mengantisipasi serangan-serangan yang masuk.

              Hal itu dibuktikan dengan permasalahan situs KPU yang belakangan ini masih sering mengalami down.

              Akhir Kata

              Sampai saat ini isu mengenai situs KPU yang diretas untuk menguntungkan pasangan capres baik nomor urut 01 ataupun 02 adalah hoax, ya, geng.

              Kalapun situs KPU diretas, hal itu hanya berupa serangan DDoS yang tidak memiliki pengaruh terhadap hasil perhitungan suara.

              Jadi, baik capres 01 (Jokowi) atau capres 02 (Prabowo) sama-sama tidak diuntungkan dengan kejadian ini.

              Itulah tadi fakta-fakta di balik isu peretasan yang dilakukan oleh hacker di situs resmi KPU.

              Sebelum termakan oleh hoax yang beredar, mending kamu cari tahu dulu kebenarannya, geng.

              Baca juga artikel seputar Viral menarik lainnya dari Shelda Audita.

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal