J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Mengapa Vivo Membuat IQOO? Ternyata Alasan Dibaliknya Membuat Bingung

              Mengapa Vivo Membuat IQOO? Ternyata Alasan Dibaliknya Membuat Bingung

              00
              Sabtu, 16 Feb 2019, 13:00 WIB
              Baru-baru ini Vivo mengumumkan akan meluncurkan sub-brand terbarunya yang bernama IQOO dan akan men

              Kamu sudah dengar kan kalau Vivo melucurkan Sub-Brand baru bernama IQOO? Kamu kaget dengan pelucuran sister-company dari Vivo ini?

              Sebenarnya, hampir semua produsen handphone Android asal Tiongkok kini mempunyai lini Sub-Brand untuk memperkuat market mereka.

              Lantas, sebenarnya apa yang ingin dicapai dari usaha pembuatan sub-brand dari setiap produsen handphone ini?

              Berikut alasan dan penjelasan lengkapnya!

              Mengapa Semua Produsen Handphone Membuat Sub-Brand Baru?

              sub brand handphone (1)

              Coba kamu lihat tabel di bawah ini. Jaka yakin kamu sudah tahu, bahwa hampir setiap brand handphone asal Tiongkok memiliki sub-brand. Bahkan, beberapa perusahaan memiliki lebih dari satu sub-brand.

              Brand Induk Sub-Brand
              Oppo One Plus
              RealMe
              **Vivo IQOO
              Huawei Honor
              Xiaomi Pocophone
              Redmi
              Lenovo Motorola
              Evercross Luna

              Jaka menarik kesimpulan setidaknya ada dua alasan mengapa produsen handphone sebesar Xiaomi, Honor atau Oppo harus meluncurkan sub-brand. Alasan tersebut adalah masalah Branding dan Sistem Penjualan. Berikut penjelasannya!

              Branding

              sub brand handphone (2)

              Maksud Branding di sini adalah mengenai target konsumen produk ponsel mereka.

              Contoh, ketika Oppo merilis One Plus, tujuan mereka adalah pecinta HP Flagship dengan harga murah, Seiring berjalannya waktu, One Plus semakin mahal dan tidak lagi bisa menjadi produsen flaghsip killer. Maka dari itu, mereka akhirnya memutuskan untuk membuat brand baru bernama Realme.

              Begitupun dengan kasus IQOO yang baru saja dirilis oleh Vivo. Mungkin Vivo ingin mengincar segmen atau konsumen kelas menengah ke atas dengan brand terbarunya ini.

              Dari berbagai sumber memang menyebutkan bahwa brand IQOO khusus ditujukan untuk handphone flagship dengan harga di atas 10 juta!

              Setiap produsen HP yang akhirnya memutuskan untuk membuat sub-brand pasti sadar bahwa ketika mereka meluncurkan HP dengan spesifikasi yang di luar target mereka, konsumen akan bingung dan enggan memilih produk mereka.

              Sistem Penjualan

              sub brand handphone (3)

              Penjelasan mengenai hal ini sebenarnya kompleks dan butuh penjelasan mendalam.

              Namun, secara garis besar ada beberapa produsen HP yang memang meluncurkan sub-brand untuk membagi jenis penjualan handphone mereka.

              Ada brand yang fokus untuk dijual secara offline (ada toko fisiknya, menerapkan iklan besar-besaran dan mudah ditemukan di berbagai tempat) atau memang ada produk yang dijual khusus secara online saja (Tidak diiklankan besar-besaran, seringkali hanya bisa dibeli saat flashsale).

              Strategi penjualan HP offline ini dimulai oleh Xiaomi yang awalnya hanya menjual produknya hanya di online saja. Ternyata mereka juga butuh penjualan dalam bentuk offline untuk menambah pendapatan mereka.

              Mungkin alasan setiap perusahaan membuat sub-brand baru bisa berbeda-beda. Paling tidak, kedua alasan inilah yang dijadikan pertimbangan ketika sebuah produsen HP membuat sub-brand.

              Mengapa iPhone dan Samsung Tidak memiliki Sub-Brand?

              sub brand handphone (4)

              Jaka tidak bisa memberikan alasan pasti mengapa dua besar produsen HP ini tidak membuat sub-brand seperti saingannya.

              Menurut perkiraan Jaka sih karena baik Samsung daniPhone sudah memiliki nilai brand yang cukup kuat dan 'mahal' di masyarakat.

              Jadi, strategi marketing penjualan online-offline rasanya malah membingungkan konsumen. Samsung dan iPhone mungkin lebih fokus untuk melakukan Research and Development untuk pengembangan produk mereka dibanding harus membuat brand baru.

              Namun, tidak ada jaminan di kemudian hari mereka tidak akan membuat sub-brand lho!

              Akhir Kata

              Demikian penjelasan Jaka mengenai mengapa para produsen HP asal Tiongkok membuat sub-brand baru.

              Semoga artikel ini menambah pengetahuan kamu ya!

              Silakan share dan komen artikel ini untuk terus mendapatkan informasi, tips & trik dan berita seputar teknologi dari Jalantikus.com

              Baca juga artikel seputar HP Android atau artikel menarik lainnya dari Naufal.

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal