J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

5 Ajaran Sesat dari Pencipta Pokemon Go John Hanke

5 Ajaran Sesat dari Pencipta Pokemon Go John Hanke

Jumat, 29 Jul 2016, 10:00 WIB
John Hanke, pencipta Pokemon GO memiliki ajaran "menyesatkan" selama dalam karirnya sampai saat ini? Tapi karena "ajaran sesat"-nya itulah yang membawanya menuju jalan kesuksesan dari game Pokemon GO.

Walaupun baru resmi diluncurkan di beberapa negara, nampaknya demam Pokemon GO telah merebak di banyak negara. Tak lepas dari sosok yang telah melahirkan game berbasis Augmented Reality ini, yaitu John Hanke.

Dan tahukah kamu, bahwa ternyata John Hanke memiliki ajaran "menyesatkan" selama dalam karirnya sampai saat ini? Tapi karena "ajaran sesat"-nya itulah yang membawanya menuju jalan kesuksesan dari game Pokemon GO.

BACA JUGA
  • YES!! Begini Cara Download Pokemon Go di Indonesia!
  • Panduan Lengkap dan Cara Memainkan Pokemon GO
  • Cara Mendapatkan Pikachu Saat Main Pokemon Go

5 Ajaran 'Sesat' dari Pencipta Pokemon Go John Hanke

1. Pendiam Adalah Hal yang Menghambat Suksesmu, Jadilah Cerewet

Cerewet

Sejak kuliah, John Hanke adalah orang yang aktif bersosialisasi. Cerewet adalah hal yang mulai dipelajarinya saat bersekolah di Universitas Texas, Austin yang juga merupakan tempatnya mendapat gelar sarjana. Jangan salah paham dulu, cerewet yang dimaksud adalah aktif dalam dunia public speaking.

John Hanke tumbuh aktif bersosialisasi sebagai mahasiswa di kampus UT itu, John Hanke memimpin pembicara komite Distinguished Speakers Committee dan membawa pembicara seperti Jeane Kirkpatrick, Kurt Vonnegut, Jr., Dith Pran, dan lain-lain untuk berbicara dalam kuliah umum di kampusnya. Menurutnya, memiliki banyak partner merupakan jalan untuk melihat banyak pandangan baru terutama untuk kemajuan bisnis yang hendak diwujudkan.

2. Pelajaran di Kampus itu Hal yang Percuma

Kampus

Memang Pelajaran di Kampus itu Percuma, JIKA tidak bemanfaat dalam kehidupan di luar kampus. Ya, seperti itulah fakta yang dialami pria yang juga telah mendapat gelar MBA-nya dari Haas School of Business di Universitas California, Berkeley. John Hanke selalu mempraktekkan ilmu yang dipejarinya itu dengan bekerja di Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat di Washington D.C dan Myanmar.

Setelah wisuda, Hanke kemudian mulai membantu dua perusahaan yang sukses di bidang perangkat lunak hiburan, Archetype Interactive dan Big Network. John Hanke juga bekerja di salah satu perusahaan pengembang game online MMOs atau disebut Meridian 59. Ditambah memunculkan Ingress pada tahun 2001 yang juga di bidang teknologi, sebagaimana kesukaannya. Ini mengartikan bahwa apa yang dipelajari di kampus itu percuma jika tidak bermanfaat di kehidupan luar kampus.

3. Jika Ingin Sukses, Jangan Jadi Karyawan

Karyawan

Riwayat karir John Hanke yang sering menjadi leader atau pemimpin merupakan olah pikirnya sendiri bahwa kesuksesan berasal dari diri sendiri. Artinya jangan biarkan orang lain menghambat keinginanmu sepanjang berada pada kebenaran. Jika kita lihat banyak orang sukses memang terlahir dari dunia bisnis puncak, yang berarti selalu menjadi pemimpin. Tapi John Hanke telah mencontohkan bahwa tidak selamanya karir harus dimulai langsung dari atas. Memang jika kita lihat ke belakang, John Hanke tidak langsung memulai karirnya dengan memiliki bisnis pribadinya.

Dia memulai karirnya sebagai karyawan biasa di perusahaan ternama, Google. Tapi John Hanke tidak betah untuk terus menjalani pekerjaannya sebagai karyawan biasa. Dari situlah akhirnya lahir penemuan Ingress yang kemudian disusul Keyhole dan akhirnya membuat posisi John Hanke terus ke atas karena Google tertarik untuk mengakusisi Keyhole pada tahun 2004 dan dikembangkan dengan produk Google Earth yang sekarang kita kenal. Sampai pada akhirnya John Hanke memimpin ekspedisi selanjutnya untuk menciptakan berbagai fitur lain dari Google Earth, seperti Google Street View, Google Maps, Local, dan Panoramio.

4. Jadilah Anak Jalanan

05ff917197eaad050ff6fadaabb827a7

John Hanke terinspirasi dari perjalanannya sehari-hari ketika keluar rumah dan menuju kantornya dengan menggunakan maps. Gameplay dari Ingress terdiri dari mendatangi "portal" di tempat-tempat yang memiliki nilai budaya, seperti masjid, tempat seni, landmark, monumen, dan sebagainya. Pemain diminta untuk menghubungkan portal tersebut untuk membuat ruang kontrol virtual atas wilayah geografis di dunia nyata.

Inilah yang dimaksudnya bahwa dunia yang sebenarnya ada di luar sana. Bukan berarti anak jalanan seperti berandalan lho.. Bersosialisasi, menemukan hal baru, mempelajari tempat baru dan banyak keajaiban lain menurut John Hanke yang merupakan nilai kehidupan. Maka itulah, penemuannya selalu menggabungkan dunia virtual dengan dunia nyata.

5. Nekat Itu Dekat dengan Sukses

Cb3e1938613092512277b9cd7484bb2b

Nekat selalu identik dengan pernyataan ajakan sesat, karena di dalamnya terdapat ketidakpastian. Tidak lepas terhadap diri John Hanke yang juga berani mengambil keputusan dalam karirnya. Pada tahun 2015 bulan September, Niantic resmi lepas dari Google yang menandai bahwa perusahaan Niantic Labs mulai berdiri independen.

Mulai dari Desember 2015 sampai Februari 2016, dengan segala ide dan rencananya selama 20 tahun yang lalu untuk mewujudkan game berbasis Augmented Reality. Ya, ternyata Pokemon Go telah direncakan Hanke selama 20 tahun. John Hanke membentuk lebih dari 40 tim untuk mengembangkan Pokemon Go. Niantic Labs mendapatkan total pendanaan senilai US$35 juta dari Google, Nintendo, Pokemon Company, dan beberapa perusahaan Venture Capital lainnya.

Maka kenekatan John Hanke bersama tim Niantic Labs telah membuahkan hasil pada 6 Juli 2016. Perusahaan itu resmi meluncurkan game Pokemon Go. Sejak diluncurkan, nilai valuasi saham Nintendo telah meningkat US$10 milyar dan pembelian dalam aplikasi sudah menghasilkan lebih dari US$2 juta per hari. Jumlah pengguna harian Pokemon Go pun sudah melewati Twitter dan rata-rata waktu penggunaan aplikasi oleh pengguna lebih tinggi dari pengguna Facebook, Snapchat, Instagram, dan WhatsApp.

John Hanke 696x466

Itulah "ajaran menyesatkan" John Hanke pemilik Niantic Labs, perilis Pokemon Go yang sedang ramai diperbincangkan di berbagai negara yang juga mengajarkan kita bahwa proses itu penting, termasuk proses nekat atau menyesatkan seperti di atas. Karena hasil tidak akan menghianati proses.

Tips Pokemon GO

Berita Pokemon GO

Gadget Pokemon GO

APPS TERKAIT
Poke Icon Pack
Poke - Icon Pack 1.0.1
Apps Nexbit Design
Pokemon Jukebox Icon
Pok mon Jukebox 1.3.1
Apps The Pokemon Company
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal