Astronom Temukan Planet Raksasa Berusia 7,4 Miliar Tahun | Lebih Besar dari Jupiter

Default

Para astronom berhasil menemukan sebuah planet raksasa yang memiliki lintasan orbital panjang yang mengelilingi bintang Kepler-1704 berusia 7,4 miliar tahun.

Mengutip National Geographic Indonesia, para astronom dari Giant Outer Transiting Exoplanet Mass (GOT EM) Survey ini telah mengunggah hasil temuannya di pre prnt arXiv dan akan dipublikasikan di Astronomical Journal.

Planet raksasa ini merupakan planet ekstrasurya atau planet di luar sistem tata surya. Menurut Paul Dalba yang merupakan astronom University of California, Riverside, planet ini diberi label Kepler-1704b.

Planet ini juga termasuk sebagai super Jupiter, obyek astronomi yang lebih besar dari planet Jupiter. Massa planet raksasa ini mencapai 4,5 kali massa Jupiter.

Padahal planet Jupiter saja sudah sangat besar dan jadi planet terbesar di tata surya kita. Itu membuat planet ini jadi super Jupiter yang paling besar yang pernah ditemukan hingga saat ini.

WhatsApp Image 2021 08 04 At 3 01 37 PM C90ca

Massa besar planet raksasa ini ditemukan beradasarkan survei kecapatan radial (RV). Para peneliti menganalisis 14 pengukuran kecepatan radial kepler-1704 pada telskop Keck I di W.M. Observatorium Keck selama 9,6 tahun terakhir.

Observatorium Keck adalah 2 teleskop observatorium astronomi yang terletak di dekat puncak Mauna Kea. Tepatnya di Hawaii, Amerika Serikat.

Observatorium ini terletak di ketinggian 4.145 meter. Kedua teleskop memiliki 1- meter cermin primer yang menjadikannya salah satu teleskop astronomi terbesar yang ada saat ini.

Karakteristik super Jupiter

Dari hasil analisis tersebut ditemukan bahwa super Jupiter yang satu ini mengorbit bintang induknya setiap 989 hari sekali dalam orbit yang sangat eksentrik. Orbit yang sangat eksentrik ini jadi sangat berharga untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

Pasalnya, menurut para peneliti, objek astronomi dengan orbit eksentrik bisa jadi laboratorium atau tempat penelitian yang berharga. Salah satunya untuk menguji teori migrasi eksentrisitas tinggi.

"Migrasi planet raksasa biasanya digunakan untuk menjelaskan arsitektur sistem exoplanet saat ini," tulis Dalba dalam laporan tersebut seperti dikutip sci-news, Rabu (4/8/2021).

Secara umum, migrasi planet merupakan migrasi yang didorong oleh cakram dan disebabkan oleh torsi dari cakram protoplanet atau migrasi eksentrisitas tinggi.

Planet raksasa dalam hal ini bertukar energi orbital dan momentum sudut dengan 1 atau lebih obyek lain dalam sistemnya. Kemudian dia mengalami sirkularisasi pasang surut selama lintasan periastron atau titik terdekat antara 2 bintang dalam sistem biner.

Garis dasar RV yang didapat dari pengamatan selama 1 dekade menggunakan teleskop Keck I ini memungkinkan para peneliti untuk mengukur orbit dan komposisi elemen berat massal Kepler-1704 b.

"Kepler-1704b adalah Jupiter panas yang gagal yang kemungkinan tereksitasi ke eksentrisitas tinggi dengan peristiwa hamburan yang mungkin dimulai selama fase akresi gasnya," terang Dalba.

WhatsApp Image 2021 08 04 At 3 01 37 PM 1 1286c

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keadaan tereksitasi adalah keadaan apa pun dengan energi yang lebih besar dari keadaan dasar.

"Perbedaan maksimum dari suhu keseimbangan planet yang dihasilkan dari orbit yang memanjang dan eksentrik ini adalah lebih dari 700 kelvin, bervariasi dari 180 kelvin hingga 900 kelvin," jelas Dalba lagi.

Bintang induk planet raksasa ini, Kepler-1704, berukuran sedikit lebih besar, lebih masif, dan lebih bercahaya dari matahari di sistem tata surya kita.

Bintang ini juga dikenal sebagai KOI-375, TIC 350738167, dan KIC 12356617. Kepler-1704 terletak sekitar 2.691 tahun cahaya di konstelasi Cygnus.

Selain super Jupiter yang satu ini, ada pula super Jupiter lainnya. Para ilmuwan di Paris Observatory di Paris, Perancis menemukan super Jupiter yang pertama pada tahun 2009. Planet tersebut diberi nama HR8799e dan berjarak 29 tahun cahaya dari bumi.

Selain 2 super Jupiter ini, ada ratusan super Jupiter lainnya yang sudah berhasil ditemukan para ilmuwan. Beberapa di antaranya ada yang bersuhu panas dan lainnya bersuhu dingin.

Salah satu perbedaan super Jupiter Kepler-1704b ini dengan super Jupiter lainnya adalah eksentrisitasnya yang tinggi dan ekstrem.

Menurut Dalba, karakteristiknya yang unik ini bisa jadi salah satu jalan menyempurnakan teori pembentukan super Jupiter panas dan juga planet raksasa dingin seperti yang ada di tata surya.

BACA JUGA

Netizen Bongkar Gaji Kuli Bangunan, Totalnya Bisa Lebih Pekerja Kantoran | Wajar Motornya Mahal!

7 Foto Langka yang Pecahkan Misteri Sejarah | Yakin Sudah Tahu Cerita di Baliknya?

Kumpulan Nama Grup WhatsApp Keren, Lucu, & Aesthetic | Anti Mati Gaya!

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

Wanita Ini Pecahkan Rekor Mulut Terbesar di Dunia | Keren atau Malah Menyeramkan?

ARTIKEL TERKAIT
Untitled Design 2021 07 15t185427 982 8806d
5 Fakta Menakjubkan Bumi yang Mungkin Belum Kamu Sadari, Paling Beda dengan Planet Lain!
Penjelajahan Curiosity
5 Foto Misterius di Planet Mars Ditemukan Dalam Penjelajahan Curiosity
Untitled Design 2021 02 03t160654 833 56ebe
7 Planet Paling Unik dan Aneh di Alam Semesta | Sering Hujan Permata!
Definisi Bumi 68f16
Astronom Sebut Planet Super-Earth Bakal Lebih Layak Dihuni Daripada Bumi
Untitled Design 2021 06 10t125842 188 59a70
Astronot Temukan Planet Baru Mirip Bumi, Punya Suhu yang Sama dan Berukuran Lebih Besar!
Untitled Design 2021 07 07t150343 264 Cd8a6
Bukan Hujan Air, di Saturnus dan Neptunus Justru Hujan Berlian | Planet Lain Juga Bisa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal