5 Uji Coba Medis yang Jadi Malapetaka Bagi Sukarelawannya, Berakhir Nahas!

Default

Obat harus melalui proses uji coba terlebih dahulu sebelum obat bisa diedarkan untuk publik, itulah mengapa para relawan medis adalah bagian terpenting dalam prosedur pengembangan obat.

Di sisi lain, para sukarelawan yang mengikuti uji coba medis tentu ingin menjajal peluang sembuh sekaligus berpartisipasi dalam mewujudkan hal yang baik untuk sains dan masyarakat.

Banyak sekali uji coba medis di dunia ini yang berjalan lancar dan sesuai dengan etika penelitian, namun beda dengan berbagai kasus berikut.

Alih-alih berhasil, percobaan yang ada dalam daftar ini malah menjadi malapetaka bagi sukarelawannya, geng!

1. Dosis Tinggi Lidokain yang Merenggut Nyawa Sukarelawan

Dosis Tinggi Lidokain Yang Merenggut Nyawa Sukarelawan 5c1a6

Pada tahun 1996, Hoi Yan Wan, seorang mahasiswa Universitas Rochester berusia 19 tahun yang sehat sangat membutuhkan uang saku.

Tanpa memberi tahu orang tuanya, ia menjadi sukarelawan untuk studi medis yang berfokus pada efek bahan kimia di udara pada sel paru-paru, yang berjanji akan membayarnya 150 dollar AS.

Selama proses yang dikenal sebagai "bronkoskopi", dokter memasukkan tabung panjang yang fleksibel ke tenggorokannya untuk mengumpulkan sel paru-paru demi penyelidikan lebih lanjut.

Namun, tim medis melanggar aturan FDA dengan memberinya empat kali lipat dosis yang dianjurkan dari lidokain, obat bius yang disemprotkan ke tenggorokan.

Wan mengalami rasa sakit yang luar biasa dan merasa lemah setelah dipulangkan, dan dua jam kemudian ia mendapat serangan jantung.

Beberapa hari kemudian, serangan jantung kembali didapatnya hingga menewaskan Wan.

Otopsi kemudian mengkonfirmasi bahwa dosis anestesi melebihi dosis yang menyebabkan serangan jantung mendadak. Duh, bisa gitu!

2. Percobaan "The Elephant Men" yang Menyebabkan Sukarelawannya Cacat Fisik

Percobaan The Elephant Men Yang Menyebabkan Sukarelawannya Cacat 862ac
Sumber foto: Unbelievable Facts

Uji coba medis yang paling mengerikan, The Elephant Man Trial, terjadi pada tahun 2006.

Saat itu, delapan pria muda yang sehat berpartisipasi dalam eksperimen obat leukemia TGN1412 di Northwick Park Hospital di barat laut London.

Dalam waktu kurang dari satu jam setelah menerima obat yang sebelumnya belum pernah diujikan pada manusia itu, enam relawan dilarikan ke unit perawatan intensif di mana mereka berjuang keras untuk tetap hidup.

Para relawan merasa kedinginan, mengalami rasa sakit yang menyiksa di kepala mereka, dan mulai muntah.

Semuanya kacau, dan tim medis panik karena pasien pingsan karena efek obat tersebut.

Insiden mengerikan tersebut menyebabkan salah satu pasien kehilangan jari tangan dan kaki, dan kaki seorang peserta lainnya harus diamputasi sebagian.

3. Uji Coba Pengobatan Kelainan Langka yang Mengakhiri Nyawa Pasien

Uji Coba Pengobatan Kelainan Langka Yang Mengakhiri Nyawa Pasien 91d12
Sumber foto: Unbelievable Facts

Jesse Gelsinger, dari Arizona, menderita kelainan metabolisme langka yang disebut "sindrom ornithine transcarbamylase deficiency," atau OTCD, di mana konsentrasi amonia mencapai tingkat berbahaya dalam darah.

Pada tahun 1999, ia berperan sebagai sukarelawan untuk program uji coba pengobatan OTCD yang potensial melalui terapi gen.

Peneliti di University of Pennsylvania menguji terapi gen pada 17 orang sebelum Jesse tanpa komplikasi yang parah. Namun, berbeda dengan kasus lain, gejala Jesse sangat mengkhawatirkan.

Dalam satu hari setelah meminum dosis, Jesse menjadi bingung dan mengidap gejala fatal lainnya seperti penyakit kuning, gangguan pembekuan darah, dan kegagalan multiorgan.

Empat hari kemudian pada 17 September 1999, Jesse dinyatakan mati otak dan tidak lagi mendukung kehidupan.

Setelah diselidiki, para peneliti melakukan kesalahan prosedur di mana Jesse seharusnya didiskualifikasi dari penelitian tersebut akibat kondisinya itu.

4. Percobaan Medis yang Membuat Halusinasi Pasien Bertambah Parah

Percobaan Medis Yang Membuat Halusinasi Pasien Bertambah Parah E7fe7
Sumber foto: Unbelievable Facts

Ketika Dan Markingson didiagnosis menderita skizofrenia pada tahun 2003, ia diterima di University of Minnesota Medical Center di Fairview.

Tak lama kemudian, tim medis memasukkannya ke uji coba medis dari tiga jenis obat skizofrenia yang berbeda: Seroquel, Risperdal, dan Zyprexa.

Delusi yang dialami Dan memburuk ketika mereka mulai memberinya dosis 800 mg Seroquel setiap hari.

Ibunya berusaha mengeluarkannya dari tempat itu dengan mengirim surat, email, dan segala cara lain yang memungkinkan, tetapi pihak administrasi bertindak licik.

Mereka melarang Dan meninggalkan ruang belajar dengan mengancam akan memasukkannya ke fasilitas mental jika dia mencoba keluar dari persidangan.

Delusi Dan menjadi semakin parah hingga daya tahannya mencapai titik kritis, hingga ia menusuk dirinya sendiri hingga tak bernyawa di kamar mandi pada tanggal 8 Mei 2004.

5. Penelitian Kanker Payudara yang Menimbulkan Penyakit Lain dan Trauma

Penelitian Kanker Payudara Yang Menimbulkan Penyakit Lain Dan Trauma 8803a

Seorang peneliti Duke University, Anil Potti, berada di ambang terobosan dalam pengobatan kanker sepanjang tahun 2000-an.

Ia mengklaim bahwa penelitiannya memiliki tingkat kesembuhan 80%, yang berpotensi menyelamatkan 10.000 nyawa setahun - tetapi rupanya semua ini didasarkan pada praktik penelitian palsu dan ilegal Potti.

Joyce Shoffner, seorang wanita yang menderita kanker payudara, memutuskan menjadi sukarelawan pertama dalam percobaan medis untuk menyembuhkan tumornya pada Juli 2008.

Setelah sesi biopsi yang menyakitkan, dia menjalani kemoterapi Adriamycin-Cytoxan (AC).

Dua tahun kemudian, ia diberi tahu bahwa hasil penelitian tersebut telah dibatalkan karena Potti memalsukan data selama penelitiannya dan menerbitkan hasil yang salah.

Joyce memang tidak lagi mengidap kanker payudara, tetapi terapi tersebut membuatnya menderita pembekuan darah, diabetes, dan gangguan stres pascatrauma - dan ia bukanlah korban satu-satunya.

Akhir Kata

Parah banget ya geng, banyak dari uji coba di atas gagal karena kelalaian para pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap nyawa sukarelawannya.

Nasi sudah menjadi bubur, terlanjur banyak korban yang jatuh - bahkan para pelaku tak memiliki itikad baik untuk bertanggung jawab.

Memang harus hati-hati banget geng kalau mau jadi sukarelawan, apalagi untuk uji coba medis seperti di atas!

Baca juga artikel seputar Eksperimen atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

ARTIKEL TERKAIT
Channel Youtube Eksperimen Sosial A87f9
7 Channel YouTube dengan Konten Eksperimen Sosial yang Tidak Biasa, Bikin Terharu!
Pemanggang Barbeque 1 Cc4a0
Gokil! 10 Inovasi Aneh Ini Tercipta Karena Keadaan Terdesak
Banner Zombie E6333
5 Eksperimen Sains Ini Menciptakan Zombie Sungguhan, Bikin Merinding!
Untitled 1 B89a7
10 Eksperimen Sains Paling Gila yang Pernah Ada
005667400 1426972192 365178 3d1e9116 Cf38 11e4 B984 A9aecfa33688 C7598
5 Eksperimen yang Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal