Kenapa Ruang Angkasa Terlihat Gelap? Padahal Ada Bintang dan Galaksi

Default

Apabila alam semesta ini dipenuhi dengan bintang-bintang, termasuk matahari, mengapa penampakannya justru hitam alias tidak terang?

Namun, jika ruang angkasa itu terang, apakah lubang hitam akan terlihat? Atau jika langit di Bumi putih dan terang, apakah kita juga masih dapat melihat bintang-bintang di malam hari.

Apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut ada jawaban ilmiah dan logisnya? Tentu saja, semua pertanyaan tadi telah dibahas dalam video yang berjudul 'What If the Universe Was White Instead of Black?'.

Dikutip dalam Insh.world, perlu dipahami terlebih dulu kalau hitam bukanlah warna secara ilmiah.

Pasalnya, dalam definisi ilmiah, warna merupakan spektrum yang tampak lantaran hasil dari gelombang cahaya.

Objek berwarna hitam menyerap semua warna spektrum itu. Artinya 'hitam' merupakan sebuah ketiadaan warna.

Kemudian 'putih' adalah hasil pencampuran semua warna dan mengandung seluruh gelombang cahaya yang terlihat.

"Warna adalah cara pandang sensor persepsi kita terhadap dunia. Dan kaitannya dengan alam semesta, bisa dibilang tadinya berwarna putih," seperti yang dijelaskan dalam video itu.

Ketika peristiwa ledakan Big Bang membentuk alam raya, tak terdapat bintang-bintang yang memancarkan cahaya.

Jagat semesta saat itu tampak buram yang dipenuhi dengan 'sup panas' proton, elektron, dan neutron.

Pembentukan alam semesta itu berlangsung selama 300 ribu tahun, perlahan ruang angkasa mulai mendingin dan partikel sisa ledakan Big Bang mulai menyatu menjadi atom dan molekul.

Alam semesta pun perlahan berubah jadi transparan, meski begitu yang tampak pada kita hanyalah kegelapan. Pasalnya, tak ada sumber cahaya yang tercipta.

Periode ini disebut dengan era kegelapan kosmik. Saat bintang pertama terbentuk setelah pencampuran hidrogen dengan helium, hal ini menandai berakhirnya masa kegelapan kosmik.

Terbentuknya Bintang Pertama

Para bintang yang pertama kali terbentuk disebutkan kalau ukurannya 300 kali dari matahari dan bahkan cahayanya jutaan kali lebih terang.

Para bintang raksasa ini sempat bersinar untuk selama beberapa juta tahun sebelum akhirnya meledak dan menjadi supernova.

Radiasi yang terus menerus dari bintang-bintang pertama tadi lantas mengionisasi atom hidrogen dan memisahkannya menjadi proton dan elektron.

Kemudian itulah saat semesta yang gelap mulai menjadi terang. Namun, kenapa alam semesta tetap terlihat gelap?

Mengapa ruang angkasa tak tampak terang, padahal banyak bintang baru juga galaksi yang tercipta?

Paradoks Olbers

Inilah yang dinamakan Paradoks Olbers. Jika alam semesta tampak putih atau terang, artinya usianya sudah sangat tua, besar, juga statis.

Apabila hal itu terjadi, maka alam semesta tentu saja terlihat sangat berbeda dari yang kita ketahui atau lihat saat ini.

Sebagai informasi, alam semesta yang kita tinggali saat ini 'baru' berusia kurang lebih 14 miliar tahun.

Menurut kamu itu cukup tua? Perlu diingat meski alam semesta terlihat tua usianya, cahaya juga punya batas kecepatan meski jadi materi tercepat di dunia.

Kecepatan cahaya tentu memengaruhi apa yang kita lihat. Kita cuma dapat melihat cahaya bintang yang berlokasi kurang dari 14 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Mata kita belum mampu melihat bintang yang lebih jauh dari itu lantaran cahayanya masih belum mencapai Bumi.

Perlu diketahui juga, kalau alam semesta kita terus berkembang, sehingga panjang gelombang cahaya juga makin bertambah dan bergeser menjadi merah.

Makanya, mata kita jadi tidak mampu untuk melihatnya lagi. Jadi itulah alasan mengapa alam semesta kita jadi terlihat gelap pekat.

Pada dasarnya alam semesta ini dipenuhi dengan radiasi, cuma saja kita tidak dapat melihat radiasi tersebut.

Kemudian bagaimana dengan lubang hitam atau black hole? Meski lubang hitam adalah sumber cahaya yang sangat besar, tetap saja kita tidak dapat melihatnya.

Hal tersebut lantaran lubang hitam punya gravitasi yang teramat kuat dan tak dapat memancarkan cahaya yang membuatnya tak pernah bisa terlihat.

Ingat, ya, seperti yang Jaka jelaskan tadi bahwa 'hitam' di sini bukanlah warna. Melainkan ketiadaan warna lantaran tidak adanya gelombang cahaya.

Baca juga artikel seputar Luar Angkasa atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

Fasih Berbahasa Indonesia, 6 Artis Asing Ini Kerap Dikira WNI!

Apa Itu Root Beserta Kelebihan & Kekurangannya Untuk Android Kamu

Jarang Muncul, Penampilan Anak Ariel NOAH di Lebaran Curi Perhatian

25+ Film Komedi Terbaik & Terbaru 2021 | Lucu & Menghibur!

Miris, Keturunan Asli RA Kartini Ternyata Hidup Jadi Tukang Ojek!

ARTIKEL TERKAIT
Header 19 06ed7
10 Teknologi Canggih Misterius yang Sudah Ada Sejak Zaman Purba. Ada UFO?
Hewan Zaman Purba 1256e
5 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia | Bikin Takjub Dunia!
Penemuan Fosil Cumi Cumi Purba 9f18e
Fosil Cumi-cumi Vampir Ditemukan di Hongaria | Predator Purba Buas?
246fed6d0cf2959a4012903dd00928ef
Mata Kamu Minus? Tanaman Ajaib Ini Bisa Tajamkan Penglihatan Dengan Cepat!
Dino
5 Game Android Bertema Dinosaurus Ini Bikin Kangen Makhluk Prasejarah
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal