Matahari Buatan China Raih Rekor, Pertahankan 120 Juta Derajat Celcius dalam 100 Detik!

Default

Sebuah rekor baru dunia baru baru saja tercipta. Pasalnya, matahari buatan China telah berhasil menahan plasma setinggi 120 juta derajat celsius selama lebih dari 100 detik.

Sebelumnya, para ilmuwan yang bekerja pada proyek fusi nuklir ini juga berhasil mempertahankan plasma pada suhu setinggi 160 juta derajat celsius selama lebih dari 20 detik.

Proyek yang diberi nama The Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) ini merupakan satu dari sejumlah peralatan matahari buatan yang saat ini sedang dibangun oleh banyak negara. Negara-negara ini sedang berlomba untuk menghasilkan reaktor fusi nuklir yang andal.

Keberhasilan pada uji coba ini membuat China dapat mengambil langkah selanjutnya untuk menghasilkan energi bersih tak terbatas melalui pencarian fusi nuklir.

Matahari 13d95

Setelah berhasil mempertahankan puncak suhu pada 160 juta derajat celcius, perangkat EAST ini tampaknya sudah mampu untuk menghasilkan suhu 10 kali lebih panas dari matahari, yang saat ini memiliki plasma sekitar 15 juta derajat celcius.

Seperti yang dilansir dari Global Times, profesor fisika dari Southern University of Science and Technology di Shenzhen, mengatakan bahwa tujuan selanjutnya dari para ilmuwan adalah berupaya menjalankan matahari buatan tersebut pada suhu yang konsisten selama satu minggu penuh.

Selain China, negara lain yang diketahui ikut bergabung pada proyek ini adalah Rusia. Kebetulan, China dan Rusia juga sama-sama merupakan anggota tim internasional yang membangun proyek fusi nuklir di Eropa.

Jika proyek ini berhasil tercapai, maka akan memberikan manfaat yang sangat besar. Beberapa manfaatnya di antaranya adalah memberikan energi ultrapowerful yang murah untuk diproduksi, bebas emisi, dan hampir tak terbatas.

Selain itu, fusi nuklir seperti ini juga tidak akan meninggalkan radioaktif, sehingga menjadikannya sebagai sumber energi yang paling mendekati sempurna.

Meskipun pencarian fusi nuklir semacam ini sangat menjanjikan untuk pembangkitan energi dan masih memungkinkan untuk dicoba, namun nyatanya akan menghabiskan lebih banyak energi daripada yang akan dilepaskannya.

Bill Gates Malah Mau Meredupkan Matahari

Selain matahari buatan, proses uji coba yang berkaitan dengan matahari juga pernah dilakukan oleh sejumlah tokoh dunia, salah satunya adalah Bill Gates.

Bill Gates sendiri diketahui sangat mendukung usaha untuk meredupkan atau memblokir matahari melalui penghalang buatan. Menurut Bill Gates, hal tersebut untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi di dunia.

Nantinya, cahaya matahari akan coba diblokir sebelum bisa mencapai permukaan bumi. Hal tersebut dianggap akan berguna pada masa depan, jika nantinya dampak dari pemanasan global dirasa semakin parah.

Proyek yang diberi nama Stratospheric Controlled Pertubation Experiment itu nantinya akan dikerjakan oleh Universitas Harvard, serta didukung oleh Bill Gates dan sejumlah pendonor swata lainnya.

Namun, karena dirasa memiliki tingkat bahaya yang tinggi, uji coba proyek ini akhirnya resmi ditunda.

BACA JUGA

Time Travel Sungguh Bisa Terjadi, Ini Kata Ilmuwan

Temuan Makam Mesir Kuno Berusia 3.500 Tahun

Megabat, Kelelawar Berukuran Raksasa | Mirip Siluman?

Lebih Aman dan Mudah! Ini Cara Update IDM Versi Terbaru

Cara Melacak Paket J&T Menggunakan dan Tanpa Nomor Resi

ARTIKEL TERKAIT
Bos Teknologi Habiskan Uang C31ca
10 Cara Unik Bos Teknologi Menghabiskan Uang, Orang Kaya Bebas!
Fakta Dunia Teknologi 10
10 Fakta Seputar Dunia Teknologi yang Jarang Diketahui
Foto Gerhana Matahari Total 2016 7
5 Smartphone yang Paling Cocok untuk Memfoto Gerhana Matahari Total
Bill Gates Dukung Ide Redupkan Matahari Banner 5fd73
Bill Gates Dukung Ide Redupkan Matahari, Emangnya Lampu Bisa Diredupin?
4cc90378d330b6074bd0244e8061fade
5 Hal yang Akan Terjadi Jika Matahari Tidak Bersinar Lagi! 
Tags Terkait: duniafaktapenelitian
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal