Ilmuwan Berhasil Temukan Makhluk Hidup Aneh di Bawah Lapisan Es Terdalam | Mirip Alien?

Default

Seorang ilmuwan berhasil menemukan makhluk aneh di bawah lapisan es dalam yang ada di Antartika. Makhluk aneh tersebut ternyata menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Penemuan makhluk hidup ini dinilai sangat aneh karena tempat makhluk tersebut ditemukan relatif terkurung sepenuhnya dari dunia luar oleh balok es tebal.

Mengutip Wired, geolog bernama James Smith dari British Antarctic Survey jadi sosok yang menemukan makhluk ini.

Awalnya, ia tak berniat mencari apa yang ia temukan. Ia sedang melakukan penelitian asal usul ice shelf, sebuah balok es besar yang mengambang di atas lautan.

Sudah 3 bulan Smith berkemah di Filchner-Ronne Ice Shelf. Sebuah ice shelf yang berjarak 5 jam perjalanan udara dari stasiun Antartika terdekat.

Untuk melakukan penelitian tersebut, ia berusaha mendapatkan sampel endapan tanah dasar laut yang ada pada dasar ice shelf tersebut. Sampel itu terletak sekitar 800 meter di bawah permukaan ice shelf.

Proses Pemanasan Air Di Ice Shelf Antartika British Antarctic Survey 4aa62

Untuk mendapatkan sampel itu, Smith dan rekan-rekannya harus melelehkan sekitar 20 ton salju jadi 20.000 liter air panas. Barulah mereka bisa memompa air tersebut keluar lapisan es, membuka saluran untuk jadi jalur pengambilan sampel.

Selanjutnya, mereka pun menurunkan alat untuk mengambil sampel endapan tersebut. Mereka juga menggunakan kamera GoPro untuk melihat situasi di sekitar jalur.

Namun mereka gagal. Setiap kali instrumen diturunkan, alat itu tak bisa menemukan sampel endapan yang mereka butuhkan. Hanya saja, Smith berhasil menemukan suatu kejutan yang sama sekali tidak mereka cari.

Makhluk hidup yang aneh

Smith kemudian menonton video-video yang diambil dalam proses pengambilan endapan. Namun ada sesuatu yang aneh.

Alat tersebut sempat melewati lapisan es berwarna biru kehijauan dengan ketebalan hampir 1 kilometer. Namun kemudian lapisan es tersebut menghilang begitu saja, membuka jalur ke perairan gelap.

Kamera kemudian terus bergerak hingga sekitar 400 meter berikutnya. Sampai akhirnya sampai ke dasar laut yang memiliki endapan berwarna cerah. Endapan itu yang Smith cari.

Namun ia melihat hal lainnya di sana yang cukup aneh. Ia melihat batu yang gelap. Kamera milik Smith sempat menabrak batu tersebut. Namun kemudian kamera memindai area sekitar batu tersebut dan menemukan makhluk aneh yang diduga punya kehidupan.

Bagian Kiri Bawah Makhluk Berbatang Sebelah Kanan Atas Adalah Spons British Antarctic Survey Cbaef

Smith pun terkejut. Itu artinya ia mungkin saja menggali di tempat yang salah untuk endapan yang ia cari. Namun malah ia berhasil menemukan tanda-tanda kehidupan yang sepertinya hanya ada di tempat itu saja.

Salah satu koleganya, Huw Griffiths merupakan seorang ahli biologi. Griffiths pun menonton rekaman tersebut dan mendeskripsikan makhluk aneh yang ditemukan Smith itu bisa jadi semacam bakteri dan binatang lainnya.

Ia menemukan semacam lapisan bakteri yang ada pada batuan itu. Bakteri tersebut dikenal sebagai microbial mat.

Kemudian ada pula spons yang memiliki bentuk mirip seperti alien. Serta hewan dengan ekor yang menjuntai dari batu, dan spons yang terlihat lebih gemuk dan berbentuk silinder terlihat memeluk permukaan batu.

Batu itu juga dilapisi dengan filamen tipis yang diduga adalah komponen dari lapisan bakteri, atau bisa juga hewan aneh yang dikenal sebagai hydroid.

Bukan tempat ideal

Batuan di mana makhluk-makhluk aneh itu ditemukan terletak cukup dalam di lapisan es, sekitar 250 km dari cahaya matahari. Maka dari itu, Smith merasa bingung dari mana makhluk hidup ini bisa dapat sumber makanan mereka?

Dalam jurnal penelitian Frontiers in Marine Science yang dipublikasikan oleh Griffiths, disebutkan bahwa hewan-hewan ini hidup dalam kegelapan total. Hal yang umum terjadi di dasar lautan.

Namun, makhluk yang hidup di dasar laut pun membutuhkan suplai makanan yang cukup. Hal itu mereka dapatkan dalam bentuk marine snow .

Secara garis besar, marine snow dihasilkan ketika makhluk yang tinggal di bagian atas lautan mati. Ketika mereka mati, bangkainya akan tenggelam ke dasar lautan. Bangkai itu pun akan membusuk dan terurai yang kemudian akan dimakan oleh makhluk-makhluk di kedalaman.

Uniknya, hal ini jadi sulit terjadi pada makhluk yang ditemukan Smith ini. Mereka hidup di atas batu yang terkurung oleh lapisan es tebal.

Makhluk-makhluk tersebut bahkan tidak bisa berenang bebas dari batu tersebut untuk mencari makan. Lantas bagaimana mereka bisa mendapatkan makanan?

Para peneliti pun menyimpulkan sesuatu yang unik. Mereka berpikir bahwa arus marine snow ini telah terbalik di wilayah ini. Hal itu menyebabkan sumber makanan bergerak secara horizontal, bukannya vertikal seperti biasa.

Makhluk Aneh Di Bawah Lapisan Es British Antarctic Survey 21b1c

Melihat grafik arus di dekat lokasi pengeboran, para peneliti menemukan bahwa ada daerah produktif yang terletak sekitar 627-1.496 kilometer dari lokasi batu tersebut.

Mungkin saja ada cukup banyak bahan makanan organik yang mengalir dari lokasi tersebut terus ke batuan ini hingga akhirnya makhluk-makhluk tersebut bisa mendapatkan makanan.

Bahkan bukan tidak mungkin, teori ini juga jadi alasan kenapa ada makhluk hidup yang ditemukan di batuan itu. Makhluk hidup tersebut terbawa arus ratusan kilometer jauhnya dari lokasi awal mereka hingga akhirnya mendarat di batuan itu.

Makhluk apa itu?

Namun sayangnya, para ilmuwan tidak tahu pasti jenis apa makhluk hidup tersebut. Sayangnya Smith tidak mengambil contoh spesimen sama sekali.

Kita tidak tahu apa makanan makhluk itu. Beberapa spons diketahui makan sisa organisme makhluk hidup yang terbawa arus air. Sementara lainnya merupakan karnivor yang makan hewan lain yang lebih kecil.

Griffiths dan timnya bahkan menduga mungkin saja masih ada makhluk hidup lain seperti ikan atau kerang yang tinggal di sekitar batuan tersebut. Kamera Smith tidak berhasil menangkap gambar hewan lainnya.

Mereka juga tidak tahu berapa umur makhluk-makhluk itu. Bisa saja spons yang mereka temukan itu merupakan bagian dari ekosistem purba. Spons memang bisa hidup hingga ribuan tahun lamanya.

Namun yang pasti, para ilmuwan menduga bahwa bisa saja ekosistem ini juga ada di titik lain di sekitar ice shelf. Ice shelf sangat luas. Bukan tidak mungkin ada pula ekosistem lainnya yang saling terhubung di sekitar area tersebut.

BACA JUGA

Netizen Bongkar Gaji Kuli Bangunan, Totalnya Bisa Lebih Pekerja Kantoran | Wajar Motornya Mahal!

7 Foto Langka yang Pecahkan Misteri Sejarah | Yakin Sudah Tahu Cerita di Baliknya?

Kumpulan Nama Grup WhatsApp Keren, Lucu, & Aesthetic | Anti Mati Gaya!

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

Wanita Ini Pecahkan Rekor Mulut Terbesar di Dunia | Keren atau Malah Menyeramkan?

ARTIKEL TERKAIT
Cara Membersihkan Hp Dari Bakteri A19b2
5 Jenis Bakteri Menjijikkan yang Bertebaran di HP Kamu (Plus Cara Membersihkannya)
Laspisan Es Tempat Bakteri Dan Virus Purba Hidup Fe3c0 De726
Bakteri dan Virus Purba yang Terkurung di Dalam Es Perlahan Bangun | Dampak Global Warming?
Komputer Kena Virus Banner Ok
10 Tanda Ketika Komputer Kamu Terinfeksi Virus dan Malware!
Banner 196d1 0fb9c
10 Makhluk Mitologi Indonesia yang Mendunia, Bikin Merinding dan Penasaran!
Untitled Design 2021 05 05t123928 617 Bdb66
10 Makhluk Mitologi Nordik Paling Unik dan Mengerikan, Banyak yang Tampil di Film!
Tags Terkait: penemuanalien
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal