Kenapa Suhu Bumi Terasa Dingin? | Gara-gara Fenomena Surya Pethak

Default

Pernahkah kamu mendengar soal fenomena surya pethak? Istilah tersebut rasanya masih agak asing, ya di telinga kita?

Ternyata, fenomena tersebut jadi jawaban kenapa suhu di Indonesia terasa lebih dingin akhir-akhir ini, geng.

Mengutip CNN Indonesia, fenomena surya pethak terjadi ketika matahari merona putih selama siang hari sejak terbit hingga terbenam.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), fenomena surya pethak ini berpotensi terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

"Setiap wilayah di seluruh Indonesia berpotensi mengalami surya pethak," kata peneliti di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN Andi Pangerang mengutip dari Antara, Minggu (1/8/2021).

Hal ini cukup unik, karena biasanya surya pethak hanya terjadi di musim-musim penghujan saja. Saat itu penguapan air cenderung tinggi sehingga kabut awan lebih mudah terbentuk.

Surya pethak hanya bisa terjadi jika kualitas udara di lokasi pengamatan kurang baik, dan dari sisi meteorologis lokasi tersebut tertutup kabut awan, sehingga penghamburan (scattering) tidak sekuat ketika langit bersih dan cerah, jelas Andi.

Ilustrasi Matahari Memutih Surya Pethak ANTARA Foto C8cde 5c9fa

Apa Itu Surya Pethak?

Jika diartikan secara harfiah, surya pethak bermakna matahari tampak memutih. Surya pethak dapat dimaknai sebagai alam sunya ruri atau siang hari yang temaram seperti malam hari. Siang hari dihitung sejak matahari terbit sampai terbenam.

Jika di hari yang biasa sinar matahari akan terlihat kemerahan saat terbit dan terbenam, kini akan terlihat memutih.

Sinarnya pun tidak akan terasa begitu terik ketika matahari meninggi karena terhalang oleh semacam kabut awan. Kejadian ini bisa berlangsung selama 7-40 hari.

Salah satu efek yang paling terasa dari terjadinya surya pethak adalah permukaan bumi jadi punya suhu yang lebih dingin. Pengaruhnya pun bermacam-macam. Mulai dari tumbuhan yang tidak dapat tumbuh dengan optimal. Hingga manusia yang akan mudah menggigil.

Penyebab Surya Pethak

Para peneliti hingga kini belum bisa memprediksi kapan surya pethak bisa terjadi. Namun fenomena ini mungkin saja disebabkan oleh letusan gunung berapi dan juga perubahan sirkulasi air laut. Keduanya dapat memengaruhi penguapan dan pembentukan awan.

"Sangat kecil kemungkinan kabut awan yang menyelimuti permukaan bumi ditimbulkan oleh penurunan aktivitas matahari berkepanjangan, seperti yang pernah terjadi pada 1645 1715," terang Andi seperti dikutip Kompas.com, Minggu (1/8/2021).

Namun karena fenomena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut masih sulit diprediksi oleh para ilmuan vulkanologi dan oseanografi, maka hingga kini fenomena surya pethak masih sulit untuk diprediksi.

BACA JUGA

Susilo Wonowidjojo, Pewaris Gudang Garam yang Jadi Orang Terkaya di Indonesia

8 Foto Sebelum dan Sesudah dari Selebriti Transgender, Dulu Ganteng Sekarang Cantik!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.9.0 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

Inilah Pemilik Nama Terpanjang di Indonesia dengan 17 Kata, Tapi Panggilannya Cuma Y

ARTIKEL TERKAIT
Untitled Design 2021 02 26t213728 514 205e9
12 Fenomena Alam di Dunia yang Bikin Kamu Ternganga, Serasa Ngintip Surga!
Page3 76a10
5 Fenomena Sains Ini Bikin Bingung Para Ilmuwan, Benarkah UFO Sungguh Ada?
4cc90378d330b6074bd0244e8061fade
5 Hal yang Akan Terjadi Jika Matahari Tidak Bersinar Lagi! 
Foto Permukaan Matahari D8243
10 Foto Langka Detail Permukaan Matahari | Bikin Takjub dan Terpukau
Suhu Permukaan Matahari 8cad2
Ilmuwan Akhirnya Pecahkan Misteri Permukaan Matahari | Gak Nyangka!
Pemandangan Matahari Terbit Dari Berbagai Planet Banner
Keren! Inilah Pemandangan Matahari Terbit dari Berbagai Planet
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal