J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Kenalkan, Waiomys Mamasae! Tikus Air Pertama di Asean yang Hidup di Sulawesi

Rabu, 12 Mei 2021, 12:35 WIB
Salah satu spesies baru yang ditemukan di Indonesia adalah tikus air. Spesies ini merupakan yang pertama kali ditemukan di Asia Tenggara.

Indonesia terkenal sangat kaya dengan keanekaragaman spesies hewan maupun tumbuhan. Beragam spesies hewan baru pun kerap ditemui.

Salah satu spesies baru yang ditemukan di Indonesia adalah tikus air. Spesies ini merupakan yang pertama kali ditemukan di Asia Tenggara.

Hal ini diungkapkan LIPI dalam laman resminya. Penemuan spesies baru ini merupakan hasil kerja sama penelitian antara ilmuwan Australia, Indonesia, dan Amerika serta penduduk lokal Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Mereka telah menemukan spesies baru tikus air pemakan daging atau karnivora. Penemuan spesies baru yang diberi nama Waiomys mamasae telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa 3815(4)2014.

TIKUS AIR PERTAMA

Adapun, spesies yang ditemukan pada tahun 2014 ini merupakan tikus air yang pertama ditemukan di Sulawesi dan kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, tikus air ini disebut tidak memiliki hubungan kerabat dengan tikus New Guinea dan Australia serta merupakan hasil evolusi konvergen. Wah, berarti mereka tidak bersaudara dengan tikus air Australia ya!

LIPI menjelaskan bahwa tim penemu tikus jenis baru ini terdiri dari Dr. Kevin Rowe, Dr. Jacob Esselstyn dan Anang S. Achmadi, S. KH.

Menurut laporan LIPI, sebelumnya tikus semi akuatik lainnya hanya dikenal dari New Guinea, Australia, Afrika, dan Amerika Selatan sehingga penemuan spesies baru ini merupakan langkah maju.

Selain itu, spesies tikus air ini sebelumnya hanya diketahui oleh orang-orang lokal di dataran tinggi barat Pulau Sulawesi.

SEBAGAI JIMAT

Bahkan, tikus air ini telah digunakan sebagai jimat oleh penduduk setempat untuk melindungi rumah mereka dari kebakaran.

Adapun, dari sisi makanan, seperti halnya tikus semi-akuatik lainnya, spesies ini memakan serangga air yang menempel di dasar aliran sungai atau genangan air lainnya.

Dr. Kevin Rowe, Senior Kurator Mamalia dari Museum Victoria, menjelaskan bahwa keanekaragaman hayati kepulauan Indo-Australia telah memberikan inspirasi atas lahirnya teori seleksi alam.

Menurutnya, para ilmuwan menggunakan urutan DNA untuk memperlihatkan bahwa spesies baru tikus air asal Sulawesi itu bukan kerabat dekat dari spesies tikus air lainnya, termasuk dari New Guinea dan Australia.

PERBEDAAN MORFOLOGI

Dia menjelaskan bahwa morfologi tikus air Sulawesi dibandingkan dengan spesies tikus air lainnya merupakan hasil dari evolusi konvergen,

Hal ini berarti bahwa hewan ini mengalami evolusi ciri yang mirip sebagai hasil adaptasi dengan lingkungan, paparnya, mengutip laman resmi LIPI.

Sebagai gambaran, tikus air Sulawesi dan tikus air dari New Guinea tidak memiliki hubungan yang erat satu sama lain.

Tidak hanya itu, tikus air asal Sulawesi ini juga tidak memiliki hubungan kerabat dengan tikus rumah dan tikus laboratorium. Jadi, mereka enggak bersaudara ya gengs!

Namun, seperti dilaporkan LIPI, mereka hidup di lingkungan yang sama yang dapat menjelaskan morfologi konvergen mereka. Dr. Esselstyn, Kurator Mamalia di Louisiana State University dan co-penulis penelitian, juga menjelaskan hal tersebut.

KEANEKARAGAMAN MAMALIA

Anang S. Achmadi, peneliti dari Pusat Penelitian (Puslit) Biologi LIPI selaku co-penulis penelitian, memaparkan bahwa penemuan tersebut akan memperluas pemahaman tentang keanekaragaman mamalia di Indonesia secara signifikan.

Dengan ini kita juga bisa menyoroti kebutuhan untuk inventarisasi keanekaragaman hayati," jelasnya.

Dr. Rowe juga mengatakan bahwa Waiomys mamasae merupakan penemuan penting. Hal ini bukan hanya karena tikus air ini adalah spesies baru, tetapi disebabkan karena bentuk ekologi yang baru bagi mamalia Sulawesi.

PEMILIHAN NAMA

Adapun, masyarakat setempat mengenal hewan ini sebagai "balau wai, " atau tikus air dalam bahasa lokas mereka disebut Mamasa Toraja.

Sementara itu, nama ilmiah, "Waiomys mamasae " dipilih karena memberikan arti "tikus air Mamasa . Selain itu, penamaan ini sekaligus memberikan pengakuan terhadap pengetahuan mereka sebelumnya serta kontribusi mereka terhadap penemuan ilmiah ini.

"Hutan di Mamasa merupakan hutan yang paling utuh di Sulawesi. Kondisi hutan yang baik adalah bukti orang-orang Mamasa sangat membatasi pembukaan hutan ke dasar gunung, " ujar Achmadi.

Sebagai informasi, Pulau Sulawesi sendiri berlokasi di persimpangan kepulauan Indo-Australia dan tetap terisolasi dari landas kontinen Asia dan Australia selama 10 juta tahun terakhir.

"Sejarah Sulawesi menjelaskan bahwa pulau adalah rumah bagi banyak hewan aneh," papar Esselstyn.

BACA JUGA

5 Misteri Samudera Pasifik Paling Seram, Ada Monster di Indonesia?

Nonton Film Mortal Kombat (2021) | Ketika Joe Taslim Jadi Villain Super Kuat

Kosmonot China Ketakutan! Ini 7 Hal Aneh Dialami Astronot di Luar Angkasa

Download Higgs Domino MOD APK v1.69 Terbaru 2021 | Unlimited Money!

5 Perubahan Wajah Artis Indonesia Paling Drastis, Bikin Pangling!

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal