7 Fakta Hipospadia, Kelainan yang Dialami Aprilia Manganang

Mantan atlet voli timnas putri dan prajurit TNI Angkatan Darat, Sersan Dua (Serda) Aprilia Menganang, didiagnosis mengalami hipospadia.

Kelainan bawaan dari lahir ini membuat Aprilia secara resmi mengganti status kependudukannya dari perempuan ke laki-laki.

Selain itu, Aprilia juga menjalani serangkaian operasi untuk memperbaiki kelainan hipospadia tersebut.

Namun sebenarnya, apa itu hipospadia, dan seperti apa ciri-cirinya? Simak penjelasan lengkap Jaka di bawah ini!

1. Lubang Uretra di Bawah Penis

Hipospadia Pada Aprilia 1 Fe20a
Sumber foto: Kompasiana

Hipospadia adalah kelainan penis di mana lubang uretra (lubang kencing) berada di bagian bawah kepala penis.

Normalnya, lubang uretra berada di ujung penis laki-laki. Namun hal ini tidak dialami pada mereka yang terdiagnosis hipospadia.

Hal tersebut mengakibatkan bentuk alat kelamin menjadi abnormal. Bahkan, dalam jangka panjang, ini bisa membuat pengidap hipospadia terganggu secara fisik dan psikis.

2. Bisa Diketahui Pasca Kelahiran

Hipospadia Pada Aprilia 2 4ef04
Sumber foto: Kompas Health

Nah, kira-kira bagaimana sih cara mengetahui kalau seseorang mengidap hipospadia? Sebenarnya gampang banget, mengingat ciri-ciri fisiknya sangat mudah dilihat oleh mata.

Hipospadia dapat langsung diketahui segera setelah proses persalinan. Di sana, dokter bisa mengecek apakah lubang uretra bayi berada di tempat yang tepat atau tidak.

Menurut Urology Care Foundation di Amerika, selain lubang uretra berada di tempat yang salah, kulup penis pun juga tidak terbentuk secara sempurna.

3. Ciri-Ciri Hipospadia yang Bisa Diketahui

Hipospadia Pada Aprilia 3 D69d2
Sumber foto: GungWie's Weblog

Ciri-ciri paling utama seorang dengan hipospadia adalah lubang uretra yang posisinya tidak berada di ujung penis.

Bahkan dalam beberapa kasus medis, para dokter menemukan lubang uretra yang terletak di bagian bawah skrotum laki-laki.

Selain itu, ciri-ciri lainnya adalah penis seolah-olah terudung karena tertutup oleh kulup dan bentuk aliran urin yang tidak normal saat buang air kecil.

4. Faktor Penyebab Hipospadia

Hipospadia Pada Aprilia 4 A8f13
Sumber foto: ResearchGate

Seperti yang sudah Jaka jelaskan, hipospadia merupakan kelainan bawaan dan terbentuk saat bayi laki-laki masih berada dalam kandungan.

Memang, sampai saat ini penyebab hipospadia masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, faktor risiko hipospadia sudah dapat dijelaskan secara ilmiah.

Faktor-faktor penyebabnya antara lain memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipospadia, kehamilan Ibu di atas usia 35 tahun, serta paparan bahan kimia maupun hormon tertentu saat hamil.

5. Bisa Ditangani dengan Operasi

Hipospadia Pada Aprilia 5 84ce7
Sumber foto: SehatQ

Beruntungnya, hipospadia bisa diperbaiki dan ditangani dengan cara operasi. Sudah banyak rumah sakit di Indonesia yang menyediakan fasilitas operasi hipospadia.

Memang sangat disarankan untuk melakukan operasi tersebut saat masih berusia 12 bulan hingga 6 tahun. Biarpun begitu, operasi tetap bisa dilakukan di usia berapapun.

Dilansir Urology Care Foundation, tujuan utama dari operasi hipospadia adalah membuat penis berbentuk lurus dengan lubang uretra yang berada di ujung penis.

6. Apa Saja Yang Terjadi Saat Operasi Hipospadia?

Hipospadia Pada Aprilia 6 E67d8
Sumber foto: Alodokter

Saat dioperasi, biasanya pasien akan diberi anastesi umum. Hal tersebut untuk menghilangkan kesadaran pasien sekaligus mengurangi bahaya-bahaya lainnya.

Setelah itu, ahli bedah akan memasang kateter pada penis pasien agar urin nya bisa mengalir sambil menunggu pasien pulih.

Seperti yang sudah Jaka sampaikan, akan lebih baik jika pasien dioperasi semasa kecil biar tidak terlalu mengingat pengalaman operasi hipospadia.

7. Yang Terjadi Bila Tidak Segera Dioperasi

Hipospadia Pada Aprilia 7 Afade
Sumber foto: MHomecare

Hipospadia memang tidak menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi, kelainan ini menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para pengidapnya.

Hal tersebut terjadi akibat lubang uretra berada di posisi yang tidak tepat. Ini sangat menyusahkan saat di kamar kecil karena urin yang menyemprot secara tak beraturan.

Selain itu saat ereksi, penis akan membengkok, sehingga bakal terjadi masalah serius saat berhubungan seksual maupun ejakulasi.

Akhir Kata

Itulah tadi ulasan khusus Jaka mengenai kelainan hipospadia yang dialami oleh Aprilia Manganang.

Semoga artikel ini bisa jadi perhatian untuk kita semua, mengingat kasus hipospadia terbilang cukup banyak terjadi pada bayi yang baru lahir.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Diptya.

BACA JUGA

Mengenal Pak Dadang, Pecatur Indonesia yang Kalahkan Gamer Catur Dunia

5 Inovasi Teknologi yang Gagal Mengubah Dunia, Mau Untung Malah Buntung!

7 Artis Indonesia yang Nikah Dengan Kru TV | Mas Pur Hingga Menteri

10 Fakta Ini Bakal Mengubah Pandanganmu Tentang Afrika, Udah Modern!

7 Anak Artis Indonesia yang Punya Banyak Haters, Iri Bilang Bos!

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal