J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Bukit Algoritma Dikritik Mantan Pengusaha Sillicon Valley | Apa Urgensinya?

Senin, 26 Apr 2021, 14:30 WIB
Mantan pengusaha di Sillicon Valley kritik rencana pembangunan Bukit Algoritma yang dianggap tidak sesuai bagaimana inovasi harusnya berkembang.

Pusat raksasa teknologi yang berlokasi di California yakni Silicon Valley, digadang-gadang jadi inspirasi Bukit Algoritma di Indonesia.

Rencananya Bukit Algoritma ini akan dibangun di sebuah lahan seluas 888 hektar di wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Meski cukup banyak dukungan yang muncul, kritikan yang muncul pun tak kalah banyak.

Ide Bukit Algoritma ini digagas oleh salah satu politisi Partai Banteng Moncong Putih, PDIP, Budiman Sudjatmiko. Ia menyebut telah ada investor asing sejumlah negara yang tertarik pada proyek triliunan Rupiah tersebut.

Apabila hal ini bisa direalisasikan, Bukit Algoritma bakal menjadi pusat teknologi canggih yang termasuk dengan kecerdasan buatan (AI), drone, panel surya, dan teknologi terbarukan. Wow, tampak ambisius bukan?

Selain itu fasilitas ini akan sangat lengkap demi menunjang berkembangnya inovasi yang beragam dalam wilayah ini.

Dikritik Mantan Pengusaha Silicon Valley

Bukit Algoritma Dikritik Dcd9a

Namun, tentu saja ide ini mendapat kritikan lantaran kesuksesan dari pusat raksasa teknologi California ini bukanlah dari fasilitas real estate yang luar biasa.

Pasalnya, Silicon Valley dapat melambung lantaran budaya inovasi dan karakteristik orang-orang yang berperan di dalamnya yang mampu dapat membuatnya jadi istimewa.

"Saya tidak begitu memahami kenapa pemerintah cenderung berpikir bahwa bahan utama mencipta ulang Silicon Valley adalah membuat taman real estate. Dan untuk beberapa alasan, pemerintah memilih desa terpencil dengan real estate yang terjangkau, tapi bukan seperti itu inovasi berkembang," kritik mantan Pengusaha Silicon Valley yang juga pendiri perusahaan modal ventura Golden Gate Ventures yang berfokus di Asia Tenggara, Vinnie Lauria.

Lauria menambahkan, kalau 'bahan-bahan' magis yang akhirnya menciptakan kawasan Silicon Valley juga segenap raksasa teknologi yang sekarang berkembang pesat di dalamnya adalah berkat orang-orangnya.

Para orang-orang ini diketahui berasal dari beragam latar belakang untuk selanjutnya saling berjejaring dan berkolaborasi dengan apik dan mudah tentunya. Bukannya disulap dalam satu kali malam.

Lokasi yang sempurna untuk sebuah ekosistem yang seperti Silicon Valley adalah berada di area urban yang kosmopolitan dan padat penduduk, bukannya area yang berada jauh dari pusat keramaian.

Mengutip dari South China Morning Post (SCMP), Lauria menceritakan kalau asal mula Silicon Valley punya beragam orang dengan beragam tujuan yang mendatangi San Fransisco.

Baik untuk sekolah, penggiat ilmu komputer, atau jadi seniman dan lain sebagainya. "Bagi saya, keberagaman melahirkan inovasi," tutur Lauria.

Proyek-proyek Ambisius di Bukit Algoritma

Proyek Bukit Algoritma 66fd5

Meski begitu, sang penggagas, politisi Budiman Sudjatmiko tetap bersikukuh menaruh harapan tinggi pada Bukit Algoritma tersebut.

Politisi PDIP yang juga salah satu tokoh pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menyebut kalau nantinya akan terdapat 7 hektar lahan demi kebutuhan energi wilayah tersebut.

Kebutuhan energi tersebut akan dipasok hingga mencapai 1 giga watt memakai solar cell atau baterai tenaga matahari.

"Bahkan pasarnya sudah sudah aman untuk Amerika 40 persen nanti kemudian ke desa-desa, ke BUMN, 1 giga watt energi solar cell penemuan sendiri," celetuk Budiman, dikutip dari Detik.

Beberapa rencana lain seperti akan dibuat kajian kewilayahan dan ekspansi ruang udara agar dapat membuat drone, angkutan, spy, pengawasan, militer, kargo, serta drone yang mampu menempuh jarak ratusan kilometer.

"Kemudian membuat nano satelite, seukuran handphone," tambahnya mengenai ide dan rencana terkait Bukit Algoritma tersebut.

Tak cuma soal teknologi, kawasan tersebut disebutkan oleh Budiman akan terdapat industri kesehatan. Ia berandai-andai, nantinya akan muncul pengusaha Indonesia yang bikin alat-alat kesehatan secara mandiri.

"Kemudian ada industri kesehatan namun bukan importir ya, jadi pengusaha Indonesia yang ingin membuat alat-alat kesehatan secara mandiri, mulai dari jaum suntik, nano robot, sampai yang paling sederhana (yakni) masker dia sudah punya bisnis ke arah sana," tutur Budiman.

"Artinya kita ingin mengembangkan di sini bagaimana pengembangannya," lanjutnya.

Sekarang, berdasarkan penjelasan Budiman, yang telah bergerak yakni nano teknologi centre yang bekerja sama dengan proyek Bukit Algoritma.

"Dengan pengusaha di rekayasa nano teknologi untuk atom kemudian neuro science dan biologi molekular, biologi skala kecil. Tiga minggu ini pending dan berlanjut setelah Lebaran berjalan semua, pengerjaan oleh BUMN Amarta Karya," pungkasnya.

Baca juga artikel seputar Sains atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

7 Artis Indonesia yang Gaet Anak Pejabat | Ada yang Berhenti dari Dunia Hiburan!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.7.1 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Kumpulan Foto Anak Mulan Jameela yang Jarang Tersorot | Memesona Seperti Ibunya!

10 Aplikasi Edit Video PC Gratis Terbaik 2021, Ringan & Banyak Fitur!

Viral, Video Warga Eropa Mengungsi ke Indonesia karena Asteroid | Simulasi atau Sungguhan?

ARTIKEL TERKAIT
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Page C784e
Viral Ikan Penis yang Sempat Bikin Geger Media Sosial, Ini 5 Fakta di Baliknya!
Page 92745
Percaya atau Tidak, 5 Hal Mengerikan Ini Bisa Kamu Alami saat Tidur!
4444 2a05c
5 Misteri Terbesar Alam Semesta yang Tak Terjawab, Hanya Tuhan yang Tahu!
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Banner Jadi B4d0a
7 Film Science Fiction yang Dibenci oleh Ilmuwan, Ngawur Parah?
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal