Gokil! China Bakal Bisa Panen Matahari Langsung dari Luar Angkasa

Default

China lagi-lagi muncul dengan inovasi teknologi terbaru. Kali ini China sedang membangun sebuah fasilitas yang memungkinkan proses memanen cahaya Matahari langsung dari luar angkasa.

Mengutip CNN Indonesia, para ilmuwan China saat ini sedang membangun fasilitas eksperimental pertama yang terletak di desa Heping, distrik Bishan.

Pembangunan fasilitas yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Surya Luar Angkasa Bishan atau Pangkalan Bishan ini dijadwalkan selesai pada akhir 2021.

Adanya fasilitas ini memungkinkan para ilmuwan untuk bisa memanen pancaran energi dari Matahari yang memantul di luar angkasa. Energi ini kemudian bisa dijadikan sumber energi di China.

Proyek ini sebelumnya sempat tertunda karena keterbatasan kelayakan dan keamanan teknologi. Namun proyek ini kembali dilanjutkan pada Juni 2021 kemarin.

Dikutip dari China Science Daily, pangkalan Bishan direncakan untuk jadi fasilitas pembangkit listrik skala besar pertama di China untuk pengujian, pengintegrasian pengamatan, dan pengembangan cara baru untuk memanfaatkan sumber energi dari cahaya Matahari.

Stasiun Energi Matahari China SCMP 2e764

Pengambilan energi yang efisien

Gagasan adanya stasiun surya di luar angkasa ini telah dipertimbangkan oleh para ilmuwan dan insinyur luar angkasa sejak tahun 1960-an.

Pasalnya, sejauh ini pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan di dunia dinilai tidak efisien.

Salah satunya karena hanya bisa beroperasi di siang hari. Sementara atmosfer Bumi akan memantulkan atau menyerap hampir separuh energi di bawah sinar Matahari.

Jika menggunakan stasiun surya luar angkasa yang ada di ketinggian 36.000 kilometer atau lebih, pembangkit listrik tenaga surya geostasioner dapat menghindari bayangan bumi dan melihat matahari 24 jam sehari.

Tak itu saja, kehilangan energi di atmosfer juga dapat dikurangi seminimal mungkin, yakni mencapai 2%. Caranya adalah dengan mengirimkan energi dalam bentuk gelombang mikro frekuensi tinggi.

Menurut pemimpin proyek Zhong Yuanchang, profesor di Chongqing University's School of Microelectronics and Communication Engineering menyebut bahwa untuk saat ini, tim peneliti masih dalam proses pengujian.

Mereka saat ini menggunakan balon udara di ketinggian sebagai platform terapung untuk melakukan uji transmisi daya gelombang mikro di ketinggian 300 meter.

Ketika fasilitas Bishan selesai, mereka berencana untuk meningkatkan jangkauan hingga lebih dari 20 kilometer dengan kapal udara yang mengumpulkan energi matahari dari stratosfer.

Di sana, para peneliti juga akan bereksperimen dengan beberapa aplikasi alternatif teknologi. Misalnya, menggunakan sinar energi untuk menggerakkan drone.

Ilustrasi Panel Surya Matahari CNN Indonesia 018dd

Rencana ke depannya

Lebih lanjut, China akan memanen energi tersebut dan memancarkannya ke Bumi menggunakan infrastruktur besar di orbit.

Sejauh ini infrastruktur tersebut masih dianggap fiksi ilmiah. Namun pemerintah China berencana bisa merealisasikannya. Nantinya proses ini bisa menghasilkan 1 megawatt energi dari luar angkasa pada 2030 mendatang.

Untuk melakukannya, seperti dikutip dari Detik.com, para peneliti harus menguji transmisi dari ketinggian rendah.

Setelah itu baru bisa pindah ke ketinggian yang menggunakan transmisi daya tegangan ultra-tinggi. Baru setelah itu mereka bisa menggunakan transmisi nirkabel dari orbit.

Tak sampai di situ saja, pemerintah China juga berencana bisa meningkatkan total kapasitas pembangkit listriknya menjadi 1 gigawatt pada 2049 mendatang.

Kapasitas itu setara dengan reaktor tenaga nuklir terbesar yang ada saat ini. Tahun itu bertepatan dengan hari jadi Republik Rakyat China ke-100.

Berbagai tantangan

Selama beberapa dekade terakhir, berbagai bentuk pembangkit listrik tenaga surya memang sudah banyak diusulkan dari seluruh dunia. Namun sejauh ini masih jadi sebatas teori saja. salah satunya karena keterbatasan teknis.

Belum lagi adanya tantangan berupa risiko berbahaya dari proyek ini. Penduduk tidak akan diizinkan tinggal dalam jarak 5 kilometer dari stasiun penerima energi karena bahaya paparan radiasi.

Bahkan kereta yang jaraknya lebih dari 10 kilometer pun dapat mengalami masalah seperti kehilangan komunikasi tiba-tiba karena frekuensi gelombang mikro.

Namun setelah pemerintah mengumumkan tujuannya untuk nol emisi pada 20160, pemerintah China mendapat dukungan kuat dari berbagai sektor energi.

Ilustrasi Panen Sinar Matahari Df00f

Masih perlu pembuktian

Maka dari itu, para peneliti China di Bishan perlu membuktikan bahwa transfer daya nirkabel bisa bekerja dalam jarak jauh.

Gagasan itu sebelumnya memang pernah dipopulerkan oleh insinyur dan penemu Nikola Tesla pada akhir abad ke-19.

Namun penggunaan teknologinya saat ini baru terbatas pada sejumlah kecil aplikasi jarak pendek. Misalnya, pengisi daya nirkabel untuk ponsel cerdas.

Tesla gagal karena ia justru membuat perjalanan listrik di udara seperti gelombang ke segala arah. Padahal energi sebaiknya dikonsentrasikan menjadi sinar yang sangat terfokus agar jangkauannya efektif.

Itu yang perlu dilakukan para ilmuwan di Bishan. Sinar energi intensif harus bisa menembus awan secara efisien dan mengenai stasiun di Bumi secara langsung dan tepat agar proyek ini bisa berhasil.

Jika proyek ini berhasil, maka bisa merangsang pengembangan berbagai teknologi mutakhir. Termasuk roket superheavy, pesawat luar angkasa hipersonik untuk transportasi berbiaya rendah, hingga konstruksi infrastruktur orbital dan senjata directed energy.

BACA JUGA

13 Foto yang Saking Sempurnanya Sampai Dikira Hasil Editan | Kuncinya Adalah Timing!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.9.0 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Jepang Punya Pulau Baru yang Mendadak Muncul | Gara-gara Erupsi Gunung Berapi Bawah Laut

Higgs Domino RP APK Versi Lama & Terbaru 2021, Dapat Koin Melimpah!

8 Artis yang Pernah Foto Bareng Pesepak Bola Top Dunia | Ada yang Ketemu Lionel Messi!

ARTIKEL TERKAIT
Foto Permukaan Matahari D8243
10 Foto Langka Detail Permukaan Matahari | Bikin Takjub dan Terpukau
4cc90378d330b6074bd0244e8061fade
5 Hal yang Akan Terjadi Jika Matahari Tidak Bersinar Lagi! 
Bill Gates Dukung Ide Redupkan Matahari Banner 5fd73
Bill Gates Dukung Ide Redupkan Matahari, Emangnya Lampu Bisa Diredupin?
Smartphone Solar Charger Little Sun Charge Banner
Charge Smartphone Modal Sinar Matahari Doank? Bisa Pakai Perangkat Ini
China Creates Artificial Sun 696x392
China Ciptakan Matahari Buatan 3 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli
Ledakan Matahari Terekam Banner 8b492
Detik-Detik Ledakan Matahari Terekam, Begini Penampakannya!
Tags Terkait: penemuanSains
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal