J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Bumi Benar-benar Rusak Parah | Alam Liar Tersisa Tinggal 3% Saja

Rabu, 21 Apr 2021, 13:00 WIB
Bumi rupanya berada dalam kondisi rusak yang parah, diperkirakan hanya sangat kecil alam liar yang tersisa di planet ini. Simak penjelasannya di sini.

Sebuah studi telah dilakukan selama satu dekade terakhir yang bertujuan untuk memetakan seperti apa ekosistem utuh yang berada dalam skala global memakai citra satelit.

Dari hasil studi tersebut ditemukan fakta bahwa rupanya cuma tinggal 3% dari ekosistem daratan Bumi yang diperkirakan masih utuh dan alami. Tentu saja hal ini harus menjadi perhatian yang mendalam.

Para ahli biologi memperkirakan setidaknya antara 20% hingga 40% permukaan tanah Bumi bisa dianggap utuh secara ekologis.

Namun, apa yang dapat dideteksi oleh satelit merupakan ukuran yang buruk mengenai habitat liar yang masih bertahan di Bumi.

Kerusakan Bumi yang kian parah ini juga didukung dengan punahnya mamalia dan burung besar.

Lantaran perburuan serta masuknya spesies baru dan penyakit invasif yang sudah mengikis keanekaragaman hayati di kawasan hutan liar dunia.

Hasil Studi Terbaru

Jenis Jenis Kerusakan Lingkungan A8739

Pada hasil studi terbaru yang dilakukan oleh Andrew Plumptre dari Sekretariat Area Keanekaragaman Hayati Utama, Institut Konservasi Cambridge, Universitas Cambridge dengan timnya, mereka memakai definisi yang berbeda mengenai ekosistem yang utuh.

Hasil penelitian ini mempertimbangkan apakah semua spesies yang diketahui mengalami kejadian tertentu pada suatu wilayah masih ada.

Selain itu juga melihat apakah para spesies ini cukup besar dalam memainkan peran ekologisnya? Layaknya predator puncak atau benih dalam ekosistem.

Pada penelitian ini menetapkan patokan pada AD1500, artinya cuma bagian dunia yang secara ekologi dianggap utuh layaknya 500 tahun yang lalu dengan spesies yang sama serta tingkat kelimpahan yang sama bisa dianggap sebagai alam liar.

"Kami menemukan bahwa hanya 2,8 persen dari permukaan tanah Bumi yang cocok dengan deskripsi ini. Petak-petak ini, masing-masing 10.000 kilometer persegi atau lebih besar, tersebar di berbagai tempat di seluruh dunia," tulis Plumptre seperti dikutip dari The Conversation.

Lokasi-lokasi ini seperti Taman Nasional Nouabale-Ndoki di Kongo, Serengeti-Ngorongoro di Tanzania, wilayah adat Alto Rio Negro di hutan Amazon, Great Siberian Polynya di Rusia utara, dan Taman Nasional Kawesqar di Chili selatan.

"Ini adalah tempat yang sangat langka dan khusus yang harus dilestarikan, tetapi hanya 11 persen yang termasuk dalam kawasan lindung," lanjutnya.

Dekade Perbaikan atau Restorasi

Kerusakan Lingkungan Akibat Manusia B2b83

Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekosistem daratan Bumi yang utuh layaknya 500 tahun lalu tidak sampai 3% dari keseluruhan.

Lalu apa yang mungkin dapat dilakukan manusia untuk memulihkan hal tersebut? Sayangnya, ketika suatu spesies telah punah, maka alam liar asli tidak bisa dihidupkan kembali,

Namun, di mana spesies yang dimusnahkan secara lokal akan tetapi sanggup bertahan di tempat lain, maka mungkin masih ada harapan.

Untuk kembali memulihkan keutuhan ekosistem tersebut yakni dengan cara memperkenalkan lagi spesies itu dengan wilayah di mana spesies tersebut musnah.

Bagi Plumptre hal tersebut tentu tidak mudah lantaran membutuhkan komitmen yang signifikan dari pemerintah serta badan multinasional.

Contoh Kerusakan Lingkungan 25e80

Lantaran proses ini membutuhkan biaya yang mahal dan sulit dalam prosesnya. Apalagi ancaman asli terhadap satwa liar harus dihilangkan agar bisa memastikan keberhasilan dari komitmen ini.

"Namun kami memperkirakan bahwa ekosistem dengan komunitas satwa liar pada tingkat kelimpahan dan aktivitas historis dapat dipulihkan hingga 20 persen dari daratan Bumi. Berfokus pada wilayah dunia di mana habitat tampak utuh dari citra satelit, kami mengidentifikasi tempat-tempat di mana lima (atau kurang) spesies hewan besar telah hilang dan tempat yang memungkinkan untuk dikembalikan," terangnya.

Contohnya, sejumlah kawasan lindung di Lembah Kongo sudah kehilangan gajah hutan, tetapi kawasan ini masih cukup luas juga terpencil serta mempunyai banyak habitat yang utuh dalam mendukung spesies ini.

Sehingga dengan memperkenalkan kembali gajah di sini wilayah ini, menurut Plumptre, dapat berhasil apabila perburuan juga bisa dikendalikan oleh pemerintah.

Saat dunia memperhitungkan kerangka kerja baru dalam mengelola keanekaragaman hayati, integritas ekosistem muncul menjadi tujuan penting.

Kerusakan Bumi Akibat Ulah Manusia C8eec

PBB turut menyebutkan pada tahun 2020-an sekarang akan menjadi "dekade restorasi", saat upaya nasional harus beralih ke pemulihan habitat yang semakin rusak dan menurun.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Plumptre, memperbaiki habitat yang paling rusak di dunia bukan lagi menjadi hal yang diragukan lantaran ini hal yang penting.

Namun, ada peluang dalam memulihkan habitat yang relatif utuh menjadi sesuatu yang menyerupai kondisi mereka sebelumnya saat masih liar.

"Alih-alih hanya melestarikannya, mari kita berambisi dan mencoba memperluas tambalan langka dan asli ini dengan memperkenalkan kembali hewan yang telah lama hilang. Jika berhasil, situs utuh ini dapat berfungsi sebagai pengingat yang tak ternilai tentang apa yang telah hilang dari dunia lain, dan tolok ukur yang berguna untuk mengukur apa yang benar-benar disebut alam liar," tutupnya.

Baca juga artikel seputar Berita atau artikel menarik lainnya dari Ilham Fariq Maulana.

BACA JUGA

7 Penemuan Ilmuwan Muslim yang Diklaim Barat | Fakta Sejarah Membuktikan!

Download Alight Motion Pro MOD APK v3.7.1 Terbaru 2021 | Free & No Watermark!

Kumpulan Foto Anak Mulan Jameela yang Jarang Tersorot | Memesona Seperti Ibunya!

10 Aplikasi Edit Video PC Gratis Terbaik 2021, Ringan & Banyak Fitur!

Uji Coba Meredupkan Matahari Ditunda | Bakal Bikin Bencana Kekeringan?

ARTIKEL TERKAIT
Pageooo 8086d
8 Gorila di Kebun Binatang Ternyata Positif COVID-19, Kok Bisa?
Pandemi Covid19 2021 Bisa Lebih Buruk Dari 2020 41167
WHO: Pandemi COVID-19 di 2021 Bisa Lebih Buruk dari 2020
Sin133 F56ff
Vaksin COVID-19 Bisa Memperbesar Penis, Hoaks atau Bukan?
Lukisan345 3850a
Lukisan Goa Tertua di Dunia Ditemukan di Indonesia, Begini Penampakannya!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal