Mirip Film Kiamat, Arus Laut Utama Bumi Melambat | Dunia Dalam Bahaya?

Geng, kamu ingat film apocalypse "The Day After Tomorrow" yang dibintangi Jake Gyllenhaal, nggak? Dalam film tersebut diceritakan bahwa bumi mengalami bencana global yang dahsyat akibat perubahan iklim yang menyebabkan arus laut dunia terhenti.

Ternyata film tersebut bukan omong kosong belaka lantaran sebuah studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Proceedings of the US National Academy of Sciences (PNAS) pada 23 Februari 2021 lalu menunjukkan adanya kecenderungan fenomena itu dapat terjadi.

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa The Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), arus laut utama Bumi yang membawa air hangat dari daerah tropis menuju Atlantik Utara telah melambat dan membahayakan dunia, meski tidak se-ekstrem di film.

The Day After Tomorrow Dcf04

Namun, perlambatan sirkulasi laut yang disebabkan oleh pemanasan suhu global ini akan berdampak nyata yang berpengaruh pada pola cuaca dan ketinggian air laut secara keseluruhan.

Ternyata, hal ini juga telah diprediksi oleh para ilmuwan, seperti diungkapkan oleh Johannes Lohmann, seorang fisikawan dari Copenhagen University in Denmark seperti yang dilansir dari Science Alert.

Peneliti lainnya yang berkontribusi dalam penelitian tersebut, Stefan Rahmstorf dari Potsdam University menjelaskan pada CNN bahwa melemahnya sirkulasi laut ini telah diprediksi selama beberapa dekade, hingga akhirnya peneliti menemukan bukti kuat bahwa itu sudah terjadi.

AMOC telah mendapat pengawasan ketat dalam beberapa tahun terakhir karena air tawar dingin dari gletser Greenland yang mencair pada dasarnya telah menyebabkan arus melambat, meskipun tidak benar-benar berhenti.

Arus Utama Bumi Melambat 1b245

Lohmann menambahkan bahwa AMOC dapat mencapai titik kritisnya lebih cepat dari prediksi akibat adanya peningkatan air lelehan dari Greenland yang semakin cepat saat ini.

"Karena potensi peningkatan risiko perubahan iklim mendadak di bagian sistem Bumi yang kami tunjukkan dalam penelitian kami, penting bahwa pembuat kebijakan terus mendorong target iklim jangka pendek dan menengah yang ambisius untuk memperlambat laju perubahan iklim, terutama di tempat-tempat yang rentan seperti Kutub Utara," pungkas Lohmann.

Duh, ngeri juga, geng. Meskipun dampaknya tidak akan langsung terlihat secara masif seperti di film "The Day After Tomorrow", bukan berarti hal tersebut tidak dapat terjadi di dunia nyata.

Saat ini, pemanasan global dan efek rumah kaca telah menjadi penyebab utama mencairnya es di Greenland. Menurutmu, apa yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi terhadap lingkungan, geng?

Baca juga artikel seputar Lingkungan atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Simak juga beberapa artikel menarik lainnya dari Jalan Tikus berikut ini:

28 Tahun Menunggu, Eks Atlet Voli Putri Aprilia Manganang Akhirnya Dipastikan Pria

Hotman Paris Menyesal Kaya Hingga Pertanyakan Tujuan Hidup, Ada Masalah Apa?

10 Alasan Konyol Ini Bikin Pesawat Delay, Gara-Gara Kentut Sampai Tikus!

10 Negara dengan Utang Paling Parah Sampai Melebihi Pendapatan, Awas Bangkrut!

ARTIKEL TERKAIT
Sp Strategi Ketahanan Pangan Indonesia 6b868
Dilema Megaproyek Food Estate, Antara Ketahanan Pangan dan Kerusakan Lingkungan
 28480
Mengenal Ambergris, Muntahan Paus Bernilai Miliaran Rupiah yang Langka dan Bikin Kaya
Untitled Design 2021 02 15t154505 159 779e5
Wanita Asal Kenya Ini Bangun Start-Up Batu Bata Ramah Lingkungan, Manfaatkan Plastik!
Mitos Hujan Es Batu 5a65d
Yogyakarta Dijatuhi Hujan Es Dua Hari! | Akibat Perubahan Iklim?
Gunung Es Berada Di A410c
Gunung Es yang Dua Kali Luas Jakarta Pecah! | Bencana Iklim Dunia?
Page1 A6781
6 Dentuman Misterius di Indonesia di Awal 2021, Tanda Mau Kiamat?
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal