7 Perubahan Kecil yang Dapat Memperbaiki Film Buruk | Auto Cuan!

Default

Pembuatan sebuah film memang bukan perkara mudah. Mulai dari masa pra produksi hingga pasca produksi, semuanya melibatkan berbagai elemen untuk pengambilan keputusan.

Hal ini termasuk memutuskan adegan-adegan mana saja yang akan dimasukkan ke hasil akhir dan mana yang tidak. Jika salah, bisa-bisa hasil filmnya justru berantakan.

Meskipun ada kesalahan film yang berhasil diselamatkan sebelum filmnya tayang, namun film-film di bawah ini sudah terlanjur dirilis meskipun memuat kesalahan yang cukup serius.

Tapi, sebenarnya ada perubahan kecil yang bisa dilakukan untuk membuat filmnya menjadi lebih baik, lho. Penasaran bagaimana caranya?

7 Hal yang Seharusnya Diubah Agar Film Menjadi Lebih Baik

Mulai dari karakter yang nggak mirip dengan sumber orisinalnya, jalan cerita yang terlalu lama dan penuh oleh karakter, hingga keliru memilih aktor. Film-film di bawah ini melakukan kesalahan yang seharusnya nggak perlu terjadi.

Untungnya, kesalahan-kesalahan tersebut bisa diubah dengan cara yang sebenarnya sederhana, meskipun filmnya tetap saja nggak akan sempurna.

Berikut daftar kesalahan yang dilakukan oleh film-film terkenal serta perubahan yang bisa dilakukan agar filmnya menjadi lebih baik.

1. Membuat Deadpool Serupa dengan Versi Komik

Deadpool Ff1d5

Bagi kamu yang sudah menonton X-Men Origins: Wolverine (2009), pasti tahu bahwa kesalahan terbesar film adaptasi komik satu ini terletak pada karakter Deadpool.

Selain penampilannya dibuat sangat berbeda dibanding versi komik, dia juga mendapatkan kekuatan-kekuatan baru. Sayangnya, hal ini justru menimbulkan kekecewaan bagi para penggemar.

Solusi untuk memperbaiki masalah ini tentu saja membuatnya mirip dengan versi komik. Hal ini berarti lengkap dengan kostum merahnya yang khas dan tentu saja mulut yang nggak terjahit supaya sesuai dengan julukannya, yaitu Merc with a Mouth.

2. Membuat Hulk Muncul Lebih Cepat

Hulk 83615

Film Hulk (2003) terhitung cukup lama, geng, yaitu 2 jam 18 menit. Penonton baru bisa melihat superhero berwarna hijau ini pada menit ke-42 yang tentunya terlalu lama dan membosankan untuk ditunggu.

Akhirnya, ketika Hulk benar-benar muncul, penonton sudah nggak terlalu antusias untuk menyaksikan aksi heroiknya. Oleh karena itu, seharusnya Hulk muncul setidaknya 25 menit lebih awal.

Sebaiknya, film ini berfokus pada adegan ketika Hulk terkena radiasi sinar gamma, dan dalam waktu 15-20 menit, Hulk bisa segera muncul di layar.

Selanjutnya, Ang Lee sebagai sutradara bisa memasukkan adegan-adegan filler tanpa kehilangan perhatian penonton.

3. Menggunakan Naskah Original Jon Spaihts

Prometheus 1cae6

Meskipun selama masa promosi terlihat menjanjikan, nyatanya Prometheus (2012) biasa saja, geng. Sebagai prekuel dari film Alien (1979), jalan ceritanya justru jauh dari film sebelumnya.

Naskah film ini juga memuat keputusan bodoh dalam film sci-fi, seperti para ilmuwan yang dengan bebasnya melepas helm di planet asing. Ternyata, semua masalah ini bersumber dari penulisan ulang naskah Prometheus yang dilakukan oleh Damon Lindelof.

Padahal, penulis awal naskah film ini, Jon Spaihts, sudah menyesuaikan jalan ceritanya dengan film Alien. Kalau kamu baca naskah buatan Spaihts di internet, maka kamu akan menyadari bahwa versinya jauh lebih baik.

4. Memberi Rating R pada Film The Expendables 3

The Expendables 3 D1539

Pasca dua film pertamanya meraih kesuksesan finansial besar meskipun dengan rating R, Lionsgate justru serakah dan memberi rating PG-13 kepada film The Expendables 3 (2014) dengan harapan meraih lebih banyak penonton.

Namun, keputusan tersebut justru membuatnya menjadi penutup trilogi yang mengecewakan. Adegan action-nya terkesan datar dan nggak ada unsur gore yang sudah ditunggu-tunggu penonton.

Oleh karena itu, lebih baik Lionsgate tetap memberikan rating R pada The Expendables 3 supaya adegan action-nya bisa dinikmati secara penuh oleh penonton sebagaimana dua film prekuelnya.

5. Memotong Durasi Hingga 45 Menit di Film At World's End

Pirates Of The Caribbean At Worlds End 2f7ea

Setelah sukses dengan film pertamanya, Dead Man's Chest dirilis tiga tahun kemudian sebagai sekuel dan berhasil mendapatkan 1 milyar USD untuk franchise film Pirates of the Caribbean.

Gore Verbinski selaku sutradara berpikir bahwa jika film kedua yang memiliki durasi 145 menit bisa sukses, maka nggak ada salahnya untuk menambah durasi pada film ketiganya, At World's End (2007), menjadi 168 menit.

Sayangnya, durasi tersebut jelas terlalu lama karena berisi hal-hal yang kurang penting.

Jika film ini hanya sekitar 120 menit sekaligus mengurangi sejumlah pemeran pendukung, maka At World's End akan menjadi film petualangan yang padat namun tetap seru.

6. Menghilangkan Sandman Sama Sekali

Sandman 1c927

Seperti kebanyakan film superhero masa kini, Spider-Man 3 (2007) dipenuhi terlalu banyak villain, mulai dari Venom (Topher Grace), Green Goblin (James Franco), dan Sandman (Thomas Hayden Church).

Oleh karena itu, menghilangkan Sandman akan membuat film ini terasa lebih lega.

Serta mampu memberikan ruang lebih bagi Sam Raimi selaku sutradara untuk memperkenalkan kisah cinta segitiga antara Peter Parker (Tobey Maguire), Mary-Jane (Kirsten Dunst) dan Gwen Stacy (Bryce Dallas Howard).

Meskipun penonton masih akan disuguhkan dengan tarian emo Peter yang merupakan keputusan terbodoh di film Spider-Man. Namun, menghilangkan Sandman berarti menghindarkan pengulangan kematian Paman Ben dan membuat segalanya jadi nggak serba terburu-buru.

7. Mengganti Sofia Coppola dengan Aktris Lain

The Godfather Part Iii 80800

Awalnya, Julia Roberts mendapatkan peran sebagai Mary Corleone, putri dari Michael Corleone (Al Pacino) di film The Godfather Part III (1990). Sayangnya, akibat jadwal yang bertabrakan, ia digantikan oleh Winona Ryder, yang kemudian juga mengundurkan diri.

Akhirnya, sutradara Francis Ford Coppola menyerahkan peran tersebut kepada putrinya sendiri, Sofia, dan hasilnya justru dibenci oleh penonton. Pasalnya, aktingnya terlalu berlebihan, khususnya pada adegan kematiannya.

Meskipun The Godfather Part III merupakan penurunan dari film-film sebelumnya, namun akan lebih baik jika ada aktris yang bisa terbang ke Roma dalam waktu 24 jam untuk syuting dan menggantikan Sofia sebagai Mary.

Akhir Kata

Itu dia 7 perubahan kecil yang bisa dilakukan untuk membuat film-film tersebut menjadi lebih baik dari apa yang kita lihat saat ini.

Apakah kamu setuju dengan saran perubahan di atas, geng? Atau filmnya lebih baik dibiarkan apa adanya? Tuliskan pendapatmu di kolom komentar di bawah, ya.

Baca juga artikel seputar Out Of Tech atau artikel menarik lainnya dari Sheila Aisya Firdausy.

ARTIKEL TERKAIT
Whatsapp Image 2020 09 21 At 20 41 19 3b2be
10 Detail dalam Film yang Mungkin Nggak Disadari Para Fans Berat
10 Film Agen Rahasia Terbaik Sepanjang Masa Yang Wajib Kamu Tonton Sekarang 3bb0b
10 Film Agen Rahasia Terbaik Sepanjang Masa | Penuh Aksi dan Rahasia!
Ridley Scott Alien Sequel Ai 88be1
10 Film Alien Terbaik Paling Seru & Menegangkan, Dari Kisah Nyata?
Aktor Antagonis Terbaik Banner 6a4b6
5 Aktor Antagonis Terbaik, Bikin yang Nonton Benci Jadi Cinta?
Aktor Tidak Audisi Banner C134d
5 Aktor Ini Dapat Peran Ikonis Tanpa Audisi, Sylvester Stallone Maksa?
7 Adegan Film Paling Ikonik Dan Terkenal Lebih Terkenal Dari Filmnya 988c9
7 Adegan Film Paling Ikonik dan Terkenal, Lebih Terkenal dari Filmnya!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal