5 Film Luar Negeri yang Kontroversial di Indonesia, Sampai Dilarang Tayang!

Default

Film menjadi media penyalur kreativitas bagi sutradara dan seluruh kru yang terlibat. Namun, nggak jarang ideologi mereka terbentur oleh norma-norma yang ada.

Akibatnya, kamu bisa menemukan film yang banyak disensor atau bahkan dilarang tayang di suatu negara karena isinya dikhawatirkan dapat memengaruhi pola pikir penonton.

Hal ini terjadi pada beberapa film mancanegara yang dianggap bermasalah oleh Lembaga Sensor Film (LSF), sehingga nggak bisa tayang di bioskop Indonesia.

Kalau kamu penasaran apa saja film luar negeri yang dilarang tayang di Indonesia akibat terlalu kontroversial, simak penjelasannya berikut ini.

5 Film Luar Negeri Kontroversial yang Dilarang Tayang di Indonesia

Bukan hanya ada film Indonesia yang dilarang tayang di negara sendiri, namun ada juga film luar negeri, termasuk Hollywood, yang dicekal penayangannya di Indonesia.

Alasannya karena ada beberapa adegan, atau bahkan keseluruhan isi film, yang dinilai nggak sesuai dengan pandangan bangsa Indonesia. Selain itu, ada juga yang dikhawatirkan dapat membangkitkan organisasi terlarang.

Padahal, nggak sedikit di antaranya yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film, bahkan memenangkannya. Namun, tetap saja masyarakat Indonesia nggak berkesempatan nonton film-film di bawah ini di bioskop.

1. True Lies (1994)

True Lies E2b46

Nama aktor Arnold Schwarzenegger populer di industri perfilman Hollywood pada era 1980-an hingga 1990-an. Selain membintangi franchise film Terminator, ia juga berperan di film True Lies.

Pada film yang disutradarai oleh James Cameron ini, Schwarzenegger berperan sebagai mata-mata yang menyamar menjadi seorang salesman untuk mencari rudal nuklir milik orang Arab.

Namun, True Lies nggak bisa tayang di Indonesia karena dianggap sebagai film yang menghina Islam, geng. Bukan tanpa alasan, budaya Arab di film ini dikaitkan dengan terorisme, sehingga rawan menimbulkan kesalahpahaman.

2. South Park: Bigger, Longer & Uncut (1999)

South Park Bigger Longer Uncut B3694

Kata siapa film animasi selalu aman ditonton anak-anak? Buktinya, ada juga film anak yang mengandung adegan dewasa.

Nah, meskipun South Park memang diperuntukkan bagi orang dewasa, namun tetap saja ada beberapa adegan yang nggak pantas. Sebagian besar di antaranya mengandung unsur komedi gelap yang dapat menyinggung beberapa pihak.

Salah satunya adalah penggambaran mantan presiden Irak, Saddam Hussein, sebagai setan homoseksual. Oleh karena itu, nggak heran jika film ini dilarang tayang di Indonesia meskipun meraih nominasi Best Original Song pada ajang penghargaan Oscar.

3. Merdeka 17805 (2001)

Merdeka 17805 06f14

Bukan sepenuhnya film luar negeri, Merdeka 17805 adalah film kolaborasi antara Jepang (Toho) dan Indonesia (Rapi Films). Film ini mengisahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun dari sudut pandang tentara Kekaisaran Jepang.

Oleh karena itu, Merdeka 17805 seolah menegaskan bahwa Jepang adalah pihak yang banyak memberi ruang untuk pergerakan nasionalisme, seperti membentuk tentara Pembela Tanah Air (PETA).

Selain itu, film yang disutradarai oleh Yukio Fuji ini menampilkan adegan wanita tua Jawa yang mencium kaki tentara Jepang serta lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan secara tidak sesuai.

Meskipun film ini menimbulkan kontroversi di Indonesia, namun Merdeka 17805 justru sukses ketika ditayangkan di Jepang dan meraih penghasilan sebesar 550 juta yen atau sekitar Rp74 miliar.

4. The Act of Killing (2012)

The Act Of Killing F3de3

Film dokumenter yang berjudul Jagal di Indonesia ini disutradarai oleh Joshua Oppenheimer dan produksi kerja sama antara Denmark, Norwegia, dan Inggris.

Jalan ceritanya mengangkat sejarah kelam Indonesia, yaitu tragedi pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain itu, terdapat reka adegan Anwar Congo selaku tukang jagal yang menghabisi nyawa sejumlah anggota PKI.

Tema tersebut menyebabkan film ini dilarang tayang di Indonesia karena dikhawatirkan dapat menumbuhkan rasa simpati dan membangkitkan kembali PKI.

Terlepas dari larangan tayang tersebut, The Act of Killing menjadi film kontroversial paling sukses karena berhasil mendapatkan penghargaan Dokumenter Terbaik pada BAFTA Awards, serta meraih nominasi Oscar di kategori yang sama.

5. The Look of Silence (2014)

The Look Of Silence 71a1d

Menjadi lanjutan dari film The Act of Killing, narasi pada film dengan nama lain Senyap ini diambil dari sudut pandang keluarga korban yang terbunuh. Sama seperti sebelumnya, Joshua Oppenheimer mengisi posisi sebagai sutradara.

Pada film The Look of Silence, kisahnya berfokus pada penjual kacamata bernama Adi yang merupakan keluarga korban anggota PKI yang tewas.

Alasan pencekalan film dokumenter kontroversial ini nggak jauh berbeda dengan Jagal, yaitu ditakutkan mampu membangkitkan PKI di Indonesia.

Meskipun demikian, lagi-lagi film ini berhasil masuk nominasi Oscar untuk kategori Dokumenter Terbaik.

Selain itu, Senyap juga ditayangkan di Festival Film Venice dan memenangkan Grand Jury Prize yang merupakan penghargaan bergengsi di ajang tersebut.

Akhir Kata

Itu dia film-film luar negeri yang menimbulkan kontroversi di Indonesia hingga dilarang tayang.

Meskipun kualitasnya terbukti dari nominasi Oscar yang didapatkan, namun hal tersebut nggak serta-merta membuatnya bebas tayang karena dinilai berlawanan dengan nilai-nilai yang dijunjung di Indonesia.

Baca juga artikel seputar Out Of Tech atau artikel menarik lainnya dari Sheila Aisya Firdausy.

ARTIKEL TERKAIT
10 Film Yang Dicekal Banner
10 Film Sadis dan Kontroversial yang Dicekal Banyak Negara
Poster Film Kontroversial Banner
10 Poster Film Kontroversial yang Paling Dicekal Sepanjang Masa (18+)
Film Kontroversial Di Era 90an Banner D5e81
5 Film Paling Kontroversial di Era 90an, Ada Yang Memicu Pembunuhan?
Ciuman Indonesia A2963
10 Adegan Ciuman Bibir Terbaik di Film Indonesia, AADC Termasuk!
10 Drama Film Korea Dewasa Terbaik Anak Kecil Dilarang Nonton 79238
10 Drama & Film Korea yang Banyak Adegan Dewasa, Anak Kecil Jangan Nonton!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal