Ada Interaksi Air di Dasar Kawah, Peneliti Ungkap Bukti Baru Jejak Kehidupan di Mars

Default

Penelitian terhadap Planet Mars sebagai tempat tinggal masa depan manusia memang tak ada habis-habisnya, geng.

Terbaru, misi penjelajahan Mars pada 2020 telah menghasilkan temuan adanya interaksi di air dasar kawah Jezero, Planet Mars.

Temuan itu sendiri telah dilaporkan secara resmi pada pertemuan tahunan Geological Society of America's Connects 2021 di Portland, Oregon, pada 10 Oktober 2021 lalu.

Seperti yang diketahui, sejak robot Perseverance Rovers mendarat di kawah Jezero di Mars pada Februari lalu, para peneliti di Bumi telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengeksplorasi kawah tersebut.

Untuk dapat membuktikan Mars sebagai planet layak huni, beberapa sampel dari hasil penjelajahan pun telah disiapkan dan dibawa ke Bumi untuk analisis lebih lanjut.

Salah satunya, tim ilmuwan telah menganalisis batuan dasar kawah Jezero yang disebut sebagai batuan beku. Batuan itu disinyalir berasal dari aliran lava vulkanik.

Deputi Ilmuwan Proyek Mars 2020 NASA, Katie Stack Morgan, menyampaikan dalam laporannya bahwa kawah Jezero adalah salah satu situs danau kawah kuno yang ada di Mars.

Menurutnya, danau tersebut kemungkinan memiliki endapan sedimen serta vulkanik yang dapat membantu manusia untuk mencari tahu jejak kehidupan di Mars.

"Gagasan ini sangat menarik jika dilihat dari perspektif pengambilan sampel karena batuan beku sangat bagus untuk mencari tahu tanggal usia yang akurat," kata Morgan, dilansir dari nationalgeographic.co.id, Jumat (12/11/2021).

Perseverance D0200

Lebih lanjut, Morgan juga mengatakan bahwa air danau dan sungai yang mengalir ke kawah Jezero kemungkinan telah ada sejak 3,6 miliar tahun yang lalu.

Memanfaatkan alat abrasi dari robot Perseverance, tim mendapati kandungan lantai kawah Jezero yang diduga terdiri dari mineral beku berbutir kasar dan kandungan garam.

Dalam pengamatan tersebut, juga ditemukan semacam pelapukan dan perubahan di bagian dasar kawah. Itu artinya, batuan tersebut telah terkena air dalam jangka waktu yang begitu lama.

Setelah menganalisis karakteristik dasar kawah, fase selanjutnya adalah mengambil sampel batuan dengan menggunakan alat bor khusus yang terpasang di Perseverance.

Sayangnya, upaya pertama pengeboran justru gagal karena tabung inti sampel yang didapatkan ternyata kosong.

Peneliti pun memperkirakan bahwa batu itu kemungkinan menjadi lemah karena adanya interaksi dengan air, sehingga getaran dan kekuatan bor menyebabkan sampel hancur.

"Karena inti sampel telah terlepas, kami kemudian menghabiskan beberapa hari untuk berpikir. Pada akhirnya kami menyimpulkan bahwa sampel telah hancur akibat pengeboran," kata Morgan.

Tidak mau perjuangannya sia-sia, para peneliti kemudian mencari target batuan lain yang memiliki ketahanan lebih terhadap pelapukan. Dua sampel inti pun akhirnya berhasil dikumpulkan.

Kedua sampel inti itu menjadi sampel pertama yang berhasil dikumpulkan dengan menggunakan Perseverance.

"Bebatuan di dasar kawah awalnya tidak menjadi target astrobiologi utama dari misi tersebut. Tapi, Mars selalu memberikan kejutan setiap kami bisa melihatnya lebih dekat," ujar Morgan.

Nantinya, sampel tersebut akan menjadi bagian dari multi-spacecraft handoff yang saat ini masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat kembali ke Bumi pada awal 2030-an.

Selanjutnya, para ilmuwan di laboratorium di Bumi akan mengungkap tanggal akurat dan menganalisis bebatuan tersebut untuk menemukan kemungkinan tanda-tanda kehidupan di Planet Mars.

"Kami sangat senang saat mengetahui bahwa bebetuan ini telah mengalami interaksi berkelanjutan dengan air. Adanya mikroba purba dari batuan ini dapat menjadi tanda bahwa Mars dapat menjadi salah satu planet yang bisa dihuni oleh makhluk hidup," pungkas Morgan.

BACA JUGA

Misteri Mumi Anjing yang Terjebak di Dalam Pohon Selama 20 Tahun, Bagaimana Bisa?

10 Potret Artis Indonesia yang Rela Ubah Penampilan Demi Sebuah Peran, Totalitas Banget!

Kabar Baik! Squid Game Season 2 Bakal Segera Tayang, Kini Muncul Teori Squid Spank

Leo Koguan, Pria Kelahiran Indonesia yang Jadi Crazy Rich Dunia Berkat Elon Musk

Kisah Pilu Bapak yang Bekerja di Dua Perusahaan Ojol, Sampai Harus Pakai Jaket Double

ARTIKEL TERKAIT
3 339f2
5 Rekor Dunia Paling Gila Sepanjang Masa
12 097b0
6 Rekor Dunia Video Game Paling Mencengangkan yang Pernah Dibuat
Foto Permukaan Bulan F3a18
10 Foto Indah Detail Permukaan Bulan yang Diambil Bocah 16 Tahun
Untitled Design 2021 02 23t175336 310 Ae761
7 Rekor Dunia Gaming di Guinness World Records, Ada Bocah Hingga Gamer Difabel!
Banner Jadi 654e1
7 Film yang Berhasil Memecahkan Rekor Dunia, Ada dari MCU?
Hacker Cilik Paling Berbahaya D806f
Ada Bocah 5 Tahun?! Ini 5 Hacker Cilik Paling Berbahaya di Dunia
Tags Terkait: planetmarsiptek
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal