REVIEW: Heart Attack (2015)

Default

Apabila kamu diberikan pilihan, ingin bekerja sekeras mungkin atau mencintai sebesar mungkin, mana yang kamu pilih? Topik itulah yang berusaha untuk diangkat oleh film baru asal Thailand berikut ini. Heart Attack merupakan film besutan sutradara ternama yaitu Nawapol Thamrongrattanarit yang baru saja hadir di Indonesia. Kali ini tim dari JalanTikus mendapatkan kesempatan untuk hadir pada acara Special Screening dari Heart Attack, sekaligus meet and greet dengan pemeran utama dan sutradara dari film ini. Bagaimana tanggapan kami? Baca lebih lanjut review di bawah ini ya.

Review Heart Attack 4

BACA JUGA
  • REVIEW: The Diabolical (2015)
  • REVIEW: Maze Runner The Scorch Trials
  • Nuansa Romantis Komedi Ala Thailand, Heart Attack Siap Tayang di Indonesia

Sakit Bentol Berujung Cinta

Review Heart Attack 2

Film Heart Attack diawali dengan gambaran mengenai rutinitas dari tokoh utama yaitu Yoon yang diperankan oleh Sunny Suwanmethanon. Yoon adalah seorang freelancer desainer grafis yang selalu bekerja keras demi menuntaskan semua pekerjaannya. Akibat rutinitasnya yang tidak sehat tersebut, pada suatu hari Ia tiba-tiba mendapatkan penyakit ruam-ruam di sekujur tubuh, dan mengakibatkan produktivitasnya menurun. Demi menyembuhkan penyakitnya tersebut, Ia terpaksa mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dari dokter.

Apa yang terjadi berikutnya sungguh unik. Yoon berjumpa dengan dokter cantik bernama Imm yang diperankan oleh Davika Hoorne. Adegan penuh kegelian pun mulai hadir. Yoon yang sebelumnya tidak peduli dengan tubuhnya dan orang-orang sekitar justru mulai luluh dengan kehadiran Imm. Perasaan-perasaan saling suka pun hadir di antara mereka.

Review Heart Attack 3

Tapi semua itu tidak selalu berjalan lancar. Di sinilah konflik mulai terjadi ketika Yoon kembali keras kepala untuk kembali memaksa tubuhnya agar dapat begadang selama berhari-hari. Banyak pekerjaan yang ada membuat kehidupannya kembali kacau dan sulit sekali untuk sembuh. Lalu bagaimana dengan perasaan suka yang Ia rasakan bersama si dokter cantik? Eits ini sih udah spoiler kalo dilanjutin.

Lalu Apakah Film Ini Menghadirkan Angin Segar Untuk Genre Drama komedi?

Sebenarnya Heart Attack berpotensi untuk menjadi film yang bagus dan menghibur. Akan tetapi temponya yang sangat lambat membuat penonton terlalu lama mengambil jeda untuk membangun emosi antar satu adegan ke adegan yang lainnya. Komedinya yang terkadang sangat lucu dan sisanya cukup klise juga disayangkan. Jika saya pribadi harus menyamakan tokoh Yoon di film ini dengan tokoh apa di film lain, mungkin saya malah memilih tokoh Elliot Alderson di serial TV Mr. Robot. Agak lebay sih, tapi mukanya yang sayu, pendiam, lingkaran hitam di sekeliling mata, dilengkapi jaket hoodie justru menegaskan perasaan itu.

Review Heart Attack 1

Sekali lagi cukup disayangkan film ini kurang berhasil untuk memadatkan cerita yang sebenarnya dapat selesai dalam waktu 1 jam menjadi 2 jam yang penuh dengan ruang kosong. Untuk kamu yang berharap film Thailand dengan humornya yang khas dan meledak-ledak, atau drama romantis yang mengharu-biru, berarti film ini kurang cocok. Film ini lebih cocok untuk kamu yang ingin merenung, serius melihat kisah pribadi orang lain, dengan sedikit bumbu komedi yang ala kadarnya.

ARTIKEL TERKAIT
Banner Assassination
REVIEW: Assassination (2015)
Shinchan Cactus Attack Banner
REVIEW: Crayon Shinchan Cactus Attack! (2015)
Banner
REVIEW: PAPER TOWNS
Review Film The Piper Jalantikus Banner
REVIEW: The Piper (2015)
The Man From Uncle Banner
REVIEW THE MAN FROM U.N.C.L.E.
APPS TERKAIT
Imdb Icon
IMDb Movies & TV 5.4.1.105410410
Apps IMDb
Reverse Movie Fx Icon
Reverse Movie FX - magic video 1.2.9
Apps Bizo Mobile
Movreak Icon
Movreak 1.11.2
Apps DyCode
MoviePop Icon
MoviePop 1.1.7
Games FreshPlanet
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal