5 Tim Esports yang Tidak Membayar Gaji Pemain, Duitnya ke Mana?

Default

Organisasi esports merupakan tempat yang tepat untuk para pemain profesional agar mereka bisa semakin berkembang. Meski begitu, ada saja tim yang tidak mendukung pemainnya.

Meski sudah tampil maksimal dan membela timnya, sejumlah pro player harus menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa mendapat hak yang seharusnya mereka dapat.

Pasalnya, ada beberapa tim esports yang dengan tega tidak membayar gaji pemain. Padahal gaji merupakan hak bagi para pemain profesional yang sudah membelanya.

Nah, pada artikel ini Jaka bakal mengulas deretan tim esports yang menunggak gaji pemain, malah ada juga yang hanya membayar sebagian. Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Denial Esports

Denial Esports 5b969

Denial Esports menunggak gaji pemain di divisi Halo sebesar 3.000 dolar AS (sekitar Rp43 juta). Tim ini juga tidak membayar gaji untuk pemain yang tergabung di divisi League of Legends.

Tim esports asal Amerika Serikat ini juga melakukan hal yang sama kepada para pemain di divisi Melee Super Smach Bros. Overwatch, Paladins, hingga CS:GO.

Pada 2017, Denial Esports akhirnya melepas semua pemainnya dan membuat manajemen baru setahun kemudian. Tim ini pun akhirnya melunasi semua utang gaji pada para pemain lamanya.

Nahas, Denial Esports dengan manajemen barunya hanya bertahan 6 bulan. Pasalnya, tim ini gulung tikar karena terlilit utang 100 ribu Euro kepada pemain divisi Call of Duty.

2. Ninjas in Pyjamas

Ninjas In Pyjamas F68ba

Ninjas in Pyjamas sempat mendominasi berbagai turnamen CS:GO pada 2013-2014. Kesuksesan ini tak luput dari peran pemainnya, seperti GeT_RiGhT, Xizt, Friberg, Forest, dan Fifflaren.

Setelah salah satu tim CS:GO terbaik ini mendapat serangkaian hasil buruk pada 2014, Fifflaren memutuskan untuk pensiun dari tim asal Swedia ini dan pindah ke Amerika Serikat.

Suatu ketika, Fifflaren muncul dalam talk show di channel milik Richard Lewis. Ia pun menceritakan semua permasalahan yang ia alami selama membela tim NiP.

Ia menyebut NiP tidak pernah memberikan uang hadiah dari turnamen yang dimenangkan selama tahun 2013. Manajemen berdalih uang tersebut digunakan untuk biaya perjalanan berikutnya.

Bukan itu saja, Fifflaren juga mengungkap bahwa kelima pemain hanya digaji 1.000 Euro. Padahal gaji minimal di Swedia mencapai 3.500 Euro.

3. Epsilon Esports

Epsilon 50ed3

Dua mantan pro player Epsilon Esports pada divisi H1Z1 mengaku tidak mendapat gaji yang sesuai. Padahal awalnya mereka dijanjikan gaji 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp720 juta per tahun.

Pemain pertama hanya dibayar 12.500 dolar AS, dan pemain kedua hanya 9.000 dolar AS selama 6 bulan menjadi bagian dari tim esports asal Belgia ini.

Mereka pun mengirim email kepada CEO Epsilon Esports, Greg Champagne, tapi mereka tidak pernah mendapat balasan apapun hingga akhirnya mereka kesulitan secara finansial.

Selain itu, pemain di divisi CS:GO di tim ini juga mengalami hal serupa. Ia mengaku 90 persen gajinya selalu telat dibayar. Tim ini juga kabarnya masih menunggak 1.680 dolar AS.

4. Mega Esports

Mega Esports 7ce26

Riot Games memberikan hukuman kepada tim esports League of Legends yang tidak membayar gaji pemainnya. Tim tersebut adalah Mega Esports asal Thailand.

CEO Mega Esports, Arnold Tan, yang menahan gaji para pemainnya kemudian dijatuhkan larangan berpartisipasi dalam turnamen apapun hingga 2022 mendatang.

Padahal, Mega Esports sudah menjalani musim yang sangat baik pada 2019. Tapi semuanya kandas saat permasalahan soal gaji ini mencuat.

Menurut Riot Games, tindakan ini bertujuan untuk menjaga ekosistem bagi para pro player yang berkarier di game esports besutan Riot Games ini.

5. Tigers

Tigers 36ddc

Setelah lama terdengar tentang permasalahan gaji di tim esports Dota 2 Tigers, salah satu mantan pro player Tigers, yakni Xepher, akhirnya buka suara ke publik.

Saat menjadi bintang tamu di acara podcast PeDo (Pendapat Dota) di kanal Youtube Dejet, Xepher mengungkap detail tentang masalah pembayaran gaji di Tigers.

Pro player Indonesia dengan penghasilan tertinggi ini menyebut bahwa Tigers mulai tidak membayar gaji pro player sejak 3 bulan terakhir sebelum tim ini bubar.

Tidak hanya menunggak gaji para pemain, Tigers juga dikabarkan menahan porsi uang turnamen yang seharusnya dibayarkan kepada pemainnya.

Xepher menyebut uang turnamen yang mereka menangkan sudah dibayarkan oleh Tigers. Tapi Xepher masih belum menerima gajinya selama 3 bulan terakhir di tim tersebut.

Akhir Kata

Itulah 5 tim esports yang menunggak gaji para pemainnya. Karena terlilit utang yang besar dari penahanan gaji, beberapa tim sampai terpaksa bubar dan ada juga yang gulung tikar.

Baca juga artikel seputar Esports atau artikel menarik lainnya dari Reishatia.

BACA JUGA

7 Pernikahan Artis Paling Mewah Bagaikan di Film Disney | Ada yang Berakhir Kandas

Kupas Tuntas Aplikasi Compass Penghasil Uang yang Dinyatakan Haram dan Ilegal

Kumpulan Foto Editan Gagal yang Kocak | Ada Harimau Sinetron!

50+ Lagu Pop Indonesia Terbaik dan Terbaru 2021 | Mana Favoritmu?

5 Pro Player yang Pensiun Sebelum Angkat Trofi, Nyerah Gitu Aja?

ARTIKEL TERKAIT
Pemain Senior Di Mpl Seaason 7 F4ae0
5 Pemain Paling Senior di MPL Season 7, Banyak yang Pindah Tim!
Momen Farewell Pro Player C2e2e
5 Momen Perpisahan Pro Player Paling Bikin Baper, Penonton Kecewa!
Pro Player Yang Kariernya Hancur Karena Ulah Sendiri 19631
5 Pro Player yang Menghancurkan Kariernya Sendiri, Pelecehan Pada Fans!
Pro Player Asing Di Tim Esports Indonesia 84914
5 Pro Player Asing yang Diboyong Tim Esports Indonesia, Sejago Apa?
Duet Maut Pemain Di Mpl Season 7 07756
5 Duet Maut Pemain Paling Ditunggu di MPL ID Season 7, Auto Win?
Pro Player Yang Sukses Saat Debut F556d
5 Pro Player yang Langsung Sukses Saat Debut Perdana, GGWP!
Tags Terkait: esports
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal