J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Review Samsung Galaxy K zoom: Android Premium dengan Kamera Superior

              Review Samsung Galaxy K zoom: Android Premium dengan Kamera Superior

              00
              Rabu, 3 Des 2014, 16:00 WIB
              Samsung Galaxy K zoom adalah smartphone Android premium yang dibekali dengan spesifikasi tinggi dan kamera kelas atas.

              Berbentuk layaknya kamera digital, Samsung Galaxy K zoom merupakan smartphone Android yang memang mengedepankan kamera. Dengan harga Rp5,5 juta, Samsung Galaxy K-zoom menjadi pilihan bijak bagi mereka yang hobi motret dan ingin langsung meng-upload-nya melalui media sosial.

              Specification

              • Chipset : Exynos 5260
              • CPU : 6-core 1,3 GHz
              • Internal Storage: 8 GB
              • External Storage: Ya
              • Sistem Operasi : Android 4.4
              • RAM : 2 GB
              • Layar : 4,8 inci
              • Resolusi : 1280 x 720 piksel
              • Dimensi : 13,7 x 7 x 1,7 cm
              • Bobot : 200 gram
              • Baterai : 2.430 mAh
              • Kamer : 20,7 MP (belakang) dan 2 MP (depan)
              • Paket Penjualan: Manual, Charger, Kabel data USB, earphone
              • Bluetooth : Ya
              • Jaringan : GSM (Single SIM)
              • NFC : Ya
              • Wi-Fi : Ya
              • Micro USB : Ya
              • RADIO : Ya
              • Browser : HTML 5
              • Proteksi : Gorilla Glass 3
              • GPS : Ya
              • Anti-air : Tidak
              • Anti-debu : Tidak
              • Warna : Charcoal Black, Electric Blue, Shimmery White

              Handling

              Seperti memiliki dua kepribadian. Itulah kesan yang kami dapatkan dari Samsung Galaxy K zoom. Eits, jangan dulu memberikan nilai negatif. Yang kami maksud, smartphone ini bisa memunculkan dua persepsi berbeda ketika dilihat dari depan dan belakang. Dari depan, Samsung Galaxy K zoom terlihat seperti smartphone Samsung Galaxy pada umumnya. Namun dari belakang, terlihat seperti kamera saku digital.

              Namanya saja sudah K zoom , maka tak heran smartphone ini sangat menonjol dari sisi kamera. Karena lensa kameranya dapat keluar menonjol saat membidik objek, bodi keseluruhannya pun menjadi sangat tebal. Terlebih lagi pada sisi kamera yang menjadi bagian paling menonjol dengan diameter mencapai 3 cm. Pastikan kamu berhati-hati saat meletakannya di permukaan kasar, karena bagian kameranya bisa lecet.

              Selain kamera, bagian belakang Galaxy K zoom juga disertai dengan sebuah lampu flash dengan bentuk melebar. Tak seperti biasa, flash yang digunakan adalah jenis Xenon yang jauh lebih terang dari flash LED biasa. Flash tersebut ditemani oleh sebuah sensor infrared yang berguna untuk memudahkan kamera menangkap objek saat hendak memotret.

              Samsung Galaxy K zoom masih mengadopsi desain klasik, dimana bagian penutup belakang serta baterainya dapat dibuka. Penutup belakang tersebut terbuat dari bahan plastik, namun memiliki tekstur bintik yang membuatnya terlihat unik, menarik, dan cukup mewah.

              Kamu yang memutuskan untuk membeli Samsung Galaxy K zoom harus siap menerima konsekuensinya. Dengan ketebalan mencapai 1,7 cm dan berat 200 gram, smartphone ini tak terlalu nyaman di tangan. Namun jangan khawatir, kamu masih bisa menyimpannya di saku celana jeans skinny sekali pun. Intinya, kalau kamu memang membutuhkan Android berkamera ekstra, maka bentuk tebal tak akan menjadi masalah besar, bukan?

              Sebenarnya, ada faktor kenyamanan pada Samsung Galaxy K zoom yang lebih mengganggu dari sekadar bentuk dan dimensi. Kami merasakan panas berlebihan yang timbul baik di bagian depan maupun belakang smartphone ketika cukup lama menggunakan kameranya. Bahkan, panasnya terasa cukup menyengat di telapak tangan. Hal ini terjadi hanya ketika kamera aktif dalam waktu yang lama.

              Software

              Sebagai smartphone yang masuk dalam kategori high-end, Galaxy K zoom tentu mendapat perhatian khusus dari Samsung, tak terkecuali pada sisi interface. Samsung TouchWiz yang digunakannya tak berbeda jauh dari sisi penampilan dibanding smartphone Samsung lainnya. Aplikasi standar namun eksklusif yang tetap disediakan dan terasa sangat bermanfaat yaitu S Voice dan Samsung Studio.

              Di halaman Lockscreen, kamu bisa memilih tiga animasi ketika membuka kunci. Kamu juga bisa menambahkan beberapa informasi di halaman ini, seperti shortcut kamera, informasi pemilik, informasi cuaca, dan informasi waktu. Sementara pada halaman App drawer, Samsung menyediakan opsi untuk menyembunnyikan aplikasi yang sekiranya tidak kamu inginkan untuk dibuka orang lain.

              Samsung sukses memanfaatkan halaman notifikasi dengan begitu optimal. Selain berisi notifikasi, halaman ini juga menampilkan banyak shortcut penting seperti pengaturan Wi-Fi, suara, koneksi data, Bluetooth, NFC, hotspot, hingga mengatur kecerahan layar.

              Masih dari halaman notifikasi, Samsung menyediakan shortcut untuk mengatifkan fitur-fitur eksklusif milik Samsung. Setidaknya, kami menemukan tiga fitur menarik, yakni Smart Stay, Smart Pause, dan Toolbox. Smart Stay bisa mendeteksi ketika kamu sedang memegang smartphone, namun mata kamu tak tertuju pada layar, maka layar akan mati dengan sendirinya.

              Selanjutnya, fitur Smart Pause berguna ketika menonton video. Saat kamu memalingkan muka dari layar, maka video akan berhenti (pause) secara otomatis, dan saat kamu kembali melihat layar, video kembali berjalan. Sedangkan Toolbox adalah button khusus untuk memunculkan empat aplikasi favorit pilihan kamu di halaman apa pun. Jika terasa mengganggu, tombol Toolbox bisa digeser dan dipindahkan ke bagian layar mana pun. Ketiga fitur ini terasa sangat bermanfaat.

              Saat menonton video menggunakan video player bawaan Samsung, kamu bisa melakukan zoom layaknya ketika melihat foto. Video yang sedang diputar pun bisa kamu jadikan thumbnail dengan ukuran yang bisa diatur, sehingga video tidak ditampilkan dalam mode full screen. Jadi, kamu bisa menonton video sambil browsing atau melakukan hal lainnya.

              Samsung Galaxy K-zoom mendukung fungsi motion dan gesture. Contohnya, kamu bisa mengambil screenshot dengan menyentuhkan telapak tangan ke layar, menghentikan video yang diputar dengan menutup layar menggunakan tangan, atau langsung menelepon kontak yang sedang ditampilkan di layar smartphone secara langsung hanya dengan menempelkan telepon ke telinga, tanpa perlu memencet tombol lagi.

              Banyaknya fitur ekstra yang disertakan otomatis semakin menambah banyak daftar menu yang ada di dalamnya. Jika tidak ingin dipusingkan dengan beragam menu ikon di dalamnya, kamu tinggal aktifkan Easy mode untuk membuat tampilan menjadi sangat sederhana dengan ikon besar-besar.

              Hardware

              Di sisi hardware, Samsung Galaxy K zoom punya segalanya. Pertama-tama, mari kita bahas dari sisi jeroan terdalamnya. Samsung Galaxy K zoom menggunakan dua prosesor sekaligus berjumlah 6-core, yaitu prosesor quad-core Cortex A7 1,3 GHz serta prosesor dual-core Cortex A15 1,7 GHz.

              Untuk urusan memori, RAM sebesar 2 GB yang digunakan sudah mencukupi. Sedangkan internal storage sebesar 8 GB terasa kurang memadai. Apalagi, dengan kemampuan kamera yang di atas rata-rata, jumlah file foto dan video dipastikan akan membludak, sehingga penggunaan microSD (up to 64 GB) sangat kami sarankan.

              Sementara dari sisi grafis, Samsung menggunakan GPU Mali-T264. GPU ini sangat jarang digunakan di perangkat Android selain Samsung. Saat kami mengujinya untuk menjalankan game action yang cukup berat berjudul OTTTD, performanya tak selancar smartphone dengan GPU Adreno 330 seperti Google Nexus 5. Meski begitu, bukan berarti smartphone ini tak mampu menjalankannya dengan baik. Kamu tetap bisa memainkan game dengan nyaman.

              Bagaimana dengan layar dan speaker-nya? Kamu tak perlu menyangsikan kualitas layar yang dimiliki oleh Galaxy K zoom. Tampilannya terang, detail, dan penuh warna. Respon ketika menekan layar juga terasa memuaskan. Penggunaan di dalam dan luar ruangan pun terasa sama baiknya. Begitu pun dengan kualitas audio. Dibanding rata-rata smartphone Android high-end, speaker-nya terdengar lantang namun tidak pecah. Padahal, lubang speaker-nya berukuran kecil dan terletak di bagian belakang tepat di atas kamera. Dengan begitu, smartphone ini sangat memuaskan untuk kebutuhan multimedia.

              Benchmark

              Performa yang dihasilkan oleh prosesor milik Samsung Galaxy K zoom tak perlu diragukan lagi. Chipset Exynos 5260 dengan jumlah core total sebanyak 6-core mampu hasilkan skor 32.532 pada pengujian AnTuTu v4.5.3. Skor tersebut tergolong tinggi, namun masih sedikit di bawah prosesor Snapdragon 800 (quad-core) yang banyak digunakan Android premium, seperti Nexus 5, Sony Xperia Z1, hingga Xiaomi Mi3.

              Untuk urusan baterai, Samsung Galaxy K zoom sebenarnya memiliki performa yang baik. Berbekal kapasitas 2.430 mAh, skor pengujian AnTuTu Tester v2.1.0 yang dihasilkan cukup tinggi, mendekati angka 7 ribu, menandakan baterainya efisien. Rata-rata, smartphone Android menghasilkan skor di angka 4 hingga 5 ribu. Namun, khusus untuk penggunaan kamera, baterainya akan habis dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dibanding saat digunakan untuk bermain game.

              Cukup disayangkan, GPU Mali-T264 pada Samsung Galaxy K zoom kurang bertenaga untuk bisa menunjang performa hebat prosesornya. Hasilnya bisa dibuktikan melalui benchmark 3DMark Ice Storm Unlimited. Skor sebesar 9.341 merupakan separuh dari skor yang bisa diraih GPU Adreno 330 pada Snapdragon 800. Namun, skor 9 ribuan ini sebenarnya sudah cukup untuk menjalankan game menengah ke atas dengan baik dan nyaman.

              Untuk kecepatan browsing, performanya sudah lebih dari cukup. Samsung Galaxy K zoom berhasil torehkan waktu 875,4 milidetik saat diuji menjalankan Sunspider 1.0.2. Waktu ini dua kali lebih baik dibanding rata-rata smartphone menengah Android yang memiliki catatan waktu 1.500 milidetik.

              Imaging

              Inilah keunggulan utama Samsung Galaxy K zoom. Dengan lensa yang dapat "melotot", resolusi 20,7 MP, serta kemampuan merekam hingga 1080p @60 fps, kameranya bisa disejajarkan dengan kamera saku digital.

              Untuk pengguna yang tak terlalu mengerti kamera, mungkin akan merasa kebingungan dengan banyaknya mode dan pengaturan kamera pada Samsung Galaxy K zoom. Namun pada dasarnya, dengan menggunakan mode Auto, kamu sudah bisa mendapat foto yang seharusnya lebih baik dibanding kamera smartphone Android pada umumnya.

              Kameranya memiliki jangkauan ISO dari 100 hingga 3200. Shutter speed bisa diatur mulai dari 1/1200 detik hingga 16 detik. Sementara jenis flash bisa dipilih antara mode auto, fill in, hingga slow sync. Menariknya, kamu bisa mengambil fokus objek dan exposure secara terpisah dengan mudah. Kamu hanya perlu menentukan titik fokus dan sumber cahaya dengan menunjuk area tertentu di layar. Dengan spesifikasi ini, di atas kertas kamu bisa hasilkan banyak foto bagus dengan mudah, asalkan tahu caranya. Sayang, pilihan aperture yang disediakan terbatas, yaitu f/3.1 dan f/9. Karenanya, cukup sulit untuk menghasilkan foto dengan efek bokeh.

              Jika tak ingin dipusingkan dengan pengaturan mendetail, kamu bisa langsung bereksperimen dengan mode kamera yang disediakan. Total, ada 27 mode kamera yang disediakan, kebanyakan memiliki fungsi auto sehingga kamu bisa menggunakannya dengan lebih mudah.

              Ada beberapa mode yang menarik perhatian kami. Yang pertama yaitu mode Selfie alarm untuk memotret wajah kamu sendiri menggunakan kamera utama tanpa bantuan orang lain dengan mudah. Saat mode aktif, kamera akan langsung mendeteksi wajah yang tertangkap kamera, lalu langsung menangkap tiga gambar sekaligus secara otomatis. Kamu bisa memilih foto terbaik untuk disimpan. Dengan mode ini, foto selfie tak lagi membutuhkan bantuan orang lain.

              Mode kedua yang menarik adalah Pro suggest. Mode ini akan memberikan saran secara otomatis, efek apa yang cocok dengan kondisi pencahayaan di sekitar objek yang hendak difoto. Ketika memotret di ruang minim cahaya, kamera akan menyajikan lima thumbnail berupa jenis efek foto yang bisa langsung kamu gunakan, seperti indoor, night, party, dan yang lainnya.

              Kids shot menjadi mode menarik berikutnya yang bisa kamu coba. Mode ini berguna ketika memotret anak kecil atau bayi. Ketika menekan setengah shutter untuk menentukan fokus objek, smartphone akan mengeluarkan suara untuk menarik perhatian si anak, contohnya seperti suara kucing. Setelah kamu sudah mendapat perhatian si anak, tekan shutter sepenuhnya dan kamera akan mengambil lima gambar secara beruntun.

              Masih banyak mode-mode lainnya yang bisa kamu coba sesuai dengan kebutuhan yang berbeda. Ada mode Shot & more untuk memotret kegiatan olah raga atau balapan, mode Food untuk memotret makanan dengan warna yang sangat tajam, Macro untuk memotret benda dari dekat, dan beragam mode menarik lainnya. Yang jelas, jika sudah terbiasa, kamu tak akan lagi merasa bingung menggunakan mode-mode yang disediakan.

              Selain optimal untuk memotret, kamera Samsung Galaxy K zoom juga sangat andal merekam video Full HD dengan jumlah 60 frame per detik. Hasilnya bisa disejajarkan dengan rekaman kamera profesional. Proses zoom juga bisa dilakukan dengan sangat smooth hingga 10x zoom. Kamu bisa melihat contoh video rekamannya pada video review Samsung Galaxy K zoom yang sedang kami siapkan.

              Seperti biasa, kami menguji kualitas kameranya dengan memotret objek buah-buahan di dalam ruangan. Pertama, foto diambil dengan mode Auto tanpa menggunakan flash. Foto terlihat terang, detail, dan warna cerah, termasuk pada objek kol, dimana seratnya dapat terlihat dengan sangat jelas.

              Saat kami memotret objek dengan mode yang sama, namun menggunakan flash, hasilnya foto terlihat semakin jelas, pancaran flash tersebar merata, namun masih terasa sedikit berlebihan. Jika menginginkan hasil terbaik, kamu bisa menggunakan pengaturan manual.

              Hasil foto outdoor dengan mode Auto menunjukkan hasil yang baik. Gradasi warna hijau tersaji jelas dan natural. [tokopedia][/tokopedia]

              Verdict

              Samsung Galaxy K zoom adalah pilihan wajib bagi kamu yang sering bekerja dengan kamera. Performa multimedia yang dimilikinya pun memuaskan. Bisa disimpulkan, smartphone ini tak memiliki kelemahan dari sisi performa. Adapun hal yang bisa saja mengganggu saat digunakan yakni bodi cepat panas (saat kamera aktif) serta minimnya kapasitas internal storage dan baterai.

              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal