• NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Layar OLED dan AMOLED Mudah Terbakar? Ini Fakta Sebenarnya!

Layar OLED dan AMOLED Mudah Terbakar? Ini Fakta Sebenarnya!

Selasa, 7 Jan 2020, 13:00 WIB
Mampu menghasilkan kualitas gambar yang sangat bagus, layar OLED dan AMOLED justru kabarnya lebih rentan terkena burn-in lho. Yuk, simak fakta sebenarnya!

Mampu menampilkan warna gambar yang lebih baik dibandingkan layar IPS, oleh karenanya nggak heran kalau saat ini layar OLED dan AMOLED sudah mulai banyak dibekalkan pada HP-HP flagship keluaran terbaru.

Tapi, keunggulan yang ditawarkan oleh layar OLED dan AMOLED ini tidak sepenuhnya terbebas dari kekurangan yang mungkin saja menghampiri, geng.

Bahkan, beredar kabar kalau layar OLED dan AMOLED ini justru lebih rentan terkena burn-in alias terbakar dibandingkan dengan layar LCD lho.

Emang iya? Daripada kamu bertanya-tanya mengenai kebenarannya, mending langsung saja simak artikel Jaka selengkapnya berikut ini!

Fakta Layar OLED Gampang Terkena Burn-in

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai kebenaran layar OLED dan AMOLED yang lebih rentan terkena burn-in, ada baiknya kalau kamu tahu dulu mengenai istilah burn-in itu sendiri, geng.

Burn-in sendiri nerupakan istilah yang digunakan untuk mendekripsikan sebuah layar smartphone yang mengalami perubahan warna secara permanen di seluruh ataupun sebagian panel layar.

Jadi, meskipun kalau diterjemahkan memiliki arti terbakar, tapi kondisi burn-in nggak benar-benar melibatkan api atau panas pada bagian layar.

Layar yang terkena burn-in pun sebenarnya masih dapat digunakan secara normal, hanya saja akan terlihat bayangan atau perubahan warna saat layar menyala.

Lalu, apakah layar OLED dan AMOLED benar-benar rentan terhadap kondisi burn-in? Berikut faktanya!

Kenapa Burn-in Bisa Terjadi?

Kenapa Burn In Bisa Terjadi Fd2de

Mungkin ada sebagian dari kamu yang bertanya-tanya kenapa kondisi ini bisa terjadi pada layar smartphone.

Mengingat layar jenis OLED dan AMOLED memiliki harga yang cukup mahal sehingga mengharuskan penggunanya merogoh kocek agak dalam untuk memperbaikinya.

Menurut info yang dilansir dari laman Android Authority, kondisi layar burn-in sendiri dapat terjadi karena "umur" beragam komponen penghasil cahaya yang sudah tidak "muda" lagi.

Seiring dengan bertambahnya "umur" komponen-komponen ini, maka tingkat kecerahan yang dihasilkannya pun akan menurun dan reproduksi warna panel juga berangsur-angsur berubah.

Di kebanyakan kasus, burn-in seringkali terjadi di area tampilan layar yang jarang mengalami perubahan warna, seperti misalnya di bagian tombol navigasi ataupun bilah notifikasi.

Area tersebut merupakan yang paling mungkin mengalami masalah ini sebagai akibat dari rentang hidup yang berbeda antara subpiksel LED merah, hijau, dan biru.

Artinya, jumlah rentang penggunaan yang berbeda maka akan menghasilkan sedikit perubahan ketika mereproduksi warna.

Layar OLED dan AMOLED Lebih Rentan Terkena Burn-in?

Layar Oled Dan Amoled 34200

Setelah mengetahui penyebab dari kondisi burn-in, lalu apakah benar kalau layar OLED lebih rentan terkena burn-in?

Jawabannya adalah iya, geng. Semua layar yang menggunakan panel Light Emitting Diode (LED), termasuk OLED dan AMOLED lebih rentan terkena burn-in dibandingkan dengan layar Liquid Crystal Display (LCD) standar.

Hal itu dikarenakan layar OLED dan AMOLED menggunakan teknologi panel yang berbeda dari panel LCD.

Dimana panel LED yang digunakan di jenis layar ini merupakan teknologi aktif dengan cahaya yang dipancarkan pada tingkat piksel.

Sementara, panel LCD hanya filter dengan cahaya yang berasal dari lampu latar yang terpisah.

Tapi, yang perlu kamu ingat adalah kemunginkan burn-in di layar OLED atau AMOLED mungkin tidak akan terjadi jika digunakan dalam penggunaan normal.

Maksudnya, semua subpiksel LED merah, biru, dan hijau memiliki "umur" atau rentang penggunaan yang seimbang.

Image Retention vs Burn-in

Image Retention Vs Burn In 4d243

Istilah burn-in seringkali dianggap sama dengan image retention alias retensi gambar. Padahal, dua istilah ini memiliki arti yang cukup berbeda, geng.

Jika burn-in merupakan kondisi perubahan warna yang terjadi secara permanen, maka image retention hanya bersifat sementara dan akan hilang pada waktunya.

Image Retention terjadi ketika bayangan gambar sementara masih "menempel" pada layar setelah gambar itu hilang.

Namun kondisi itu baru akan terjadi jika layar smartphone menampilkan gambar yang sama dalam durasi waktu yang lama.

Contohnya, kamu membiarkan HP kamu menampilkan gambar seekor kelinci putih selama satu jam dan kemudian beralih menonton film. Maka bayangan gambar kelinci itu masih menempel pada layar dan akan hilang dengan sendirinya.

Burn-in Tidak Termasuk Dalam Garansi

Garansi 1492b

Buat kamu yang berencana membeli smartphone Android atau iPhone yang menggunakan layar OLED dan AMOLED sebaiknya pikirkan secara matang terlebih dahulu, geng.

Karena umumnya permasalahan burn-in pada layar ini tidak masuk dalam aturan garansi karena dianggap sebagai kesalahan yang dilakukan oleh pengguna itu sendiri.

Sementara, jika kamu menggantinya sendiri ke tempat service pasti akan membutuhkan biaya yang nggak sedikit mengingat harga dari jenis layar ini cukup mahal.

Meskipun begitu, bagi sebagian orang kondisi burn-in layar sendiri tidak begitu menjadi permasalahan besar yang harus dikhawatirkan ketika ingin membeli HP dengan layar OLED atau AMOLED.

Tapi, itu semua kembali kepada pilihan kamu masing-masing, geng!

Akhir Kata

Nah, itulah tadi fakta mengenai informasi yang menyebutkan bahwa layar OLED dan AMOLED lebih rentan terkena burn-in dibandingkan dengan LCD.

Kondisi itu sendiri terjadi karena perbedaan teknologi panel yang digunakan sehingga akan mempengaruhi terhadap performanya, geng.

Meskipun begitu, bagi sebagian orang kondisi burn-in ini bukan menjadi masalah besar dan kalah dengan kualitas bagus yang dihasilkan oleh layar OLED dan AMOLED.

Baca juga artikel seputar Gadget atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita.

ARTIKEL TERKAIT
Banner D35d8

Bocoran Info Samsung Galaxy S11, Bakal Pakai Nama Samsung Galaxy S20?

Image 2019 12 27t11 47 52 424z 19d59

Blue Light Filter Ternyata Berbahaya untuk Mata? Ini Penjelasan yang Sebenarnya!

Apple Makin Murah Menjual Iphone Banner F3191

Ini Alasan Kenapa Apple Makin Murah Menjual iPhone, Terancam Bangkrut?

Hp Ram 3gb Ffb0f

20 HP RAM 3GB Terbaik dan Terbaru 2020 | Mulai 1 Jutaan!

Banner 564db

5 Alasan Kenapa HP Foldable Akan Gagal di Pasaran, Mending Beli Motor Ninja!

Hp Xiaomi Di Bawah 1 Juta Redmi Banner 5a511

Inilah 20 HP Xiaomi di Bawah 1 Juta, Spek Kekinian & Berkualitas!

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal