J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Mengenal Rights Issue & Hal yang Perlu Diperhatikan Investor | Untung Atau Buntung?

Senin, 15 Mar 2021, 20:00 WIB
Rights Issue adalah salah satu aksi korporasi yang umum dilakukan oleh perusahaan dengan berbagai tujuan. Apa itu Rights Issue? Berikut penjelasannya.

Bagi perusahaan yang sudah Go Public atau IPO (Initial Public Offering), Rights Issue adalah salah satu aksi korporasi yang lumrah dilakukan untuk memperoleh tambahan dana.

Ketika suatu emiten menawarkan Rights Issue, biasanya ditandai dengan kemunculan huruf -R di akhir kode saham di portofoliomu. Misalnya, yang semula kode sahamnya ABCD, kemudian berubah menjadi ABCD-R.

Lantas, apa yang dimaksud dengan Rights Issue? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Rights Issue

Apa Itu Right Issue Perusahaan Bf901
Sumber foto: Trade Brains

Rights Issue adalah penerbitan saham baru di mana pemegang saham lama akan mendapatkan hak khusus untuk membeli saham baru dalam jumlah tertentu.

Hak khusus tersebut disebut juga dengan istilah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Harga saham dari Rights Issue disebut sebagai harga right. Di mana, harga saham tersebut bisa saja lebih rendah atau justru lebih tinggi dibandingkan harga di pasar saham.

Selain itu, pemegang saham lama (existing) pun berhak untuk tidak menggunakan hak khusus tersebut. Pada kondisi ini, maka penerbitan saham baru tersebut akan diambil alih oleh pihak lain atau disebut sebagai Pembeli Siaga (Standby Buyer).

Yang perlu menjadi perhatian, investor yang masuk dalam kategori pemegang saham lama dan berhak atas saham baru adalah investor yang memegang saham dari emiten hingga tanggal cum (Cum Date).

Cum Date (cumulative date) adalah tanggal terakhir seseorang dapat mencatatkan diri sebagai pemegang hak dan berhak atas hak untuk membeli saham baru yang diterbitkan oleh perusahaan tersebut.

Istilah Cum Date juga digunakan saat pembagian dividen saham. Dividen saham merupakan sejumlah laba yang dialokasikan kepada pemegang saham.

Makanya, investor sering sekali menyukai perusahaan yang membagikan dividen karena keuntungan perusahaan dibagikan kepada para pemegang saham. Jadi, keuntungan yang diperoleh investor tidak melulu berasal dari kenaikan harga saham.

Sama seperti Cum Date Rights Issue, Cum Date dividen juga merupakan tanggal terakhir yang menetapkan seorang pemegang saham bisa menerima dividen atau tidak.

Misalnya, Cum Date dividen atau Rights Issue adalah tanggal 31 Maret, maka jika kamu masih memegang saham suatu perusahaan hingga tanggal tersebut, maka kamu berhak mendapatkan dividen atau hak untuk membeli saham baru.

Kalau sahamnya kamu jual setelah tanggal 31 Maret (Cum Date), apakah tetap memiliki hak untuk mendapatkan dividen atau hak untuk membeli saham baru? Jawabannya adalah iya.

Oleh karena itu, kita bisa melihat bahwa harga suatu saham biasanya akan turun setelah Cum Date dividen karena sejumlah pemegang saham menjual saham yang dimilikinya karena telah berhak menerima dividen.

Kendati demikian, untuk rights issue, hal ini belum tentu terjadi. Setelah tanggal Cum Date, belum tentu harga saham itu akan turun.

Jenis-Jenis Rights Issue

Dalam praktiknya, terdapat dua jenis Rights Issue yang biasa dilakukan suatu emiten dalam menawarkan penerbitan saham baru kepada investor.

Kedua jenis tersebut adalah Rights Issue dengan HMETD dan tanpa atau Non-HMETD.

1. Dengan HMETD

Jenis Right Issue 814e7
Sumber foto: Pluang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Rights Issue jenis HMETD adalah penawaran hak khusus bagi pemegang saham lama untuk membeli saham baru suatu emiten.

Itu artinya, penawaran pembelian saham baru ini hanya bisa dinikmati oleh para pemegang saham lama saja yang sudah memilikinya dalam portofolio mereka.

Salah satu contoh Rights Issue HMETD yaitu pernah dilakukan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) pada tahun 2016 silam.

Dalam aksi korporasi tersebut, WIKA menerbitkan 2.82 lembar miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.180. Rasio pembagian HMETD WIKA adalah 80.000 berbanding 36.679.

Artinya, pemegang 80.000 lembar saham lama berhak untuk memesan saham baru sebanyak 36.697 lembar.

2. Non-HMETD

Apa Dampak Right Issue Terhadap Harga Saham 446ca
Sumber foto: BeritaSatu

Jika HMETD dikhususkan bagi para pemegang saham lama, maka ada juga jenis Rights Issue terbuka untuk semua orang yaitu Private Placement atau Non-HMETD (Penambahan Modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

Dengan begitu, para pelaku pasar yang belum memiliki saham suatu emiten tetap dapat mengikuti Rights Issue dengan menghubungi broker masing-masing.

Berbeda dengan HMETD di mana besarnya pembelian mengikuti rasio tertentu, dalam Rights Issue jenis Non-HMETD, calon investor dapat membeli saham sebanyak mungkin dari jumlah saham baru yang dirilis.

Salah satu contoh Rights Issue Non-HMETD yaitu pernah dilakukan oleh emiten PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) pada bulan Oktober tahun 2020 lalu.

Di mana, kala itu emiten menerbitkan kembali saham-saham yang berasal dari Non-HMETD sebanyak 173.684.210 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar.

Hal yang Harus Diperhatikan Investor Saat Rights Issue

Hampir setiap tahunnya aksi Rights Issue dilakukan oleh sejumlah emiten dengan berbagai tujuan. Mulai dari upaya peningkatan modal untuk kebutuhan ekspansi bisnis, hingga pembayaran utang.

Oleh karena itu, para investor perlu memperhatikan beberapa hal sebelum memutuskan untuk menebus HMETD yang ditawarkan.

1. Tujuan Penggunaan Dana

Contoh Right Issue 5f0a4
Sumber foto: Merdeka

Salah satu hal penting yang perlu kamu perhatikan saat mendapatkan penawaran Rights Issue adalah tujuan penggunaan dana.

Seperti yang sudah Jaka sebutkan sebelumnya, perusahaan umumnya melakukan penerbitan saham baru melalui HMETD dengan berbagai tujuan.

Namun, tujuan penggunaan dana untuk ekspansi usaha adalah salah satu yang umumnya paling disukai oleh investor.

Bukan tanpa alasan, pasalnya dengan melakukan ekspansi usaha maka peluang adanya imbal hasil yang lebih besar bagi investor melalui pembagian dividen di masa depan pun semakin terbuka lebar.

Lain halnya jika Rights Issue dilakukan dengan tujuan untuk melunasi utang atau restrukturasi utang. Di mana, peluang untuk perusahaan memberikan imbal hasil lebih besar kepada para pemegang saham akan sangat minim.

2. Kinerja Emiten

Right Issue Adalah 9bea4
Sumber foto: Ekbis Sindonews

Sama halnya seperti ketika kamu membeli saham baru, memilih menggunakan hak Rights Issue pun sebaiknya perlu dilakukan proses analisa rekam jejak kinerja perusahaan termasuk kinerja keuangan perusahaan terlebih dahulu.

Misalnya saja, memperhatikan soal rasio profitabilitas (Return on Equity/ROE) atau rasio kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki.

Di mana, semakin tinggi ROE maka semakin tinggi pula kemampuan modal perusahaan dalam menghasilkan laba bersih.

3. Harga Saham yang Ditawarkan

Right Issue Artinya 773b6
Sumber foto: Big Alpha

Meskipun umumnya menawarkan harga saham yang lebih murah dibandingkan harga pasar, tapi melakukan analisa valuasi harga saham tetap perlu dilakukan.

Pasalnya, banyak terjadi kasus di mana investor hanya asal membeli saham baru yang ditawarkan oleh suatu emiten hingga akhirnya harga saham tersebut merosot turun karena ternyata harga yang ditawarkan terlalu mahal.

Sebenarnya, banyak cara untuk mengetahui harga wajar suatu saham. Salah satunya adalah dengan menimbang Price Earning Ratio (PER).

Di mana, harga saham dibandingkan dengan laba bersih yang mampu dihasilkan emiten dalam setahun.

Emiten yang memiliki peluang tingkat pertumbuhan laba bersih yang tinggi, biasanya memiliki rasio PER yang tinggi pula, dan begitu pun sebaliknya.

Dampak Rights Issue

Dampak Right Issue Bb8dc
Sumber foto: Ladders

Penerbitan saham baru yang dilakukan oleh suatu emiten sering kali dianggap sebagai aksi yang dipandang negatif oleh sebagian investor.

Pasalnya, akan ada sejumlah dampak dari aksi korporasi ini dan dinilai dapat menimbulkan risiko kerugian investasi saham yang mereka miliki.

Adapun dampak Rights Issue yang umumnya sering terjadi adalah sebagai berikut:

  • Jumlah saham beredar akan semakin banyak dan mempengaruhi besaran laba per saham (EPS).
  • EPS biasanya akan menurun dan berakibat banyak investor menjual sahamnya.
  • Karena banyak investor yang menjual kembali sahamnya, maka harga saham setelah periode Rights Issue akan menurun.
  • Persentase kepemilikan akan terdilusi/terpangkas jika pemegang saham tidak menggunakan hak Rights Issue.

Akhir Kata

Nah, itulah pembahasan mengenai Rights Issue yang sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu sebelum menggunakan hak khusus tersebut, geng.

Jangan hanya tergiur dengan harga yang terlihat murah, tetapi ternyata kinerja perusahaan pun memang tidak sebagus seperti yang diharapkan.

Jadi, sudah tahu langkah apa yang akan kamu lakukan ketika salah satu emiten saham milikmu melakukan aksi Rights Issue ini?

Baca juga artikel seputar Finansial atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Saham A449c
8 Aplikasi Saham Online Terbaik 2021, Terdaftar di OJK!
Aplikasi Simulasi Trading Saham Untuk Pemula 1b0b8
8 Aplikasi Simulasi Trading Saham Terbaik Android | Anti Rugi!
Cara Bermain Saham Dengan Modal Kecil 518be
Cara Investasi Saham Online untuk Pemula, Lengkap dengan Tips Biar Cuan!
Cara Melihat Harga Saham Di Idx 60b43
Cara Melihat Harga Saham di IDX Terbaru 2021 dan Paling Mudah
Aplikasi Investasi Terbaik Online D6ced
10 Aplikasi Investasi Untuk Pemula Terbaik, Mudah dan Terpercaya!
Apa Itu Saham Ipo 9df71
Kupas Tuntas Apa Itu Saham, Jenis, Risiko, dan Istilah Lainnya, Newbie Masuk!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal