J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Perusahaan Go Public (IPO)? Ini Manfaat & Konsekuensinya | Ada Syaratnya!

Jumat, 12 Mar 2021, 16:00 WIB
Perusahaan Go Public atau IPO memang memilki manfaat dan konsekuensinya tersendiri. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya di sini!

Kamu pernah mendengar istilah 'Perusahaan Go Public' atau 'Perusahaan IPO'?

Selain persaingan bisnis yang semakin ketat, asupan dana menjadi tantangan lain bagi para pelaku usaha. Berbagai cara pun ditempuh, termasuk salah satunya mencari investor dengan melakukan aksi Go Public atau Initial Public Offering (IPO).

Kesempatan ini pun dinilai manjur untuk mendapatkan sumber dana tambahan, sehingga perusahaan tetap dapat menjaga stabilitas usaha.

Namun, apa itu perusahaan Go Public? Dan apa saja syarat, manfaat, serta konsekuensi ketika suatu perusahaan IPO?

Apa Itu Perusahaan Go Public?

Syarat Perusahaan Ipo 65927
Sumber foto: The Economic Times

Perusahaan Go Public artinya perusahaan akan menjual sebagian sahamnya kepada publik secara perdana dengan tujuan untuk mendapatkan sumber pendanaan.

Dengan begitu, perusahaan tersebut pun otomatis akan melantai dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau pasar modal.

Ketika suatu perusahaan sudah melantai di bursa, itu artinya perusahaan yang tadinya tertutup, kini sudah menjadi perusahaan terbuka karena sebagian sahamnya dimiliki oleh publik.

Dengan melakukan IPO, perusahaan pun dapat memperoleh dana dalam jumlah besar dan diterima sekaligus dengan cost of fund (biaya yang harus dibayar) yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan memperoleh dana melalui perbankan.

Dengan kata lain, Go Public memungkinkan saham suatu perusahaan diperdagangkan di BEI. Jadi, saham-saham perusahaan yang sudah IPO-lah yang bisa kamu beli atau jual.

Biasanya, perusahaan yang sudah IPO akan mendapatkan penanda berupa Tbk. di belakang nama perusahaan itu. Contohnya, sebelum IPO, nama PT ABCD hanyalah PT ABCD.

Namun, ketika PT ABCD sudah IPO, maka nama perusahaannya secara resmi berubah menjadi PT ABCD Tbk. dan memiliki kode saham, misalnya PT Astra International Tbk. memiliki kode saham ASII.

Jadi, kalau kamu melihat nama perusahaan memiliki Tbk. di belakangnya, artinya perusahaan itu sudah IPO atau Go Public.

Syarat dan Proses Perusahaan IPO

Konsekuensi Perusahaan Ipo 6d62a
Sumber foto: Investment U

Sebagai calon perusahaan publik yang akan melantai di bursa, terdapat beberapa persyaratan yang harus lebih dulu dipenuhi sebelum lanjut ke proses berikutnya.

Sejumlah persyaratan yang diperlukan pun tidaklah terlalu sulit dipenuhi, bahkan oleh perusahaan kecil sekalipun. Berikut adalah sejumlah persyaratan perusahaan IPO/Go Public:

  1. Setiap Perseroan Terbatas (PT) yang telah beroperasi sekurang-kurangnya 12 bulan.
  2. Memiliki Aktiva Bersih Berwujud sekurang-kurangnya Rp5 miliar dengan laporan keuangan auditan tahun buku terakhir memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari akuntan publik yang terdaftar di OJK.
  3. Telah menjual sekurang-kurangnya Rp150 juta saham.

Selain persyaratan-persyaratan yang sudah disebutkan di atas, perusahaan juga harus mempersiapkan sejumlah hal.

Seperti persetujuan pemegang saham pendiri melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Serta, sejumlah dokumen terkait yang sudah diatur dalam peraturan OJK No.76/POJK.04/2017.

Kemudian, dokumen-dokumen tersebut dilampirkan sebagai pengajuan permohonan untuk pencatatan pada bursa. Jika memenuhi syarat, maka BEI hanya membutuhkan waktu 10 hari kerja untuk memberi persetujuan berupa Perjanjian Kontrak Pendahuluan Pencatatan Efek.

Calon perusahaan publik juga harus mengajukan Penyataan Pendaftaran kepada OJK, dan baru dapat lanjut ke proses Penawaran Umum jika OJK menyatakan elektif.

Untuk membantu kelancaran penyiapan berbagai dokumen yang diperlukan, calon perusahaan publik dapat menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi (underwriter).

Nantinya, underwriter bertugas membantu semua persiapan yang diperlukan hingga saham dapat diperdagangkan di bursa, termasuk proses Penawaran Umum saham kepada publik.

Manfaat dan Konsekuensi Perusahaan Go Public

Perusahaan Go Public Artinya Ecb41
Sumber foto: The Economic Times

Apabila semua persayaratan yang diajukan oleh BEI untuk bisa IPO telah terpenuhi, maka perusahaan pun bisa mulai Go Public dan merasakan berbagai manfaaat yang ditawarkan.

Namun, sama halnya seperti risiko yang dihadapi investor saat investasi saham, perusahaan juga akan dihadapkan oleh beberapa konsekuensi saat memutuskan untuk Go Public.

Nah, untuk lebih jelasnya mengenai manfaat dan konsekuensi perusahaan Go Public, bisa disimak selengkapnya berikut ini.

Manfaat Perusahaan IPO

Sebenarnya, tidak ada kewajiban bagi suatu perusahaan untuk melakukan IPO. Hanya saja, BEI terus memberi dorongan kepada para pengusaha untuk mencatatkan saham perusahaannya di pasar modal karena memberikan sejumlah manfaat.

Apa sajakah itu? Berikut adalah sejumlah manfaat ketika perusahaan IPO atau Go Public.

  • Memperoleh sumber pendanaan baru dalam jumlah besar, sehingga perusahaan dapat melakukan ekspansi usaha.
  • Meningkatkan nilai perusahaan (company value), di mana setiap ada peningkatan kinerja opersional maupun keuangan umumnya akan berdampak pada harga saham di bursa.
  • Meningkatkan nilai citra perusahaan (company image), di mana perusahaan akan selalu mendapat perhatian media dan komunitas keuangan yang berujung pada meningkatnya citra perusahaan.
  • Mempertahankan kelangsungan usaha untuk tetap bertahan di kondisi apapun, termasuk dalam kondisi yang mengakibatkan bangkrutnya perusahaan.
  • Kesempatan melakukan merger atau akuisisi perusahaan lain dengan pembiayaan melalui penerbitan saham baru.
  • Mendapatkan insentif pajak sebesar 5% (Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2013).
  • Memberikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) untuk pengembangan usaha.

Konsekuensi/Kerugian Perusahaan IPO

Meskipun menawarkan banyak manfaat, tapi perusahaan juga harus siap atas sejumlah konsekuensi yang ditimbulkan dari aksi Go Public ini, geng.

Adapun beberapa konsekuensi perusahaan Go Public adalah sebegai berikut:

  • Berbagi kepemilikan saham dengan pihak lain, sehingga persentase kepemilikan perusahaan akan berkurang.
  • Harus mematuhi seluruh peraturan pasar modal yang berlaku.

Akhir Kata

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu perusahaan Go Public, syarat dan proses, serta manfaat dan konsekuensinya, geng.

Dengan melakukan aksi Go Public, perusahaan pun jadi mendapatkan beragam manfaat khususnya dalam hal sumber dana tambahan yang umumnya menjadi tantangan bagi setiap pelaku usaha.

Meskipun memang ada pula beberapa konsekuensi yang ditimbulkan, namun peraturan yang berlaku di pasar modal dinilai sudah cukup untuk mengatasi kekhawatiran pemilik perusahaan.

Baca juga artikel seputar Finansial atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Simulasi Trading Saham Untuk Pemula 1b0b8
8 Aplikasi Simulasi Trading Saham Terbaik Android | Anti Rugi!
Aplikasi Saham A449c
8 Aplikasi Saham Online Terbaik 2021, Terdaftar di OJK!
Apa Itu Saham Ipo 9df71
Kupas Tuntas Apa Itu Saham, Jenis, Risiko, dan Istilah Lainnya, Newbie Masuk!
Keuntungan Investasi Saham 4803a
Hati-Hati! Inilah 7 Risiko & Keuntungan Investasi Saham
Saham Blue Chip 7ae6a
10 Saham Blue Chip Paling Prospektif dan Layak Dibeli
Instrumen Investasi 45808
Apa Itu Instrumen Investasi & Jenisnya | Investor Pemula Wajib Tahu!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal