J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Cara Menghitung Bunga Deposito Termudah 2021, Lengkap dengan Rumus!

Rabu, 10 Mar 2021, 16:30 WIB
Sedang memilih produk deposito? Jaka sudah menyiapkan cara menghitung bunga deposito setelah dipotong pajak, nih! Yuk simak selengkapnya!

Cara menghitung bunga deposito perlu kamu ketahui, lho! Dengan begitu, kamu bisa tahu berapa keuntungan yang didapat dari uang yang kamu tabung di rekening deposito.

Deposito adalah salah satu produk layanan bank yang masih dalam kategori tabungan. Di samping itu, juga mensyaratkan nasabah untuk tidak mengambil dana dan disimpan selama waktu tertentu.

Nah, karena nasabah sudah rela untuk tidak menarik uang selama waktu yang telah ditentukan, bank memberikan imbalan berupa bunga deposito.

Deposito itu berkaitan dengan strategi nasabah untuk menghindari godaan penarikan uang. Dengan adanya batas waktu deposito, kebiasaan sering belanja bisa berkurang.

Nah, buat kamu yang penasaran bagaimana cara menghitung bunga deposito setelah dipotong pajak, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini, yuk!

Ketentuan Deposito

Dep1 6ed64

Produk deposito umumnya memiliki jangka waktu mulai dari 1-24 bulan. Besar nilai bunga deposito bergantung pada jumlah uang yang kamu setorkan dan jangka waktu deposito.

Ketika kamu memilih jangka waktu 12 bulan, maka nilai bunga deposito yang bakal kamu dapatkan lebih besar dibandingkan dengan memilih jangka waktu 6 bulan.

Kira-kira aman tidak sih kalau menyimpan dalam jangka waktu lama? Tenang! Kini ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi kalau uang deposito hilang.

Hanya saja, kalau kamu menyimpan dana suatu produk keuangan seperti deposito, dana simpanan tidak boleh melebihi Rp2 miliar sesuai aturan dari LPS.

Sertifikat Deposito

Dep2 80e1f

Jenis produk deposito lainnya yang lebih fleksibel dibandingkan dengan produk deposito berjangka adalah sertifikat deposito. Jika ingin mencairkan uang deposito, kamu tinggal menjual sertifikat tersebut.

Produk ini sangat berbeda dengan ketentuan produk deposito berjangka yang melarang nasabah untuk menarik uang deposito setiap saat.

Namun, kesamaan dari produk ini dengan produk deposito berjangka adalah sama-sama menggunakan jangka waktu deposito.

Rumus Menghitung Bunga Deposito

Secara umum, rumus menghitung bunga deposito itu cenderung sama di setiap bank. Baik itu rumus menghitung bunga deposito BCA, Mandiri, atau BNI tetap memiliki kesamaan.

Biasanya yang membedakan adalah nilai bunga dari tiap bank saja. Hanya mengubah bunga deposito di dalam rumus, kamu sudah bisa menghitung bunganya dengan mudah.

Jaka sudah menyiapkan rumus menghitung bunga deposito yang bisa kamu coba sebelum membeli produk deposito bank. Buat kamu yang sudah memiliki deposito juga bisa menggunakan rumus ini.

Spesifikasi Deskripsi Rumus Menghitung Bunga Deposito
Rumus Setoran Pokok + (Profit dari Bunga Deposito Jumlah Pajak Deposito)
Profit dari Bunga Deposito (Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor*dalam satuan hari) / 365 (hari)
Jumlah Pajak Deposito Tarif Pajak x Profit dari Bunga Deposito

Cara Menghitung Bunga Deposito Setelah Dipotong Pajak

Jika membeli produk deposito, kamu bakal menerima beban pajak sebesar 20 persen dari jumlah bunga deposito yang dapatkan.

Cukup besar ya pajaknya? Namun besar pajak itu sebenarnya juga bakal dimanfaatkan oleh pemerintah untuk kemaslahatan pembayar pajak, kok!

Sebagai warga negara yang baik, kamu harus tetap bangga bisa berkontribusi membantu negara dengan rutin membayar pajak.

Nah, Jaka juga sudah menyiapkan contoh cara menghitung bunga deposito 100 juta untuk memudahkan kamu memperkirakan jumlah bunga deposito yang kamu bakal dapatkan.

Jaka menggunakan asumsi bunga deposito sebesar 6 persen, pajak 20 persen, dan uang senilai Rp100 juta dengan jangka waktu enam bulan pada tabel di bawah ini.

Spesifikasi Deskripsi Rumus Menghitung Bunga Deposito
Rumus (Rp100.000.000 x 6% x 180 hari) / 365
Profit dari Bunga Deposito Rp 1.080.000.000 / 365 = Rp2.958.900
Jumlah Pajak Deposito 20% x Rp2.958.900 = Rp591.780
Bunga Deposito setelah Pajak Rp2.958.900 - Rp591.780 = Rp2.367.120

Jika memilih bunga deposito 6 persen dengan jangka waktu 6 bulan senilai Rp100 juta, kamu bakal mendapatkan bunga deposito bersih Rp2.367.120, atau 2,37 persen dari nilai deposito setelah dipotong pajak.

Pilih Deposito Sesuai Kemampuan dan Kebutuhan

Dep3 0d4cc

Setiap orang memilih kemampuan yang berbeda dalam keuangan. Kamu juga sebaiknya memilih produk deposito yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Jaka juga berharap kamu bisa mulai merencanakan manajemen keuangan pribadi (personal finance) agar lebih bijak mengelola keuangan dan kekinian.

Jangan sampai kamu memaksakan diri untuk mengikuti program deposito dengan jangka waktu panjang, tapi kamu terkatung-katung ketika memenuhi kebutuhan hidup.

Akhir Kata

Itulah penjelasan tentang cara menghitung bunga deposito setelah dipotong pajak yang bisa kamu coba. Kini kamu sudah lebih bijak memilih produk deposito.

Sebenarnya, masih ada juga kok cara menabung yang bijak dan produk investasi untuk menata keuangan kamu. Produk deposito adalah satu di antara cara mengelola keuangan.

Setelah ngomongin bunga deposito, kira-kira kamu pengin memiih jangka waktu deposito yang mana, nih?

Baca juga artikel tentang Out of Tech dari Nabila Ghaida Zia

ARTIKEL TERKAIT
Tips Menabung Untuk Pelajar 82f03
11 Tips Menabung untuk Pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK | Cepat Terkumpul Banyak
Aplikasi Menabung Di Android
Biar Cepat Tajir, Ini 5 Aplikasi Menabung Terbaik di Android
Cara Investasi Emas Di Pegadaian Feb5a
Cara Menabung Emas di Pegadaian Paling Lengkap, Begini Penjelasannya!
Cara Menghemat Kuota Android Datally Banner 95446
Cara Menabung Kuota Data Internet Android untuk Dipakai Dalam Keadaan Darurat
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal