J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Arti Buyback Saham & Keuntungannya Bagi Perusahaan | Awas, Hati-Hati!

Rabu, 10 Mar 2021, 14:30 WIB
Salah satu emiten saham di portofolio kamu menawarkan buyback? Kenali dulu apa itu buyback saham dan keuntungannya bagi perusahaan. Awas, jangan terkecoh!

Buyback saham merupakan salah satu istilah yang pasti akan kamu temukan ketika memilih berinvestasi pada instrumen saham di pasar modal.

Sayangnya, ternyata masih banyak para investor pemula yang belum mengetahui arti dari istilah saham satu ini.

Padahal, di zaman pandemi COVID-19 seperti sekarang, banyak perusahaan yang melakukan buyback sehingga berdampak terhadap indeks harga saham gabungan, lho.

Nah, buat kamu yang bertanya-tanya mengenai apa arti buyback saham dan kenapa saham di-buyback, berikut penjelasannya.

Apa Itu Buyback Saham?

Apa Itu Buyback Saham 3b003
Sumber foto: Golife

Sama seperti investor yang berhak menjual kembali saham yang telah dibelinya, di bursa, perusahaan atau emiten juga rupanya berhak membeli kembali saham yang telah dijual dan beredar di publik. Aksi ini disebut sebagai buyback.

Jadi, buyback saham adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan atau emiten dalam bentuk pembelian kembali saham yang beredar di publik (outstanding share).

Hal ini dilakukan dengan berbagai alasan dan tujuan tersendiri, tidak semata-mata karena harga saham suatu perusahaan memburuk.

Namun, pada umumnya perusahaan akan membeli kembali (buyback) saham apabila harga saham perusahaan tersebut diyakini tidak mencerminkan kinerja keuangan perusahaan tersebut.

Jadi, perusahaan memutuskan untuk melakukan buyback saham karena yakin kinerja keuangannya positif. Buyback saham bisa-bisa saja bertujuan agar harga saham perusahaan itu kembali naik.

Mengapa demikian? Seperti Jaka jelaskan tadi, perusahaan tersebut meyakini kinerja keuangannya akan membaik di masa mendatang. Alhasil, investor pun turut yakin akan potensi kenaikan kinerja tersebut.

Namun, sebagai investor saham, kalian harus berhati-hati. Perusahaan yang melakukan buyback belum tentu memiliki kinerja keuangan yang akan baik di masa mendatang.

Kalian perlu menelaah lebih lanjut kinerja keuangan perusahaan tersebut serta industri yang digelutinya. Kalau memang oke, kalian bisa membeli saham perusahaan tersebut.

Pada praktiknya, terdapat dua mekanisme buyback yang bisa dilakukan perusahaan. Pertama, melakukan tender offer. Kedua, dengan membeli di pasar terbuka (Open-market Repurchase).

Buyback saham melalui tender offer, artinya perusahaan memberikan penawaran kepada pemegang saham melalui media massa untuk memperoleh Efek bersifat ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan Efek lainnya.

Harga penawaran biasanya lebih tinggi dari harga pasar. Sehingga, umumnya perusahaan akan melakukan eliminasi dengan memilih harga termurah, apabila jumlah saham yang ditawarkan investor lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Sedangkan, pembelian kembali saham di pasar terbuka (Open-market Repurchase), artinya perusahaan membeli saham dengan harga yang berlaku di pasar modal.

Keuntungan Buyback Saham

Keuntungan Buyback Saham 8d9f1
Sumber foto: East Idaho News

Di era pandemi saat ini, beberapa perusahaan seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO), dan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dikabarkan melakukan buyback besar-besaran.

Memang apa, sih, keuntungan pembelian kembali saham bagi perusahaan? Berikut adalah pembahasannya.

1. Menaikkan Earning Per Share (EPS)

Salah satu keuntungan yang bisa didapat suatu perusahaan atau emiten ketika melakukan pembelian kembali saham adalah untuk meningkatkan rasio keuangan atau Earning Per Share (EPS).

Pasalnya, jika jumlah saham yang beredar di publik semakin berkurang, maka rasio EPS pun akan semakin meningkat, yang menjadi indikator penilaian fundamental apakah suatu emiten sehat atau tidak.

Hanya saja, jika suatu emiten melakukan aksi buyback dengan tujuan demikian. Maka para investor sebaiknya perlu berhati-hati.

Karena aksi ini hanya bertujuan untuk membuat rasio keuangan perusahaan terlihat lebih baik, bukan untuk meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham.

2. Menghindari Penurunan Harga Saham

Melalui buyback, emiten juga dapat menghindari risko jatuhnya harga saham. Pasalnya, aksi buyback di kala saham emiten sedang mengalami penurunan diharapkan dapat mempengaruhi investor.

Maksudnya, buyback dapat memberikan spekulasi kepada investor bahwa ketika saham dibeli dalam jumlah besar, maka harga saham tersebut akan terpengaruh untuk naik kembali.

Dengan begitu, investor pun akan terpengaruh dan tertarik membeli saham tersebut dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan besar.

3. Menyiapkan Cadangan Modal

Seluruh saham yang didapat dari hasil buyback, maka akan tersimpan dalam kas treasury yang digunakan sebagai cadangan modal.

Nantinya, jenis saham treasury ini dapat dijual kembali oleh emiten saat harga saham mengalami tren kenaikan sehingga berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual (capital gain).

Terlebih, saham treasury juga tidak dihitung sebagai dividen yang harus dibagikan kepada para pemegang saham. Selain itu, aksi buyback juga tidak memerlukan persetujuan investor di RUPS.

Persyaratan dan Ketentuan Buyback

Kerugian Buyback Saham 067d2
Sumber foto: Independensl

Di tengah kondisi perekonomian yang berfluktuasi ini, pembelian kembali saham yang dilakukan oleh perusahaan cukup berpotensi meningkatkan risiko kerugian bagi investor saham, khususnya para pemula.

Karena dengan melakukan buyback, maka harga saham umumnya tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Untungnya, kebijakan buyback ini sudah diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.2/POJK.04/2013, sehingga emiten tidak bisa semena-mena ketika ingin melakukan aksi buyback.

Adapun beberapa syarat dan ketentuan pembelian kembali saham adalah seperti yang diuraikan dalam poin-poin berikut:

  • Emiten dapat melakukan aksi buyback tanpa mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Aksi tersebut dilakukan paling banyak 20% dari modal yang disetor.
  • Buyback hanya bisa dilakukan setelah emiten menyampaikan keterbukaan informasi kepada OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
  • Penyampaian keterbukaan informasi tersebut dilakukan paling lama 7 hari selama hari bursa, setelah pasar berfluktuasi.
  • Aksi buyback dapat dilakukan paling lama 3 bulan setelah emiten melakukan keterbukaan informasi.
  • Khusus aksi buyback melalui mekanisme tender offer, emiten terlebih dulu harus melakukan penawaran kepada para pemegang saham.

Akhir Kata

Itulah informasi seputar buyback saham yang bisa Jaka berikan pada kesempatan kali ini.

Mengingat dampak buyback saham yang cukup berpotensi mengelabui dan merugikan investor, maka sangat penting untuk kamu mempelajari hal-hal di atas, geng.

Baca juga artikel seputar Finansial atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita

ARTIKEL TERKAIT
Aplikasi Simulasi Trading Saham Untuk Pemula 1b0b8
8 Aplikasi Simulasi Trading Saham Terbaik Android | Anti Rugi!
Aplikasi Saham A449c
8 Aplikasi Saham Online Terbaik 2021, Terdaftar di OJK!
Apa Itu Saham Ipo 9df71
Kupas Tuntas Apa Itu Saham, Jenis, Risiko, dan Istilah Lainnya, Newbie Masuk!
Keuntungan Investasi Saham 4803a
Hati-Hati! Inilah 7 Risiko & Keuntungan Investasi Saham
Saham Blue Chip 7ae6a
10 Saham Blue Chip Paling Prospektif dan Layak Dibeli
Instrumen Investasi 45808
Apa Itu Instrumen Investasi & Jenisnya | Investor Pemula Wajib Tahu!
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!

Tags Terkait:

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal