Pengertian Dividend Yield, Rumus, & Cara Menghitungnya | Sudah Tahu?

Dividend yield adalah salah satu hal yang perlu dipahami oleh seorang investor saham, apalagi bagi mereka yang mengharapkan return besar dalam bentuk dividen.

Karena seperti yang kita tahu, bahwa dalam berinvestasi saham setiap investor memang berpotensi mendapatkan keuntungan berupa capital gain dan dividen.

Di mana, capital gain berasal dari selisih harga beli dan jual suatu saham. Sementara, dividen merupakan keuntungan dari laba bersih perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.

Untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memberikan keuntungan terhadap investornya, maka perhitungan dividend yield ini pun perlu kamu lakukan.

Bagaimana caranya? Mending cari tahu jawabannya lewat pembahasan seputar dividend yield (DY) berikut ini.

Apa Itu Dividend Yield?

Dividend Yield Adalah 84cd9
Sumber foto: Forbes

Imbal hasil dividen atau dividend yield adalah tingkat keuntungan yang diberikan perusahaan kepada para pemegang saham dalam pembagian dividen, yang dinyatakan dalam persentase (%).

DY yang tinggi biasanya menunjukkan adanya potensi passive income dari saham tersebut, sehingga menarik untuk dimiliki investor terutama dalam investasi jangka panjang.

Inilah kenapa banyak investor yang memburu saham-saham dengan persentase imbal hasil dividen tinggi, yang bisa dipantau melalui indeks IDX High Dividend 20.

Sebab kedepannya saham itulah yang akan "bekerja" menghasilkan uang untuk pemiliknya. Lumayan buat tabungan pensiun, kan?

Dengan kata lain, dana investasi ini lah yang akan bekerja untuk kamu, bukan lagi kamu yang bekerja untuk uang. Terdengar menarik, kan?

Tak hanya itu, persentase imbal hasil dividen yang tinggi juga berarti menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tersebut sangatlah baik dan menjanjikan.

Walaupun, sejumlah faktor termasuk salah satunya kondisi perekonomian negara bisa saja menjadi penyebab menurunnya kinerja perusahaan-perusahaan ini, seperti yang terjadi di masa pandemi sekarang.

Cara Menghitung Dividend Yield

Cara Menghitung Dividend Yield B7314
Sumber foto: Forbes

Salah satu emiten saham di portofolio kamu akan membagikan dividen dalam waktu dekat? Penasaran berapa tingkat keuntungan yang akan kamu dapatkan?

Nah, untuk mengetahuinya kamu bisa melakukan perhitungan menggunakan rumus dividend yield berikut:

Dividend yield = Dividen per Lembar Saham / Harga per Lembar Saham.

Di mana, dividen per lembar saham adalah total pembayaran dividen tahunan perusahaan, dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Sedangkan, harga saham per lembar adalah harga saham perusahaan saat ini.

Untuk harga per lembar saham, kamu bisa mengecek harga sahamnya langsung di bursa. Sementara, untuk nilai dividen per lembar saham biasanya akan diumumkan perusahaan saat membagikan dividen.

Sementara itu, untuk cara menghitung DY berikut adalah contoh kasusnya yang bisa kamu pahami.

Contoh Kasus

Misalnya, perusahaan PT Hari Senin Bahagia (HSBA) pada tahun 2021 akan membagikan dividen per lembar saham sebesar Rp50,-. Sedangkan, harga per lembar saham HSBA saat ini yaitu sebesar Rp2.500,-.

Maka, perhitungan dividend yield-nya yaitu: Rp50 / Rp2.500 = Rp0,02.

Namun, karena DY dinyatakan dalam persentase, maka Rp0,02 x 100 = 2%.

Dari perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa persentase imbal hasil dividen yang diberikan PT Hari Senin Bahagia pada tahun 2021 sebesar 2%. Nah, agar kamu cuan besar, kamu harus melihat dividen yield dan pilihlah saham-saham yang memberikan dividen yield besar.

Perbedaan Dividend Yield dengan Dividend Payout Ratio

Perbedaan Dividend Tield Dengan Dividend Payout Ratio 3902a
Sumber foto: Money Crashers

Selain persentase imbal hasil dividen, rasio keuangan lain yang biasa ditemukan saat berinvestasi saham adalah dividend payout ratio (DPR) atau Rasio Pembayaran Dividen.

Dividend Payout Ratio adalah persentase laba bersih setelah pajak yang dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham.

Adapun, rumus untuk menghitung dividend payout ratio adalah sebagai berikut:

DPR = Total Dividen / Laba Bersih.

Jadi, misalkan PT Hari Senin Bahagia membagikan dividen tahun 2021 dengan nilai total Rp15 miliar dan laba bersih yang mereka peroleh dalam periode waktu tersebut sebesar Rp450 juta. Maka, perhitungannya:

DPR = Rp20.000.000.000 / Rp500.000.000 = 40.

Dengan kata lain, sebanyak 40% laba perusahaan PT Hari Senin Bahagia dibagikan kepada pemegang sahamnya.

Sampai sini, bisa disimpulkan bahwa DY erat kaitannya dengan persentase tingkat keuntungan dividen yang didapat oleh investor.

Sementara, dividend payout ratio berkaitan dengan persentase dividen yang dibagikan perusahaan dari total laba bersih.

Akhir Kata

Nah, itulah pembahasan seputar dividend yield yang bisa Jaka sampaikan kali ini. Lantas, manakah yang lebih penting antara DY dan DPR? Tentu saja, persentase imbal hasil dividen alis DY.

Pasalnya, DY berkaitan dengan harga saham yang kita miliki. Lagi pula, perlu diingat juga bahwa nggak semua perusahaan yang memiliki DPR tinggi akan memiliki DY tinggi pula.

Hal ini dikarenakan, emiten yang DPR-nya tinggi maka harga sahamnya pun cenderung lebih tinggi, sehingga yield-nya rendah.

Baca juga artikel seputar Finansial atau artikel menarik lainnya dari Shelda Audita

ARTIKEL TERKAIT
Index Lq45 0080c
Pengertian Indeks LQ45 & Daftar Saham LQ45 Terbaru 2021 | Pilih yang Mana?
Pengertian Indeks Saham Dan Jenis Indeks Saham 7b18f
Pengertian Indeks Saham, Fungsi, dan Jenisnya | Sudah Tahu?
Istilah Saham 33d58
10 Istilah Saham yang Wajib Diketahui Investor Pemula | Jangan Kejebak!
Cara Investasi Di Bibit 2e7e5
Cara Investasi di Bibit Untuk Pemula Terbaru 2021 | Registrasi, Beli, & Jual
Instrumen Investasi 45808
Apa Itu Instrumen Investasi & Jenisnya | Investor Pemula Wajib Tahu!
Investasi Saham Syariah 2cecb
Cara Investasi Saham Syariah & Daftar Saham Syariah 2021 | Jangan Salah Pilih!
Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal