Zinedine Zidane akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar dirinya akan menerima tawaran pekerjaan di Manchester United (MU). Legenda Prancis ini diyakini akan menggantikan posisi Erik ten Hag yang tengah menghadapi tekanan setelah kekalahan telak MU dari Bournemouth 0-3 di Old Trafford.
Namun, Zidane mengungkapkan alasan menarik terkait ketidaksediaannya untuk melatih MU. Salah satunya adalah kendala bahasa. Bahasa Inggris yang belum dikuasainya dengan baik menjadi hambatan utama.
"Ketika orang bertanya kepada saya: 'Apakah Anda ingin pergi ke Manchester?' Saya mengerti bahasa Inggris tetapi saya belum sepenuhnya menguasainya," kata Zinedine Zidane.
Zidane juga memaparkan bahwa menjadi pelatih memiliki pertimbangan yang berbeda dengan menjadi pemain. Sebagai pemain, ia bisa memilih hampir semua klub, namun sebagai pelatih, pilihannya menjadi lebih terbatas.
Selain itu, Zidane juga menyoroti bahwa kondisi tertentu, termasuk bahasa, membuat segalanya menjadi lebih sulit. Meskipun memiliki torehan koleksi trofi yang mengesankan baik sebagai pemain maupun manajer, Zidane tetap mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menerima tawaran klub.
"Ketika saya masih aktif sebagai pemain, saya memiliki opsi untuk bergabung dengan hampir semua klub. Namun, sebagai seorang pelatih, pilihan tempat saya bekerja jauh lebih terbatas. Hanya ada dua atau tiga opsi yang mungkin terbuka bagi saya," demikian ungkap Zinedine Zidane.
"Bagi saya, kembali ke klub merupakan suatu kemenangan. Saya menyampaikan hal ini dengan rendah hati. Oleh karena itu, saya tidak bisa mengambil keputusan dengan bebas seperti dulu," tambahnya.
Terkait dengan keterbatasan tersebut, Zidane menyatakan bahwa ada alasan lain yang membuatnya sulit untuk bekerja di klub mana pun. Salah satu faktor tersebut adalah bahasa, yang bisa menjadi hambatan signifikan. "Ada kondisi tertentu yang membuat segalanya menjadi lebih sulit," terangnya.
Legenda sepakbola asal Prancis ini dikenal atas prestasinya sebagai pemain dan pelatih. Ia membanggakan koleksi trofi yang mengesankan, terutama bersama Real Madrid. Sebagai pelatih, Zidane berhasil membawa tim yang berbasis di Santiago Bernabeu meraih tiga trofi Liga Champions secara berturut-turut, disertai dengan kemenangan dalam Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA dua kali. Selain itu, ia juga meraih gelar La Liga dan Supercopa.
Meskipun prestasinya luar biasa, pria berusia 51 tahun ini belum pernah melatih di luar Spanyol. Tugas terakhirnya sebagai pelatih adalah masa jabatan keduanya di Real Madrid dari tahun 2019 hingga 2021.