Ustaz Syafiq Riza Basalamah, seorang ulama terkemuka, baru-baru ini mengungkapkan pandangan tegasnya mengenai hukum membaca ramalan zodiak dalam konteks kehidupan umat Islam. Menurutnya, tindakan ini bukanlah sesuatu yang sepele, melainkan membawa konsekuensi serius bagi kehidupan spiritual seseorang.
Dalam penjelasannya, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menyatakan bahwa membaca ramalan zodiak, bahkan secara tidak sengaja, dapat menyebabkan amalan tidak diterima selama 40 hari. Bahkan bagi mereka yang pernah mempercayai atau terlibat dalam praktik semacam itu, taubat kepada Allah SWT menjadi suatu keharusan mendesak.
Beliau menekankan bahwa membaca ramalan zodiak setara dengan mendatangi dukun, suatu tindakan yang sangat dihindari dalam ajaran Islam. Peringatan ini menjadi suatu amaran penting bagi umat Islam untuk menjauhi praktik-praktik yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Baca Juga: Daftar Game Online Penghasil Uang Tanpa Deposit, Aman dan Membayar!
Ustaz Syafiq Riza Basalamah juga mengecam masih banyaknya ramalan zodiak yang terus disajikan melalui media massa. Baginya, hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama Islam, yang menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui yang ghaib. Ramalan zodiak dianggap sebagai bentuk menyia-nyiakan nasib sendiri, sebuah pandangan yang diakui oleh para ulama.
Menurut beliau, ilmu bintang terbagi menjadi dua jenis, dan keduanya tidak dianjurkan dalam ajaran Islam. Ilmu nujum yang pertama meyakini bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kehidupan dan dapat menciptakan kejahatan dianggap sebagai syirik besar.
Ustaz Syafiq Riza Basalamah menekankan bahwa meyakini bintang sebagai sebab dari peristiwa ghaib merupakan bentuk pengingkaran terhadap ajaran Islam.
Baca Juga: 9 Aplikasi Penghasil GoPay Gratis Tercepat 2023, Aman & Terbukti Bayar 100%!
Dalam penjelasan singkatnya, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan bahwa ada tiga jenis ilmu nujum yang terlarang. Pertama, meyakini bahwa bintang-bintang menciptakan kejahatan; kedua, menjadikan bintang sebagai sarana untuk mengetahui yang ghaib, yang dianggap sebagai tindakan yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam; dan ketiga, meyakini bahwa bintang memiliki pengaruh terhadap kebaikan dan keburukan, yang dianggap sebagai syirik kecil.
Dalam konteks ilmu nujum yang diperbolehkan, Ustaz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan bahwa mempelajari bintang untuk keperluan mashalat adalah suatu hal yang diperbolehkan dalam ajaran Islam. Namun, beliau tetap menegaskan bahwa penggunaan ilmu ini harus diarahkan pada tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai agama.
Dengan penjelasan mendalam Ustaz Syafiq Riza Basalamah, jelaslah betapa pentingnya bagi umat Islam untuk menjauhi praktik membaca ramalan zodiak dan sejenisnya dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan tegas beliau mengingatkan umat Islam untuk selalu berpegang teguh pada ajaran agama dan menjauhi segala bentuk praktik yang dapat merusak keimanan dan spiritualitas.
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Bacaan Menarik Lainnya