Kisah Perjuangan Mama Yosi, Ajari Anak-anak Membaca hingga Dirikan PAUD Pertama di Ayapo Papua

Ditulis oleh Jaka Gledek - Friday, 01 December 2023, 09:40
Kisah mengharukan Mama Yosi mendirikan sekolah PAUD di Kampung Ayapo, Papua. Inspirasi pendidikan anak usia dini.

Kamu pasti penasaran dengan kisah mengharukan seorang perempuan hebat, Mama Yosi, yang mengabdikan diri untuk mendirikan sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kampung Ayapo, Papua.

Impian mendirikan sekolah untuk anak usia dini tumbuh dalam pikiran Yosina Deda. Ia meyakini, pendidikan yang benar sejak dini akan menjadi landasan dalam membangun keluarga yang kuat. Perempuan berusia 48 tahun ini mendedikasikan dirinya mengajar baca tulis kepada anak usia dini di daerah tepian Danau Sentani, Papua.

Mama Yosi, sapaan akrabnya, tergerak untuk mengajar karena mayoritas orang tua di Kampung Ayapo tak mengajarkan anak-anaknya. Para orang tua sibuk pergi ke kebun, sehingga anak-anak mereka hanya bermain dari pagi sampai petang.

Langkah Mama Yosi

Mama Yosi mengajak anak-anak tersebut berkumpul sambil belajar. Awalnya, ia hanya mengajarkan bernyanyi, hingga akhirnya mengenalkan angka dan huruf. Ia menggunakan nyanyian untuk menyampaikan pelajarannya.

Perlahan-lahan, masyarakat lain mengajukan diri secara sukarela untuk bergabung menjadi pengajar. Mereka rajin mengajar berpindah dari rumah ke rumah, mulai dari hal-hal yang terdekat dengan kehidupan dengan bahan-bahan ajar dari alam yang ada di sekitar. Misalnya bagaimana mencintai Tuhan. Buah konsistensinya, Mama Yosi mulai dikenal oleh para pemangku adat dan pejabat daerah.

Mendirikan PAUD Nuri Ayapo

Untuk menunaikan niatnya, Yosi duduk bersama pemangku adat di Kampung Ayapo, Distrik Sentani, Papua. Ia mengutarakan maksud hati untuk mendirikan sekolah PAUD bagi anak-anak usia dini di kampung itu.

Mendengar niat baik Yosi, pemangku adat pun mengabulkan permintaannya. Saat itu, pemangku adat Kampung Ayapo memberinya sebidang tanah secara gratis untuk mendirikan taman bermain dan PAUD. Pada 2009, berdirilah Nuri Ayapo yang menjadi PAUD pertama di wilayah tersebut.

Perjuangan Tanpa Batas

Usai sekolah PAUD berdiri, para orang tua beramai-ramai mendaftarkan anak-anaknya. Kala itu, Yosi tak menetapkan biaya pendaftaran, hanya sukarela. Bahkan, ia menggratiskan biaya bagi orang tua yang kurang mampu secara ekonomi.

ADVERTISEMENT

Kini, tercatat ada 43 pendaftar baru pada 2023 dengan jumlah total siswa lebih dari 60 anak. Di Kampung Ayapo sendiri, ada lebih dari 200 kepala keluarga.

Akhir Kata

Kisah Mama Yosi adalah contoh nyata kegigihan dan kepedulian seseorang dalam memberikan pendidikan kepada generasi muda di daerah terpencil. Semangat dan dedikasinya telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat setempat.

Kembali Keatas