Sejarah Gereja Katolik Tertua di Solo, Saksi Pembaptisan Slamet Riyadi

Ditulis oleh Label - Friday, 22 December 2023, 17:00
Siapa sangka, Gereja tertua di Solo, Santo Antonius Purbayan, ternyata pernah menjadi tempat pembaptisan Pahlawan Nasional, Slamet Riyadi. Berikut sejarah panjangnya!

Gereja Santo Antonius Purbayan, yang diresmikan pada November 1916, menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah, termasuk pembaptisan Brigadir Jenderal (Anumerta) Ignatius Slamet Riyadi, Pahlawan Nasional, pada tahun 1949. Pendirian gereja ini diprakarsai oleh Romo Cornelis Stiphout, SJ, sebagai bagian dari misi penyebaran agama Katolik di Solo, atas dorongan Pemerintah Belanda.

Sejak awal berdirinya, Gereja Santo Antonius Purbayan, yang terletak di Jalan Arifin Kp Baru, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, telah menjadi tempat ibadah utama umat Katolik. Namun, sejarahnya tidak terbatas pada pembaptisan Slamet Riyadi; gereja ini juga memiliki catatan sejarah yang menarik.

Misi Penyebaran Agama Katolik dan Pembangunan Gereja

Pada tahun 1827, Pemerintah Belanda mengutus Lambertus Prisen untuk melakukan misi penyebaran agama Katolik di Solo. Bersama Pastor Yakobus Sholten, mereka berupaya mengenalkan agama Katolik di Jawa Tengah, berhasil meningkatkan jumlah pengikut Katolik di wilayah tersebut. Meskipun demikian, hingga pembaptisan Slamet Riyadi pada tahun 1949, Surakarta belum menjadi stasi permanen.

Pada tahun 1896, Ambarawa menjadi Paroki resmi, dan Surakarta secara tidak langsung masuk ke dalam Paroki Ambarawa. Meskipun demikian, Solo berkeinginan untuk mendirikan Paroki sendiri, dan proses pembangunan Gereja Santo Antonius Purbayan dimulai pada 29 Oktober 1905.

Perjuangan Pembangunan dan Signifikansi Gereja

Proses pembangunan gereja ini melibatkan upaya Pastor Stiphout yang berhasil dengan baik. Melalui penjualan undian berhadiah dan permintaan dana bantuan ke Belanda, gereja ini akhirnya berhasil didirikan pada November 1916. Misa suci pertama kali diadakan di Pastoran pada 22 Desember 1907.

Gereja Santo Antonius Purbayan tidak hanya menjadi tempat pembaptisan Slamet Riyadi, tetapi juga melambangkan sejarah panjang penyebaran agama Katolik di Solo. Dengan arsitektur bergaya Eropa dan ornamen ukiran salib yang masih dilestarikan hingga saat ini, gereja ini menjadi saksi hidup sejarah yang tak ternilai di mata masyarakat Solo dan para pengunjung yang ingin menyelami kisah-kisah tersembunyi di balik dinding gereja ini.

Kembali Keatas