Kisah perjalanan epik pasangan suami istri (pasutri), Muhammad Rafli Purnama dan Zahra Alzena, telah mencuri perhatian di media sosial. Dengan penuh semangat, mereka menempuh perjalanan bersepeda dari Kota Cimahi dengan tujuan akhir Mekkah, sebuah petualangan yang tak hanya menyatukan cinta, tetapi juga mimpi besar.
Dokumentasi perjalanan mereka diabadikan lewat unggahan Instagram dengan akun @lintascinta_. Dalam salah satu postingan, pasangan ini membagikan rencana rute perjalanan mereka, memilih jalur ke arah timur Indonesia melalui Pulau Kalimantan. Keputusan ini bukan tanpa alasan, pasutri ini mengungkapkan niat mereka untuk mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
"Banyak yang tanya tentang jalur kita, ini dia sebulan pertama kita, kenapa kita ambil jalur ini, bukan tanpa alasan yaa, tapi karena kita ingin melihat perubahan IKN yang sekarang dan setelah kita pulang nanti," tulis pasutri tersebut dalam keterangan unggahan Instagram mereka.
Perjalanan Menuju Tanah Suci
Saat ini, pasutri ini telah mencapai Yogyakarta, menandakan bahwa perjalanan mereka semakin mendalam. Rafli dan Zahra berencana melintasi 15 negara dalam turnya ini, termasuk Singapura, Malaysia, Thailand, Cina, Tajikistan, Uzbekistan, Iran, dan terakhir Arab Saudi. Dengan estimasi jarak sekitar 14.000 kilometer dan waktu tempuh sekitar 9 bulan, pasutri ini tampaknya telah merencanakan dengan matang petualangan luar biasa ini.
Mewujudkan Mimpi dengan Persiapan Matang
Mimpi untuk bersepeda ke Mekkah ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2023, namun persiapan yang matang baru memungkinkan mereka mewujudkannya pada awal tahun 2024. Sebelum memulai perjalanan mereka, Rafli dan Zahra melakukan survei menyeluruh, mempertimbangkan negara yang akan dilalui, jarak tempuh, lama perjalanan, logistik, dan biaya.
"Dan yang pasti untuk biayanya pun kita sudah menabung dari jauh jauh hari karna ini perjalanan terpanjang dan terlama kita," ungkap Rafli. Persiapan fisik juga tak luput dari perhatian mereka, dengan bersepeda setiap hari untuk membiasakan diri dengan tantangan perjalanan panjang yang menanti.
Sepeda sebagai Sarana Perjalanan dan Kebenaran Hidup
Bagi Rafli, tujuan untuk sampai ke Tanah Suci bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga niat mulia untuk beribadah dan belajar. Sepeda dipilih sebagai sarana perjalanan yang paling tepat, tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lambat, memberikan dampak positif pada bumi, dan cocok bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam dari berbagai kota dan negara menuju Tanah Suci.
"Karena sepeda itu transportasi yang paling pas untuk saya melakukan perjalanan ini, karena tidak terlalu cepat dan juga lambat," ujarnya. "Dan yang pasti kita bisa olahraga setiap hari dan baik untuk bumi juga, tambah Rafli.
Sejak tahun 2019, Rafli telah jatuh cinta pada dunia touring dengan bersepeda, terinspirasi oleh banyaknya orang yang mengeksplorasi wilayah Eropa hingga Asia dengan menggunakan sepeda. "Kadang orang berpikir kalau kita nggak masuk akal, tapi bagi Allah pasti nggak ada yang nggak mungkin. This is the new adrenaline. So why not?" ucapnya, menggambarkan semangat dan keyakinan yang menggerakkan setiap pedal perjalanan mereka.
Akhir Kata
Perjalanan pasangan suami istri ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, tidak hanya sebagai kisah cinta yang memukau, tetapi juga sebagai bukti bahwa ketika impian disertai dengan persiapan matang dan tekad kuat, segala hal yang mungkin.
Melalui roda penggerak sepeda, Rafli dan Zahra mengukir kisah yang membuktikan bahwa perjalanan hidup yang dijalani dengan penuh semangat adalah petualangan yang tak terlupakan.