Jangan Sepelekan Profesi Penarik Becak di Solo, Ada yang Sampai Rp5 Juta Sebulan!

Ditulis oleh Jaka Gledek - Friday, 29 December 2023, 12:15
Kisah para penarik pecak di Solo ini mungkin bisa menginspirasi kamu, geng. Meski hidup sederhana, ada di antara mereka yang punya pendapatan hingga Rp5 juta per bulan, lho.

Kamu pasti pernah mendengar tentang maraknya penarik becak di Solo pada tahun 1990-an. Namun, seiring berjalannya waktu, minat masyarakat terhadap becak mulai meredup, digantikan oleh kendaraan bermotor yang semakin populer.

Namun, di tengah arus modernisasi, kisah menarik para penarik becak di Solo masih menyimpan beragam cerita menarik. Kompas.com berhasil melakukan perjalanan menarik dengan becak di Kota Surakarta, atau Solo, dan menemukan sisi menarik dari para penarik becak.

Mengintip Kehidupan Para 'Penarik Becak'

Di Solo, becak masih diizinkan untuk masuk ke perkotaan, menghadirkan pemandangan unik di mana becak berdampingan dengan kendaraan bermotor di jalan-jalan utama. Salah satu penarik becak, yang akrab dipanggil 'Bapak' (nama asli: Sutrisno), menjadi saksi hidup dari perubahan zaman.

Pak No, begitu ia biasa disapa, memiliki kisah perjuangan yang menginspirasi. Dahulu, ia dan istrinya menggeluti bisnis batik, namun cobaan datang ketika istri Pak No terkena penyakit kanker. Biaya pengobatan yang besar membuat bisnis batik mereka harus gulung tikar.

Namun, Pak No tak pernah menyerah. Meskipun sudah berusia senja, ia tetap memilih untuk menarik becak sebagai cara untuk mengisi waktu dan mendapatkan penghasilan tambahan. Dari obrolan dengan Pak No, Kompas.com pun mendapati fakta menarik tentang kehidupan sehari-hari seorang penarik becak.

Mengungkap Kisah Hidup yang Mengharukan

Pak No memiliki lima orang anak yang kesemuanya sudah berkeluarga. Meskipun anak-anaknya mengirimkan sejumlah uang untuknya, Pak No tetap gigih bekerja menarik becak sebagai usaha untuk menghidupi dirinya sendiri. Baginya, menarik becak bukan hanya sekadar mencari uang, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga kebahagiaan cucunya.

Meski tidak mematok tarif tertentu, Pak No mengungkapkan bahwa pendapatannya bisa mencapai Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari, terutama saat musim liburan. Namun, pada hari-hari biasa, pendapatannya kadang-kadang bahkan tidak mencapai angka tersebut.

Hidup Sederhana dengan Pendapatan Menjanjikan

Meskipun hidup sederhana, Pak No mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan penghasilannya sebagai penarik becak. Ia menuturkan bahwa di Solo, biaya hidup tidaklah sebesar di Jakarta. Dengan pendapatan kotor mencapai Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan, Pak No mampu hidup secara layak.

ADVERTISEMENT

Namun, setelah dipotong untuk kebutuhan sehari-hari, Pak No hanya menyisihkan sekitar Rp 1 juta per bulan. Namun, hal ini tidak membuat semangatnya kendur. Dengan gigih, ia terus bekerja setiap hari, menerima 4 hingga 5 penumpang, dan berhasil mengumpulkan pendapatan yang mengesankan.

Kembali Keatas