Kisah Pasutri Penjual di Pasar Kue Subuh Senen, Ikhlas Untung Kecil Meski Harga Bahan Baku Melonjak

Ditulis oleh Jaka Gledek - Saturday, 09 March 2024, 10:31
Memang nggak gampang jual makanan di era bahan-bahan yang semakin mahal kayak gini. Dinaikin harganya salah, dikecilin ukurannya salah 😞

Sebuah kisah unik datang dari pasangan suami-istri Andi dan Adel. Mereka adalah pedagang yang berjualan di Pasar Kue Subuh di Senen, Jakarta Pusat, dan mereka rela mengambil untung kecil pada dagangan kuenya agar bisa mempertahankan pembeli setia. Inilah cerita menarik tentang bagaimana mereka bersikap tulus untuk menjaga pelanggan tetap datang.

BACA JUGA

    Harga Bahan Baku Melonjak

    Tidak mudah bagi Andi dan Adel untuk menaikkan harga jual kue mereka. Di pasar ini, rata-rata pedagang lain memasang harga yang ekonomis, yakni sekitar Rp 700-3.500 untuk sepotong kue. Namun, harga bahan baku seperti minyak dan tepung sedang melonjak akhir-akhir ini.

    Andi mengeluhkan kenaikan harga minyak yang biasanya ia beli 30 kilogram atau dua jeriken dengan harga Rp 170.000-180.000 per jerikennya. Sekarang harganya sudah mencapai Rp 230.000 per jeriken. Selain itu, harga tepung juga naik dari Rp 150.000 per dus menjadi Rp 160.000-175.000.

    Review NobarTV Streaming, Nonton Bola Tanpa Buffering
    Review komprehensif 7 entitas terbaik untuk streaming nobartv streaming dan layanan sejenis.
    LIHAT ARTIKEL

    Mengecilkan Ukuran Kue

    Sadar akan lonjakan harga bahan baku tersebut, Adel awalnya mencoba mengurangi ukuran kue yang dijualnya. Namun, hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Pelanggan malah menegur dan meminta Adel untuk tidak menitipkan kuenya lagi jika ukurannya kecil.

    Adel bercerita, "Awalnya saya tanya dulu (sama tempat titip jual) boleh enggak naikkan harga? Tapi ternyata di pasar enggak bisa naikkan harga. Akhirnya saya coba lagi kecilkan barangnya, eh pada komplain." Pelanggan berkata, "Kalau kayak gitu malah mending enggak usah titip."

    Bersyukur dengan Hasil Penjualan

    Meski untung dagangannya kecil, Andi dan Adel tidak keberatan. Mereka bersyukur dengan berapapun hasil penjualan yang didapatkan. Bagi mereka, yang penting dagangan mereka laris dan pembeli tetap datang.

    Andi menambahkan dengan tulus, "Untung dikit enggak apa-apa, yang penting lancar."

    Inilah cerita inspiratif dari pasutri penjual di Pasar Kue Subuh Senen yang rela mengambil untung kecil agar pembeli tetap setia. Mereka menghadapi tantangan harga bahan baku yang melonjak dengan kepala tegak dan hati tulus untuk menjaga pelanggan tetap datang.

    ADVERTISEMENT
    BACA JUGA
    • Daftar Cheat GTA 5 PS3, PS4, PS5, PC dan Xbox Bahasa Indonesia Lengkap 2024
    • 31 Aplikasi Open BO 2025 Cewek Selain MiChat (Edisi Desember 2025)
    • 9 Cara Membobol WiFi dengan HP Tanpa Root & Laptop, Bisa Akses Internet Gratis!
    Kembali Keatas