Pemerintah terus berupaya memasifkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Selain menggelontorkan subsidi motor listrik Rp7 juta, pemerintah juga mencanangkan program konversi motor listrik bersubsidi.
Namun, program ini belum berjalan dengan maksimal karena beberapa hal, salah satunya minat masyarakat. Dari 50.000 kuota subsidi motor listrik konversi yang disediakan, baru sekitar 4.578 kuota yang terisi.
Padahal, motor listrik hasil konversi diklaim memiliki banyak keunggulan dibandingkan motor listrik pabrikan. Setidaknya, ada keunggulan motor listrik konversi, sebagaimana dijelaskan Muhammad Dipokartono dari sekolah konversi motor listrik Elektrifikasi Rakyat Indonesia (ERI).
Mengutip Kompas (2/8/2023), keunggulan pertama dari motor listrik konversi ialah kualitas sasis yang lebih baik dan terjamin. Proses konversi motor bensin menjadi listrik hanya melibatkan penggantian mesin pembakaran internal (ICE) dengan komponen kelistrikan. Sasis dan suku cadang lainnya tidak mengalami perubahan.
Hal ini dianggap positif karena sasis motor bensin, yang sebagian besar diproduksi di Jepang, memiliki kualitas yang sangat baik dan lebih kokoh daripada motor listrik pabrikan mayoritas produksi China. Meskipun harganya lebih murah, kualitas sasisnya jauh di bawah motor Jepang.
Selain itu, komponen penunjang seperti shockbreaker, pelek, dan lampu indikator bawaan motor tidak akan diubah. Pengguna juga tidak kesulitan mencari suku cadang karena masih dapat menggunakan suku cadang dari bengkel resmi. Hal ini membuat konversi motor listrik menjadi pilihan yang praktis dan mudah diakses.
Keunggulan kedua ialah dalam hal kustomisasi spesifikasi sesuai keinginan pengguna. Konsumen memiliki kebebasan untuk memilih spesifikasi yang diinginkan dan menyesuaikannya dengan anggaran yang dimiliki.
Misalnya, jika pengguna ingin fokus pada daya jelajah, mereka dapat memilih baterai dengan kapasitas besar. Namun, jika penggunaan sehari-hari rendah, mereka dapat memilih spek terendah. Konsumen memiliki fleksibilitas dalam menentukan spesifikasi motor listrik sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Bagaimana? Apakah kamu tertarik mengkonversi motor bensinmu menjadi motor listrik?
Baca artikel dan berita menarik dari JalanTikus lainnya di Google News
Baca juga artikel Kendaraan Listrik atau artikel menarik lainnya dari Athika Rahma