Google dan 4 Hal Lain yang Tak Bisa Kamu Temukan di China

Kebijakan penyensoran internet di Negeri Tirai Bambu memang sangat ketat. Pemerintah di negara tersebut telah memblokir berbagai situs web dan aplikasi populer di dunia.

China memang memiliki sistem pengawasan internet yang sangat canggih yang disebut "Great Firewall China". Sistem ini terus berkembang dalam segi cakupan dan kekuatannya, untuk memblokir akses ke situs asing dan menyaring kata-kata kunci tertentu yang dianggap mengancam keamanan negara. Berikut adalah 5 hal yang tidak akan kalian temukan di China.

1. Google

Sejak 2010 Pemerintah China tak membuka akses penggunaan Google di China. Peran Google sebagai mesin pencari dilengserkan oleh perusahaan lokal Baidu.

Tak hanya mesin pencari, layanan Google lainnya juga diblokir seperti Gmail, Google Maps, Google+, Google Drive, Google Photos, dan lainnya.

2. Facebook

Facebook telah diblokir di China sejak tahun 2009, tidak lama setelah kerusuhan pecah di Xinjiang. Tidak ada tanda-tanda bahwa China berencana untuk memulihkan akses ke platform media sosial terbesar di dunia itu.

Namun, Mark Zuckerberg selaku pendiri dan Chief Executive Officer Facebook tidak menyerah begitu saja dan berusaha agar bisa kembali ke China dengan berbagai pendekatan, bahkan mengembangkan sebuah tool khusus.

Ia telah mengunjungi China beberapa kali, bahkan berjabat tangan dengan Presiden Xi Jinping.

3. Instagram & Snapchat

Situs berbagi foto Instagram telah diblokir di China sejak tahun 2014. Hal ini diduga berkaitan dengan demonstrasi pro demokrasi yang saat itu sedang berlangsung di Hong Kong.

Pemerintah China tidak pernah memberi komentar tentang mengapa Instagram diblokir. Mereka hanya menyatakan bahwa situs web atau aplikasi tertentu yang diblokir dianggap telah melanggar hukum dalam beberapa cara.

Facebook dan Twitter bukan satu-satunya platform media sosial diblokir di China. Kamu juga tidak bisa menemukan Snapchat di China. Meskipun perusahaan tersebut tidak ingin menyerah di negara dengan populasi terbesar di Asia tersebut.

4. Apple iBook & iTunes Movie

Konten digital asing juga tak luput dari sensor. Apple iBook dan iTunes Movie juga diblokir di China. Mereka tampaknya telah terbentur dengan aturan baru yang mengharuskan persetujuan pemerintah bagi perusahaan asing yang ingin menyediakan konten online seperti video, game, dan buku.

5. Twitter

Tidak ada yang meragukan pengaruh media sosial dan internet dalam mobilisasi massa, karena alasan tersebut layanan microblogging ini dilarang di China sejak 2011.

Namun, masyarakat tidak terlalu risau akan hal tersebut. Situs serupa buatan pengembang lokal yakni Weibo, menjadi populer di negara itu. Fungsinya pun sama, membagi tweet, foto, dan video.

Itulah hal-hal yang tidak bisa kalian temui di China. Sebaliknya, semua situs web dan aplikasi populer tersebut digantikan oleh situs lokal. Sebut saja, Baidu, Weibo, Youku, Renren, dan lainnya. Bagaimana dengan pendapat kalian?

===================================================

Subscribe : https://www.youtube.com/c/JalanTikusID
Sumber : https://jalantikus.com/tips/hal-yang-tidak-bisa-kamu-temukan-di-china/

===================================================

https://jalantikus.com
https://www.facebook.com/JalanTikus/
https://instagram.com/jalantikusid
https://twitter.com/jalantikuscom

===================================================

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal