YouTuber dan Selebgram Wajib Bayar Pajak, Bisa Dongkrak Pemasukan Negara?

Default

Saat ini, YouTuber, Selebgram, dan influencer di platform digital lainnya dikategorikan sebagai profesi yang kedudukannya sama dengan pekerjaan lainnya di Indonesia.

Maka dari itu para influencer juga termasuk dalam Wajib Pajak (WP) yang harus membayar Pajak Penghasilan (PPh), sesuai himbauan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Dalam wawancaranya dengan CNBC Indonesia, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmadrin Noor mengatakan bahwa YouTuber dan artis wajib melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Youtuber Kena Pajak B7446

Adapun sistem pembayaran pajak dilakukan dengan self assessment, yaitu YouTuber dan influencer lainnya diminta menghitung dan membayar sendiri jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Mekanisme penghitungan sendiri ini dapat dilakukan oleh influencer yang memiliki penghasilan maksimal 4,8 miliar rupiah per tahun atau 400 juta rupiah per bulannya.

Setelah itu, mereka pun diminta untuk melaporkan pajak tersebut ke dalam SPT tahunannya.

Dalam menghitung PPh, influencer dapat menggunakan mekanisme Norma Penghitungan Penghasilan Neto yang dihitung berdasarkan 50% dari total peredaran bruto-nya dalam satu tahun.

Pajak Penghasilan Youtuber Dan Selebgram 58634

Dengan mekanisme tersebut, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation (CITA) Ruben Hutabarat mengatakan potensi pajak dari profesi influencer digital bisa mencapai lebih dari 10 triliun rupiah - seperti yang dimuat dalam Warta Ekonomi.

Potensi ini sebelumnya sudah diperkirakan oleh Ditjen Pajak dan tentu bukan jumlah yang sedikit, apalagi Indonesia kini memiliki sejumlah influencer kondang yang terbagi di beberapa kanal media sosial.

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan Influencer?

Sekarang, mari kita coba menghitung pajak penghasilan YouTuber dan Selebgram menggunakan skema Norma Penghitungan Penghasilan Neto yang dikutip dari CNBC Indonesia.

Karena influencer yang dapat melakukan penghitungan sendiri ini adalah yang memiliki penghasilan per tahun maksimal 4,8 miliar rupiah, kali ini Jaka akan mengambil Ariel NOAH sebagai contoh.

Per 1 Maret 2021, saluran YouTube Ariel NOAH memiliki 1,47 juta subscribers yang berisi berbagai konten dari musik hingga cara merakit PC.

Pajak Penghasilan Influencer Abc5e

Menurut situs Social Blade, pendapatan per tahun Ariel NOAH dari channel YouTube nya itu dapat mencapai 11.300 - 180.600 dollar AS atau setara dengan 161,5 juta - 2,5 miliar rupiah.

Dari angka tersebut, dapat kita peroleh bahwa nilai tengah penghasilan tahunan Ariel dari YouTube adalah sekitar 95.000 dollar AS atau sekitar 1,36 miliar rupiah.

Maka yang dihitung sebagai pajak dari besaran itu adalah 50% nya, yakni 680 juta rupiah.

Dari angka 680 juta, masih dikurangi 54 juta rupiah sebagai PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) menjadi sebesar 626 juta rupiah yang akan dibayarkan pajaknya dengan tarif progresif sebagai berikut :

5% x Rp50 juta = Rp2,5 juta

15% x Rp200 juta = Rp30 juta

25% x Rp250 juta = Rp62,5 juta

30% x Rp126 juta = Rp37,8 juta

Dengan pendapatan sebesar 1,36 miliar rupiah, Ariel NOAH dibebankan 4 lapis pajak sesuai ilustrasi di atas yang menyebabkannya harus membayar PPh sejumlah 132,8 juta.

Sementara itu, jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh influencer seperti Atta Halilintar, Deddy Corbuzier, atau Baim Wong dengan pendapatan di atas 4,8 miliar rupiah akan memiliki mekanisme berbeda.

Penghitungan pajak bagi influencer yang sudah menikah juga tentu akan berbeda sesuai undang-undang yang berlaku.

Mengingat saluran milik YouTuber seperti Atta dan Deddy dapat meraup puluhan miliar rupiah, bukan tidak mungkin pajak yang dibayarkan bisa mencapai miliaran pula.

Catatan: Perhitungan pajak di atas hanyalah gambaran kasar, sehingga nominalnya belum tentu sama dengan kondisi sebenarnya.

Baca juga artikel seputar Out of Tech atau artikel menarik lainnya dari Ayu Kusumaning Dewi.

Tautan berhasil disalinX
x

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal