J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

5 Tuntutan Hukum Menghebohkan yang Melibatkan Tencent, Pernah Menuntut Mobile Legends!

5 Tuntutan Hukum Menghebohkan yang Melibatkan Tencent, Pernah Menuntut Mobile Legends!

Minggu, 3 Nov 2019, 11:00 WIB
Sebagai perusahaan teknologi raksasa, Tencent sudah nggak asing dengan yang namanya kontroversi dan tuntutan hukum. Berikut adalah 5 kasus yang paling menghebohkan

Tencent merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Shenzhen, China ini punya banyak banget bisnis, lho.

Beberapa di antaranya adalah aplikasi chatting seperti QQ dan WeChat, Tencent Games, QQ Browser, hingga platform streaming games mobile bernama Penguin e-Sports.

Nggak cuma Facebook saja yang sempat heboh dengan skandal Cambridge Analytica, Tencent juga sering banget berurusan dengan hukum, lho.

5 Tuntutan Hukum Menghebohkan yang Melibatkan Tencent

Sebuah perusahaan besar sudah nggak asing dengan yang namanya kontroversi. Kontroversi tersebut bahkan sampai menimbulkan tuntutan hukum.

Dalam artikel berikut, Jaka bakal kasih tahu kamu mengenai 5 kasus tuntutan hukum menghebohkan yang pernah melibatkan Tencent.

Entah sebagai pelapor atau terlapor, intinya Tencent terlibat dalam kasus tuntutan hukum tersebut, geng. Check it out!

1. Tuntutan Hukum Kepada Blogger & Jurnalis

1 Bd743

Meskipun sudah berada di era modern, namun China nampaknya masih mempraktikkan pembatasan berekspresi. Begitu pula dengan Tencent, geng.

Beberapa tahun yang lalu, Tencent sempat menuntut secara hukum beberapa blogger yang dinilai telah mencoreng nama baik Tencent.

Banyak banget user yang mengkritik platform chatting terbesar Tencent, yaitu WeChat. Beberapa pengguna WeChat yang kecewa akhirnya menuliskan kritiknya di platform blogging yang disediakan oleh WeChat.

Alih-alih memblokir atau menghapus akun WeChat para blogger tersebut, Tencent malah menuntut mereka yang dinilai mengritik Tencent.

Tencent juga nggak ketinggalan menuntut jurnalis yang dinilai membuat berita yang merugikan bagi Tencent. Berita seperti Tencent memonopoli pasar sangat haram bagi Tencent.

Bayangkan saja, hanya karena menuliskan kekecewaanmu terhadap sebuah aplikasi, kamu dituntut untuk membayar ratusan juta Rupiah atau hukuman penjara!

2. Tuntutan Hukum Tencent Music Entertainment

2 99371

Tencent Music Entertainment merupakan anak perusahaan Tencent yang berfokus pada bidang layanan streaming musik. Perusahaan ini juga pernah terlibat kasus hukum, lho.

Tencent Music Entertainment atau disingkat TME sudah beberapa kali dituntut dan menuntut saingannya yang dianggap melanggar hak cipta.

Demi mendapatkan pasar, layanan streaming musik di China berlomba-lomba mendapatkan lisensi untuk mendistribusikan musik secara eksklusif.

Hal ini memang nggak umum di Indonesia, namun hal ini sudah sering banget terjadi, geng. Akibatnya, banyak perusahaan layanan streaming yang saling tuntut satu sama lain.

Salah satunya adalah TME yang menuntut NetEase karena mendistribusikan sekitar 623 musik yang diklaim Tencent telah dimiliki lisensi eksklusifnya oleh QQ Music Service.

NetEase juga nggak mau tinggal diam dengan menuntut balik Tencent karena telah mendistribusikan 192 lagu di QQ Music Service yang sudah dimiliki izin eksklusifnya oleh NetEase.

3. Tuntutan Hukum dari Qihoo 360

3 Fa9e3

Qihoo 360 merupakan perusahaan teknologi asal China yang berfokus pada layanan internet security. Perusahaan ini juga sempat berduel dengan Tencent di pengadilan tahun 2010.

Kasus tuntutan hukum ini merupakan kasus pertama yang terjadi setelah hukum anti-monopoli ditegakkan di China. Qihoo 360 menuduh Tencent telah memonopoli pasarnya.

Internet antivirus milik Qihoo, yakni 360 Safeguard yang sebelumnya bersaing secara adil dengan produk lainnya merasa Tencent berkompetisi secara nggak fair.

QQ Doctor, internet antivirus milik Tencent yang di-bundling dengan layanan chatting QQ Messenger berhasil memperoleh 40% pasar hanya dalam waktu singkat.

Pada tahun 2017, Qihoo merilis analisis yang menjelaskan bahwa QQ Doctor secara sengaja memonitor aktivitas penggunanya secara ilegal.

Nggak terima dengan hal itu, Tencent yang lebih powerful merilis bukti-bukti palsu yang mengatakan kalau 360 Safeguard menampilkan iklan-iklan pornografi, dan lain-lain.

Bahkan, Tencent berhasil mendapatkan dukungan dari kompetitor-kompetitor Qihoo untuk menjatuhkan perusahaan tersebut. Wah, licik banget ya, geng.

4. Menuntut Moonton Karena Memplagiat League of Legends

4 88471

Pada tahun 2011, Tencent mengakuisisi sebagian besar saham dari Riot Games, perusahaan game yang merilis game MOBA populer berjudul League of Legends.

Pada tahun 2015, muncullah sebuah game serupa yang ada di platform mobile bernama Mobile Legends. Game ini langsung populer banget, salah satunya di Indonesia.

Pada tahun 2017, Riot Games menuntut Moonton, selaku developer dari Mobile Legends, karena meniru desain game dan karakter yang ada di League of Legends.

Sayangnya, tuntutan ini tidak dikabulkan oleh pengadilan. Karena hal tersebut, Tencent akhirnya turun tangan dalam penyelesaian kasus plagiat ini.

Melalui berbagai proses yang panjang, akhirnya Tencent memenangkan kasus ini, geng. Moonton pun diwajibkan membayar sekitar Rp38,5 miliar sebagai ganti rugi.

5. Mem-banned Atlet Hearthstone Pro Hong Kong

5 835db

Selain Riot Games, Tencent juga mengakuisisi sebagian saham dari perusahaan game asal Amerika Serikat lainnya, yaitu Blizzard.

Banyak banget game yang telah dirilis oleh Blizzard, geng. Mulai dari Overwatch, Diablo series, World of Warcraft, Hearthstone, dan masih banyak lagi.

Dalam sebuah kompetisi internasional Hearthstone yang diadakan oleh Blizzard, seorang pemain menyuarakan pendapatnya yang pro dengan kemerdekaan Hong Kong.

Seperti yang kita ketahui, hubungan antara China dan Hong Kong kian memanas semenjak beberapa bulan yang lalu. China nggak mau melepaskan Hong Kong yang ingin merdeka.

Ketika sedang diwawancarai paska bertanding di pertandingan Grandmaster, seorang atlet Hearthstone bernama Ng 'Blitzchung' Wai Chung mengenakan masker ala demonstran Hong Kong.

Kejadian tersebut terekam dalam live stream kompetisi yang sedang berlangsung saat itu. Chung juga menyuarakan pendapatnya secara lantang tentang kemerdekaan Hong Kong.

Blizzard pun langsung memberikan hukuman kepada Chung dengan melarangnya bertanding di kompetisi Hearthstone selama satu tahun.

Nggak cuma itu, Blizzard juga menahan hadiah yang dimenangkan Chung dari kompetisi tersebut. Blizzard juga langsung memecat 2 caster yang mewawancara Chung saat itu.

Akhir Kata

Demikian artikel Jaka mengenai 5 kasus tuntutan hukum menghebohkan yang melibatkan perusahaan teknologi raksasa asal China, yaitu Tencent.

Bagaimana pendapatmu tentang kasus-kasus di atas, geng? Tuliskan jawaban beserta alasanmu di kolom komentar, yah! Sampai jumpa di artikel Jaka lainnya.

Baca juga artikel seputar Kasus atau artikel menarik lainnya dari Prameswara Padmanaba

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
ARTIKEL REKOMENDASI
7 Perusahaan Game yang Dimiliki oleh Tencent, Mau Monopoli Dunia Game?

7 Perusahaan Game yang Dimiliki oleh Tencent, Mau Monopoli Dunia Game?

5 Game Tencent Selain PUBG yang Jauh Lebih Seru, No.3 Diblokir Play Store?

5 Game Tencent Selain PUBG yang Jauh Lebih Seru, No.3 Diblokir Play Store?

Perusahaan Game Blizzard Diboikot Banyak Orang di Seluruh Dunia, Apa Alasannya?

Perusahaan Game Blizzard Diboikot Banyak Orang di Seluruh Dunia, Apa Alasannya?

Selain Call of Duty: Mobile, 5 Game PC Ini Juga Nyusul ke Platform Mobile!

Selain Call of Duty: Mobile, 5 Game PC Ini Juga Nyusul ke Platform Mobile!

Tags Terkait:

Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal