J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              5 Risiko Mobil Self-Driving yang Paling Berbahaya, Rawan Dihack?

              5 Risiko Mobil Self-Driving yang Paling Berbahaya, Rawan Dihack?

              00
              Senin, 9 Sep 2019, 11:00 WIB
              Kamu berangan-angan untuk memiliki mobil yang mampu menyetir sendiri? Coba dipikir-pikir lagi setelah membaca risikonya yang berbahaya ini!

              Coba kamu ingat-ingat ketika kamu masih suka nonton Doraemon, teknologi masa depan apa yang paling kamu inginkan ada? Mungkin jawabannya adalah pintu ke mana saja dan mesin waktu.

              Sampai saat ini, kedua teknologi tersebut terlihat sangat susah untuk direalisasikan. Walaupun begitu, sudah ada alat-alat Doraemon lain yang sudah bisa kita gunakan sekarang.

              Salah satunya adalah mobil yang mampu mengendarainya sendiri. Akan tetapi, mobil ini memiliki risiko yang cukup berbahaya!

              Risiko Mobil Self-Driving

              Self-driving cars atau mobil yang mampu menyetir sendiri bukan sekadar fantasi film-film Sci-Fi lagi. Sudah banyak perusahaan mobil yang memproduksi mobil-mobil canggih dengan fitur tersebut.

              Dengan fitur tersebut, kita tidak perlu lagi susah payah mengendarai mobil. Kita cukup memasukkan alamat yang ingin kita tuju, lantas kita bisa menunggu sambil tidur.

              Hanya saja, mobil-mobil ini masih memiliki risiko yang cukup besar. Kali ini, Jaka ingin mengulas beberapa alasan mengapa mobil self-driving cukup berbahaya untuk kita!

              1. Belum Ada Regulasi

              Risiko Mobil Self Driving 1 98b7a
              Sumber foto: This is Money

              Meskipun sudah banyak pabrikan yang sudah membuat mobil self-driving, kenyataannya belum ada regulasi yang mengatur tentangnya.

              Selain itu, jika mobil terkena tilang karena melakukan pelanggaran, siapa yang akan terkena tilang? Mesin AI-nya atau pemiliknya?

              Lalu, karena kita tidak menyetir mobil kita sendiri, artinya kita tidak membutuhkan lagi yang namanya SIM, bukan?

              Apalagi, seperti yang pernah muncul di berita, ada sepasang orang melakukan hubungan suami istri di dalam mobil di kala mobilnya berjalan sendiri.

              Apakah melakukan hal tersebut diperbolehkan oleh hukum? Menurutmu gimana, geng?

              2. Lebih Banyak Kecelakaan?

              Risiko Mobil Self Driving 2 900ee
              Sumber foto: European Parliament

              Harus diakui, infrastruktur jalan yang ada sekarang belum dioptimalkan untuk mobil self-driving. Padahal, alur kendaraan di jalanan tidak bisa diprediksi.

              Selain itu, mobil-mobil canggih yang ada sekarang mungkin belum memiliki software untuk mengetahui cara navigasi di cuaca yang buruk ataupun melewati kemacetan yang rumit.

              Jika makin banyak produsen yang menghasilkan mobil self-driving, artinya di masa depan akan ada dua jenis pengemudi: otomatis dan manual.

              Reaksi yang ditimbulkan mobil otomatis ini (untuk sekarang)lebih lambat dari mobil yang dikendalikan secara manual.

              Akibatnya, mobil self-driving masih rawan kecelakaan karena belum dibekali hal-hal-tersebut. Contohnya adalah kecelakaan mobil Tesla Model S yang menabrak trailer di jalan raya.

              3. Rawan Diretas

              Risiko Mobil Self Driving 3 D17bc
              Sumber foto: Wired

              Mobil self-driving bisa mengemudikan secara otomatis karena seperangkat komputer yang terhubung dengan internet.

              Permasalahannya, apapun yang terhubung dengan internet berpotensi untuk diretas oleh hacker. Bagaimana jika mobil kita diambil alih oleh orang lain dan mengancam keselamatan lain?

              Kalau kamu sudah menonton film horor Child's Play 2019, pasti bisa membayangkan betapa berbahayanya jika mobil kita dikendalikan oleh AI.

              Kita juga berada di bawah risiko pencurian data pribadi yang mungkin bisa dijual oleh pihak tidak bertanggung jawab.

              Ada juga kemungkinan teroris menyalahgunakannya untuk menebar serangan teror dan menggunakannya sebagai senjata jarak jauh.

              Selain itu, kendaraan jenis ini juga mampu terkena virus komputer yang berbahaya.

              4. Rawan Kesalahan Teknis

              Risiko Mobil Self Driving 4 369f0
              Sumber foto: Briskoda

              Yang namanya sistem, pasti bisa mengalami malfungsi yang tidak bisa diremehkan. Apalagi, mobil otomatis memiliki banyak komputer di dalam komponennya.

              Tantangan terberat yang harus bisa diselesaikan oleh para pabrikan mobil ini adalah bagaimana caranya memastikan bahwa semua komputer tersebut bisa beroperasi lancar dalam segala kondisi.

              Ketika diharuskan membuat sebuah keputusan di saat genting, apa yang bisa menjamin komputer tidak melakukan kesalahan? Kesalahan terkecil pun bisa menghilangkan nyawa manusia.

              5. Terpapar Radiasi yang Cukup Tinggi

              Risiko Mobil Self Driving 5 4dd7a
              Sumber foto: Cnet

              Mobil self-driving pasti dilengkapi dengan GPS, remote control, Bluetooth, Wi-Fi, radio, dan lain sebagainya.

              Artinya, kita akan dikelilingi oleh radiasi medan elektromagnetik yang cukup tinggi. Terlalu banyak terpapar radiasi bisa merusak kesehatan kita.

              Contoh penyakit yang dihasilkan dari paparan radiasi ini adalah tekanan darah tinggi, kesulitan bernapas, migrain, kelelahan, hingga susah tidur.

              Kemajuan teknologi seperti mobil self-driving ini memang menawarkan banyak kemudahan untuk kita. Akan tetapi, risiko kesehatannya pun ikut meningkat.

              Akhir Kata

              Risiko-risiko tersebut memang ada. Akan tetapi, menurut Jaka perusahaan-perusahaan mobil sudah memperkirakan risiko ini sehingga mampu meminimalisir bahaya tersebut.

              Kalau kamu tertarik atau enggak, geng, punya mobil yang mampu mengendarai dirinya sendiri? Tulis di kolom komentar, ya!

              Baca juga artikel seputar Teknologi atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah.

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal