J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              RESMI! PUBG & Free Fire Diharamkan oleh Ulama Indonesia, Penyebabnya Gak Masuk Akal?

              RESMI! PUBG & Free Fire Diharamkan oleh Ulama Indonesia, Penyebabnya Gak Masuk Akal?

              00
              Rabu, 19 Jun 2019, 19:00 WIB
              Ada kabar buruk untuk kalian! Telah muncul fatwa resmi haram bermain game PUBG, Free Fire, dan game-game sejenisnya! Apa alasannya?

              Kamu suka main game battle royale seperti PUBG dan Free Fire? Kalau iya, maka dengan sangat terpaksa Jaka harus menyampaikan kabar buruk ini untuk kalian.

              PUBG, Free Fire, dan game-game sejenisnya oleh sejumlah ulama Indonesia telah resmi diharamkan setelah melakukan pengkajian secara mendalam.

              Apa alasan para ulama mengeluarkan fatwa haram ini? Apakah karena menginspirasi teroris atau karena alasan yang lain? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

              PUBG dan Sejenisnya Resmi Diharamkan

              Isu seputar haram tidaknya game PUBG bukanlah barang baru di Indonesia. Ketika terjadi aksi terorisme di Selandia Baru, muncul wacana untuk mengeluarkan fatwa haram.

              Beberapa negara juga sudah secara tegas melarang warga negaranya untuk bermain game PUBG. Contohnya adalah di India dan di China sendiri, negara asal game PUBG.

              Sudah lama tidak diperdebatkan, mengapa isu ini muncul lagi ke permukaan? Dilansir dari berbagai sumber, inilah faktanya!

              Siapa yang Mengharamkan?

              Pubg Free Fire Diharamkan Ulama Indonesia 1 2e076
              Sumber foto: Kumparan

              Keputusan untuk mengharamkan game PUBG dan sejenisnya ini dikeluarkan oleh ulama-ulama Aceh yang tergabung ke dalam Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

              Para ulama ini tidak secara mendadak mengeluarkan fatwa haram, geng. Mereka telah melakukan pengkajian selama tiga hari, tepatnya pada 17-19 Juni di Aula Sekretariat MPU.

              Sidang tersebut mengangkat tema Hukum dan Dampak Game PUBG dan Sejenisnya Menurut Fikih Islam, Informasi Teknologi dan Psikologi.

              Hasilnya, melalui Sidang Paripurna Ulama III tahun 2019, ditarik sebuah kesimpulan bahwa bermain game PUBG dan sejenisnya adalah haram.

              Sebenarnya, MPU sudah tiga tahun lalu mengeluarkan rekomendasi terkait penertiban game-game online, walaupun pada saat itu game PUBG belum ada.

              Alasan PUBG Diharamkan

              Pubg Free Fire Diharamkan Ulama Indonesia 2 70ee6
              Sumber foto:

              Tentu keluarnya fatwa haram PUBG dan sejenisnya ini bukan terjadi begitu saja tanpa alasan yang jelas. MPU menunjukkan beberapa alasan yang mendasari keputusan tersebut.

              Salah satunya adalah game-game ini bersifat brutal dan sadis sehingga bisa mengubah perilaku pemainnya menjadi negatif. Contohnya, mengumpat ketika dibunuh atau menjadi beringas.

              Game-game seperti PUBG juga dikhawatirkan akan membuat pemainnya kecanduan pada level yang berbahaya.

              Selain itu, PUBG dan game-game perang lainnya dianggap mengajarkan unsur-unsur kekerasan, pornografi, dan islamophobia.

              Fatwa ini tidak hanya menyasar game-game yang berbasis mobile. MPU juga menyebutkan game-game PlayStation 4 maupun game offline juga masuk ke dalamnya.

              MPU berharap dengan keluarnya fatwa ini, pemerintah berani bertindak tegas dengan melakukan pemblokiran kepada game-game ini, terutama di Aceh.

              Respon Masyarakat dengan Keluarnya Fatwa

              Respon masyarakat beragam dalam menyikapi keluarnya fatwa dari MPU ini. Ada yang menentang habis-habisan, tapi tidak sedikit yang mendukung fatwa ini.

              Yang kontra menganggap keputusan MPU tersebut salah sasaran. Menurut mereka, yang salah bukan dari gamenya, melainkan pemainnya sendiri.

              Jika pemain menjadi pribadi buruk seperti yang dikhawatirkan oleh pihak MPU, hal tersebut bukan salah gamenya, melainkan pemainnya itu sendiri yang mudah terpengaruh oleh game.

              Ada juga yang menyebutkan manfaat-manfaat dari bermain game PUBG, seperti meningkatkan solidaritas, melatih konsentrasi, hingga menghilangkan stress.

              Yang setuju dengan fatwa ini mengatakan bahwa PUBG memang dirasa merusak moral dan membuat generasi muda menjadi pemalas.

              Para pemain game-game semacam PUBG menjadi pribadi yang acuh dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Tidak sedikit pula yang uangnya dihabiskan hanya demi game.

              Orang-orang yang setuju dengan keluarnya fatwa ini mungkin adalah para orang tua yang merasa prihatin karena anaknya ketagihan bermain HP dan melupakan keluarganya.

              Bisa juga para wanita yang sering dicuekin oleh pacar atau suaminya, sehingga mereka merasa jengkel dan setuju apabila PUBG diharamkan.

              Akhir Kata

              Lantas, bagaimana pendapat Jaka menyikapi permasalahan ini? Jaka bukan seorang ahli agama ataupun ulama yang bisa menentukan haram tidaknya sesuatu.

              Yang bisa Jaka katakan adalah ulama-ulama di MPU ada benarnya. Kalau dengan bermain game PUBG membuatmu menjadi lebih buruk, untuk apa tetap memainkannya?

              Jika dengan bermain PUBG dan game-game sejenisnya membuatmu sering berkata kotor dan tidak memedulikan lingkungan sekitarnya, sebaiknya memang kamu berhenti memainkannya, geng.

              Pendapat yang menyatakan bahwa yang salah bukan gamenya juga ada benarnya. Banyak pemain game yang masih bisa menjalani hidup normal tanpa terkena dampak negatif dari game.

              Silakan bermain game asal tidak dilakukan secara berlebihan. Mungkin kamu juga butuh hiburan untuk melepas penat akibat rutinitas sehari-hari.

              Jaka memberimu kebebasan untuk memilih antara mengikuti fatwa dari MPU tersebut atau tidak. Yang bisa Jaka lakukan hanyalah sekadar mengingatkan, geng.

              Baca juga artikel seputar PUBG atau artikel menarik lainnya dari Fanandi Ratriansyah

              Keluar dari JalanTikus

              Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

              Ya
              Batal