J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

10 Negara yang Paling Banyak Melarang Konten di Google, Kebanyakan yang Julid?

10 Negara yang Paling Banyak Melarang Konten di Google, Kebanyakan yang Julid?

Senin, 30 Des 2019, 12:00 WIB
Nggak cuma Indonesia yang keseringan mengungkit UU ITE, geng. Di sini Jaka akan membahas 10 negara yang paling banyak melarang konten di Google.

Geng, apakah kalian pernah mencoba mengetikkan nama kalian di mesin pencarian Google? Jaka jamin pasti ada hal memalukan tentang kalian yang muncul di hasil pencarian tersebut.

Memang internet itu sudah menjadi rumah dari berbagai macam informasi jadi jangan heran kalau keburukan kalian juga tersimpan di internet.

Bukan cuma individu saja yang mengalami masalah ini karena ternyata banyak sekali negara yang informasi sensitifnya terkuak di internet, geng!

10 Negara yang Paling Banyak Melarang Konten di Google

Kalian sering dengar, kan, aksi blokir Kominfo yang meminta perusahaan seperti Instagram untuk menutup akun yang dianggap memiliki konten bermasalah bagi rakyat Indonesia?

Perilaku seperti itu nggak terbatas di negara +62 ini saja dan bisa dibilang 99% dari pemerintah asing juga melakukan hal ini dan Google paling sering menjadi target komplain mereka.

Nah, di kesempatan ini Jaka akan membahas 10 negara yang paling banyak melarang konten di Google di periode Juli 2009 sampai Juli 2018 yang dirangkum dari situs Business Insider.

1. Italia - 1,691 Konten

Negara Eropa yang satu ini menjadi salah satu tujuan wajib bagi semua turis yang sedang menjelajahi Erop tapi ternyata di dunia digital, mereka memiliki banyak masalah, geng.

Tercatat Italia telah meminta Google sebanyak 1,691 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Dan nggak berbeda dengan Indonesia yang sering banget mengungkit UU ITE untuk masalah pencemaran nama baik, Italia juga banyak menerima kasus seperti itu.

Makanya, hati-hati kalau kalian punya uneg-uneg buruk yang ingin kalian sampaikan ke Italia karena kalian bisa jadi target julid mereka, geng.

2. Korea Selatan - 2,098 Konten

Negara yang sekarang sudah mulai menjadi kiblat budaya berkat kepopuleran drama dan musik yang berasal dari Korea Selatan rupanya juga punya banyak masalah internal.

Tercatat Korea Selatan telah meminta Google sebanyak 2,098 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Mengingat banyaknya masalah aksi gila fans K-Pop yang disebut Sasaeng, nggak mengherankan kalau konten yang melanggar keamanan dan privasi pengguna merupakan masalah besar di Korea.

3. Perancis - 2,291 Konten

Satu lagi negara Eropa yang banyak memiliki masalah dengan Google adalah Perancis yang ibukotanya, Paris, sudah sering dijadikan latar film.

Tercatat Perancis telah meminta Google sebanyak 2,291 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Perancis menganggap banyak konten di Google yang membahayakan keamanan negara mereka yang mungkin disebabkan oleh serangan teroris yang menyerang kota Perancis di sepuluh tahun terakhir.

4. Jerman - 3,197 Konten

Sepertinya banyak negara Eropa yang memiliki masalah dengan Google karena Jerman, negara yang memiliki masa lalu kelam terkait dengan Nazi, juga berhasil masuk ke daftar ini, geng.

Tercatat Jerman telah meminta Google sebanyak 3,197 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Seperti Italia, banyak dari komplain tersebut berkisar di masalah pencemaran nama baik.

Hal ini mungkin berkaitan dengan selera humor orang Jerman yang dikabarkan buruk jadi mereka gampang tersinggung ketika diejek, geng.

5. Inggris - 3,894 Konten

Di saat penduduk dunia ramai-ramai belajar bahasa Inggris, negaranya malah sibuk komplain sana-sini kepada Google, geng.

Tercatat Inggris telah meminta Google sebanyak 3,894 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Mayoritas dari komplain tersebut karena konten yang dianggap membahayakan keamanan negara dan memang seperti Perancis, Inggris sering menjadi korban serangan teroris di beberapa tahun terakhir.

6. India - 5,308 Konten

Sebagai salah satu negara dengan jumlah populasi kedua terbanyak di dunia setelah China, nggak heran kalau negara India telah mencatat banyak komplain terhadap Google.

Tercatat India telah meminta Google sebanyak 5,308 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Dari data yang diperoleh, masalah antara India dan Google kebanyakan berkisar di masalah pencemaran nama baik yang mungkin disebabkan oleh maraknya kasus berita hoax di India, geng.

7. Brazil - 6,455 Konten

Ternyata negara Amerika Latin yang satu ini nggak cuma punya harga iPhone yang mahal tapi Brazil juga terlibat dengan banyak masalah dengan Google.

Tercatat Brazil telah meminta Google sebanyak 6,455 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Di paruh pertama periode 90-an, layanan sosial media Orkut yang dimiliki oleh Google merupakan salah satu layanan paling populer di Brazil dan banyak komplain ini yang berasal dari layanan Orkut.

8. Amerika Serikat - 7,964 Konten

Meskipun Google sendiri bermarkas di negara yang sangat maju dalam hal teknologi ini, Amerika Serikat juga memiliki banyak masalah dengan Google.

Tercatat Amerika Serikat telah meminta Google sebanyak 7,964 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Amerika Serikat merupakan negara yang menjunjung tinggi kebebasan berbicara tapi di prakteknya negara tersebut nggak sebebas itu, geng.

Berdasarkan data yang diperoleh, kebanyakan komplain yang masuk ke Google berkisar di kasus pencemaran nama baik.

9. Turki - 10,379 Konten

Bukan cuma krisis keuangan yang saat ini melanda negara Turki karena mereka juga ternyata punya banyak masalah dengan Google, geng.

Tercatat Turki telah meminta Google sebanyak 10,379 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Anehnya, meskipun gamer asal Turki terkenal karena temperamen mereka yang nggak nyantai, sepertinya mereka juga gampang tersinggung.

Dari 10,379 komplain tersebut, mayoritas masalah Turki dengan Google berkisar di masalah pencemaran nama baik.

10. Rusia - 61,471 Konten

Selain dikenal sebagai negara yang paling mencintai alkohol, negara Rusia juga banyak memiliki masalah dengan Google.

Tercatat Rusia telah meminta Google sebanyak 61,471 kali untuk menghilangkan konten yang dianggap bermasalah.

Ini sangat nggak masuk akal karena kalau kalian menggabungkan semua komplain dari negara-negara di atas, masih kalah jauh dengan total komplain dari Rusia, geng!

Mayoritas komplain dari Rusia berputar di masalah keamanan negara dan memang Rusia nggak main-main kalau soal ini karena mereka punya salah satu teknologi militer terbaik di dunia.

Akhir Kata

Itulah, geng, daftar 10 negara yang paling banyak melarang konten di Google di periode Juli 2009 sampai Juli 2018.

Kalau kalian bingung kenapa negara China tidak ada di sini, itu karena hanya sedikit layanan Google yang tersedia di sana dan mereka juga punya sistem sensor sendiri yang disebut Great Firewall.

Bagaimana pendapat kalian mengenai negara-negara di atas? Apakah menurut kalian kelewat sensitif? Langsung share di kolom komentar ya!

Baca juga artikel seputar Google atau artikel menarik lainnya dari Fikri Harish

ARTIKEL TERKAIT

7 Produk Buatan Microsoft yang Paling Sukses | No.2 Bikin Bill Gates Kaya Raya!

18 Produk Buatan Google yang Gagal dan Gak Laku, Kalah Saing Sama Apple?

Ini Alasan Kenapa Apple Makin Murah Menjual iPhone, Terancam Bangkrut?

7 Aplikasi Paling Gagal yang Pernah Dibuat | Kebanyakan Aplikasi Buatan Google?

7 Kasus Hukum yang Pernah Menjerat Google, No. 3 Sampai Dituntut Triliunan!

Jajaran 6 Aplikasi Terbaru Buatan Google, Bikin Kita Gak Ketergantungan Gadget!

Tags Terkait:

Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal