J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • HOME
  • APPS
  • GAMES
  • TIPS & TRIK
  • GADGET
  • GOKIL
  • TECH NEWS
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
 

              Plagiat? Ini Alasan Kenapa Mobile Legends Tidak Ada di Asian Games

              Plagiat? Ini Alasan Kenapa Mobile Legends Tidak Ada di Asian Games

              00
              Selasa, 21 Agt 2018, 11:00 WIB
              Sebagai cabang olahraga baru dalam Asian Games, eSport hanya diposisikan sebagai cabang olahraga yang masih tahap eksibisi. Jadi para pemenang tidak akan dapat menyumbangkan medali untuk negaranya, meski begitu hal ini tak mengurangi antusiasme para atlet untuk bertanding sepenuh hati.

              Masuknya AOV (Arena of Valor) dalam cabang olahraga eSport ajang Asian Games menjadi pukulan telak bagi para penggemar Mobile Legends Bang Bang. Pasalnya banyak yang beranggapan bahwa Mobile Legends jauh lebih populer ketimbang AoV, oleh karena hal itulah berbagai kontroversi muncul, khususnya dari para penggila Mobile Legends.

              Sebagai cabang olahraga baru dalam Asian Games, eSport hanya diposisikan sebagai cabang olahraga yang masih tahap eksibisi. Jadi para pemenang tidak akan dapat menyumbangkan medali untuk negaranya, meski begitu hal ini tak mengurangi antusiasme para atlet untuk bertanding sepenuh hati.

              Ada beberapa game yang diperlombakan dalam ajang e-Sport Asian Games, di antaranya adalah AoV, League of Legends, Pro Evolution Soccer, Clash Royale, Star Craft dan HeartStone. Banyak juga yang penasaran bagaimana mungkin game sepopuler Mobile Legends tidak masuk dalam cabang e-Sport Asian Games. Nah biar gak penasaran, berikut ini Alasan Kenapa Mobile Legends Tidak Ada di Asian Games.

              BACA JUGA
              • 4 Combo Hero Paling Overpower di Mobile Legends
              • 5 Momen WTF Mobile Legends Paling Lucu Sepanjang Masa
              • 100% Work! Begini Cara Main Mobile Legends di PC/Laptop

              Alasan Kenapa Mobile Legends Tidak Ada di Asian Games

              1. Bukan e-Sport

              ML logo
              Sumber foto: item.blanja.com

              Lho kok bukan eSport sih? Meskipun banyak yang ngotot bahwa Mobile Legends adalah eSport, namun tidak demikian dengan ESL (Electronic Sports League), selaku penyelenggara eSports dan perusahaan produksi yang memproduksi kompetisi video game di seluruh dunia. Nah, tanpa pengakuan dari ESL inilah membuat Mobile Legends dianggap bukan sebagai game eSport meskipun memilki kriteria dan syarat utama untuk menjadi game eSport.

              2. Turnamen yang Kurang Kompleks

              gamer ML
              Sumber foto: hardwarezone.com.my

              Meskipun telah beberapa kali sukses menggelar turnamen besar di Indonesia, namun ada hal lain yang membuat turnamen Mobile Legends masih kalah dengan AoV. Hal ini karena turnamen yang diadakan Mobile Legends hanya mencari pemenang dan setelah itu bubar, alias tidak ada kelanjutannya. Hal ini berbanding terbalik dengan turnamen yang diadakan oleh AoV, mereka selalu memberi kesempatan para pemenang untuk bisa mengikuti turnamen di ajang yang lebih besar.

              Contohnya saat ada pemenang tingkat nasional, maka pemenang tersebut berhak maju ketingkat internasional untuk bertanding melawan seluruh gamer di dunia. Jadi, jelas hal ini menjadi poin plus untuk AoV dan juga dapat memberi jalan bagi para gamer untuk meraih prestasi internasional.

              3. Kalah populer dibanding AoV

              ML vs MA
              Sumber foto: upstation.id

              Bukannya di Indonesia Mobile Legends jauh lebih populer dibandingkan AoV ya? Ups tunggu dulu, Asian Games kan ajang olahraga yang diikuti oleh seluruh negara Asia. Artinya yang menjadi patokan populer atau tidaknya sebuah game bukan hanya diukur dari kepopuleran di satu negara, melainkan di berbagai negara Asia. Untuk masalah ini, Mobile Legends harus mengakui kepopuleran AoV di berbagai negara Asia, bahkan Eropa dan Amerika. Karena nyatanya di berbagai negara, AoV jauh lebih populer dibandingkan Mobile Legends.

              4. Kurang Memperhatikan Turnamen-Turnamen Kecil

              AoV
              Sumber foto: twitter.com

              Banyak yang menganggap bahwa Mobile Legends kurang memperhatikan perkembangan para gamernya. Lagi-lagi hal ini berbanding terbalik dengan AoV, dimana mereka selalu mendukung para gamer dalam berbagai hal, contohnya saat para gamer membuat turnamen, maka pihak AoV akan langsung mendukung mereka dengan memberi berbagai gift menarik. Bahkan setiap pemenang atau grup akan dipantau langsung oleh publisher, tidak dilepas begitu saja.

              5. Gameplay Kurang Balance

              miya
              Sumber foto: ugursyman.info

              Kamu pasti sudah akrab kan dengan skin Mobile Legends yang dapat menambah kekuatan hero, dimana skin tersebut dapat menambahkan stat yang membuat hero semakin kuat. Bahkan dalam ajang turnamen, kamu dilarang menggunakan skin. Jadi jika ingin menjadi juara dalam turnamen Mobile Legends, maka kamu harus benar-benar menguasai skill milik hero-hero tertentu. Karena itulah yang hanya bisa kamu andalkan selain kerja sama tim dan keberuntungan.

              Akhir Kata

              ItulahAlasan Kenapa Mobile Legends Tidak Ada di Asian Games. Meski demikian nyatanya kepopuleran Maobile Legends di Indonesia sama sekali tidak tergantikan dan masih tetap berjaya hingga saat ini.

              APPS TERKAIT
              Mobile Legends: Bang bang Terbaru
              Games Moonton
              Mobile Legends mod by Kuroyama 1.2.65.266.2
              Apps
              VPN Mobile Legend Pro 10
              Apps
              Gems Mobile Legends Bang Bang Simulator 1.0
              Apps
              Komentar
              BERIKAN KOMENTAR
              Langganan Artikel
              Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!