J

A

L

A

N

T

I

K

U

S

!

!

  • NONTONYUK!
  • Pasang Iklan
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Kerjasama
No Name
 

Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer Lebih Aman, KATA SIAPA?

Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer Lebih Aman, KATA SIAPA?

Kamis, 31 Des 2015, 17:00 WIB
Hingga saat ini belum ada vaporizer yang diberi predikat aman oleh dinas kesehatan. Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer lebih aman, kata siapa?

Banyak berkembang kabar bahwa merokok dengan vaporizer alias rokok elektrik lebih sehat ketimbang dengan rokok tembakau. Tapi apakah memang sudah ada bukti atau jurnal tertulis yang membahas tentang ini? Toh buktinya hingga saat ini belum ada vaporizer yang diberi predikat aman oleh dinas kesehatan. Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer lebih aman, kata siapa?

BACA JUGA
  • AWAS! Otak Kamu Bisa Menyusut Karena Menghirup Polusi Udara Jakarta
  • Hasil Riset: Pendidikan Tinggi Membuat Orang Hidup Lebih Lama
  • 7 Cara Seru Untuk Tetap Berhubungan Setelah Lulus Sekolah

Merokok dengan E-Cigarette atau Vaporizer Belum Tentu Lebih Aman

The Lancet, jurnal medis dari Inggris mengecam sebuah metodologi laporan yang baru dirilis oleh Public Health England (PHE) yang menyebutkan bahwa penggunaan rokok elektrik (Vape) 95% lebih tidak berbahaya dibandingkan rokok tembakau. The Lancet menyatakan bahwa laporan ini didasarkan pada dana yang dikucurkan oleh industri e-cigarette (rokok elektrik). Kamu bisa baca laporan dari PHE di link berikut ini, Public Health England.

The Lancet mengatakan kesimpulan utama dari studi PHE yang secara luas menjadi berita utama didasarkan pada briefing dan laporan dari tahun 2014. Laporan tersebut ditulis oleh mantan penasihat bidang medis pemerintahan Inggris, David Nutt dan koleganya.

Berdasar pada Para Ahli

Hal ini didasarkan pada sebuah kumpulan ahli yang menguji produk nikotin yang berbeda dan menyimpulkan bahwa rokok adalah yang paling berbahaya, yakni di persentase 99,6%. E-cigarette (rokok elektrik) dinilai memiliki 4% dari kerugian relatif rokok, dan ini adalah asal mula di mana angka 95% berasal dari. Namun makalah Nutt ini memiliki beberapa peringatan yang gagal diungkapkan oleh PHE. Ada beberapa kekurangan yang digunakan pada panel dan tidak adanya kriteria formal untuk para ahli yang berpartisipasi.

Kalau kamu adalah salah satu orang yang menggunakan vaporizer alias rokok elektrik untuk berhenti merokok, mendingan di-stop juga. Kita belum tahu akibat apa yang ditimbulkan vaporizer pada tubuh kita. Beberapa studi telah menemukan bahwa rasa digunakan dalam rokok elektrik dapat menyebabkan masalah pernapasan dan merusak sistem kekebalan tubuh, sementara penelitian yang dipublikasikan oleh University of Southern California mengatakan rokok elektrik bisa mendorong anak-anak untuk mencobanya.

Tips untuk Berhenti Merokok

Sebenarnya untuk berhenti merokok, semuanya dimulai dari diri kamu sendiri. Berikut adalah tips untuk berhenti merokok yang kami rangkum langsung dari beberapa mantan perokok yang sudah berhasil berhenti dan hidup sehat lebih dari saat mereka masih merokok.

  • Pertama dan yang paling penting adalah bulatkan niat dan tekad. Anggap saja ini demi orang terkasihmu. Kamu harus punya tekad yang kuat untuk berhenti merokok.
  • Minta orang terdekatmu untuk mendukung dan mengawasimu agar jauh dari bungkusan rokok dan si rokok itu sendiri.
  • Jangan mengganti rokok dengan vaporizer atau rokok elektrik, sebaiknya gunakan permen atau permen karet. Namun jika kamu menggunakan permen karet sebagai obat untuk mulut kamu yang asam karena tidak merokok, perhatikan kadar gula yang masuk ke tubuh kamu. Jangan sampai lepas dari kecanduan rokok tapi kena diabetes.
  • Cari kesibukan tanpa rokok, misalnya sibuk bekerja di ruangan AC atau olahraga ringan. Untuk perokok berat, biasanya nafas mereka pendek-pendek, dan bagi yang jarang berolahraga, tidak disarankan untuk langsung berolahraga keras karena hal tersebut dapat memicu pengecilan saraf yang berakibat fatal.
  • Perbanyak minum air putih untuk menetralisir racun. Kamu juga bisa minum susu murni atau air kelapa hijau untuk mengeluarkan toxin.

Sepertinya satu-satunya hal yang semua organisasi kesehatan tampaknya setuju adalah diperlukan studi lebih lanjut untuk memahami risiko vaping dan penggunaannya dalam berhenti merokok. Jadi, buat apa sih masih bertahan dengan rokok dan sebangsanya? Mendingan hidup sehat dengan berenti ngasep, guys! Kalau kamu ada cara berhenti ngerokok lainnya, share di kolom komentar ya!!

Babe - Baca Berita 7.6.2
Apps Productivity Mainspring
DOWNLOAD

Artikel Menarik Lainnya

APPS TERKAIT
Dokter Gratis 2.5
Apps WAKI
Babe - Baca Berita 7.6.2
Apps Mainspring
SCOOP Newsstand 4.4.6
Apps Apps Foundry
Liputan6.com 2.7.5
Apps PT Kreatif Media Karya
Langganan Artikel
Temukan Tips dan Berita menarik setiap harinya. GRATIS!
Tunggu sebentar...

Keluar dari JalanTikus

Popup External Background JalanTikus

Apakah anda yakin untuk meninggalkan website JalanTikus?

Ya
Batal